Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 12:37 WIB
Surabaya
--°C

HIPMI Sidoarjo Menjajaki Potensi Bisnis Lintas Negara dalam Kunjungannya ke Vietnam dan Hong Kong

HO CHI MINH CITY-KEMPALAN: BPC HIPMI Sidoarjo menunjukkan langkah progresif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya menggelar Business Trip International ke kota Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dalam agenda yang digelar antara 20—26 April itu, HIPMI Sidoarjo memperluas konektivitas bisnis lintas negara untuk membuka akses pasar, kolaborasi dan wawasan komprehensif terkait ekonomi global, serta memperluas jejaring internasional.

BACA JUGA: Menggali Potensi Kolaborasi Bisnis Antar Pengusaha Muda dalam Sidoarjo Economic Forum

Ini sebagai komitmen nyata HIPMI Sidoarjo menjawab tantangan globalisasi dan mendukung visi pemerintah mencetak pengusaha muda yang tangguh, adaptif, dan bisa menjalin kemitraan strategis. Baik di level nasional, atau internasional.

Dalam business trip kali ini, mereka mengikuti agenda pameran dagang berskala internasional. Yaitu Global Sourcing Fair Vietnam yang digelar pada 24-26 April 2025 di Saigon Exhibition and Convention Center (SECC).

Pameran ini menjadi ajang yang mempertemukan ribuan pembeli dan penyuplai berbagai sektor. Mulai dari fashion, elektronik, home & gifts, printing & packaging, serta inovasi industri terkini.

Selain itu, juga mencakup sesi business matching. Yaitu mengunjungi UMKM dan kawasan industri serta eksplorasi ke pasar lokal. Bendahara Umum BPC HIPMI Sidoarjo Yusuf Dhiyauddin Robbani menyebut ini sebagai momen yang berharga bagi anggota di HIPMI untuk memperluas sayap usahanya ke pasar luar negeri.

“Lewat business trip ini, kami ingin mengajak pelaku usaha muda Sidoarjo bisa open minded untuk keluar dari zona nyaman, dan melihat langsung dinamika di pasar global dan belajar secara langsung pada Negara yang dengan pertumbuhan ekonominya pesat, Vietnam adalah titik strategis perdagangan Asia,’’ ucap Dhiyak, sapaan akrabnya.

‘’Kami berharap anggota HIPMI bisa pulang dengan peluang bisnis baru, koneksi internasional, dan inspirasi atau ide segar untuk mengembangkan usaha mereka ke level berikutnya,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana itu.

Kunjungan resmi ke KJRI di Ho Chi Minh City jadi agenda penting. Termasuk saat pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Agustaviano Sofjan. Agustaviano menyebut, pada saat ini penting untuk belajar pertumbuhan ekonomi dari Vietnam.

Sebab negara tersebut jadi negara ASEAN yang perkiraan pertumbuhan ekonomi tertinggi tahun ini. Laporan HSBC pada Oktober 2024 menyebut, pertumbuhan ekonomi di Vietnam diperkirakan tumbuh sekitar 6,5 persen. Indonesia masih 5,3 persen.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Vietnam, berhasil menarik banyak investor dan memperkuat sektor industrinya. ’’Vietnam sudah menunjukkan konsistensi dalam reformasi ekonomi dapat mendorong kemajuan industri lokal,’’ sebut Agustaviano.

’’Saya berharap pelaku usaha muda dari Sidoarjo dapat fokus dan menciptakan sirkular bisnis, mengedepankan Trustability Business, menangkap pelajaran berharga dari ekosistem bisnis di sini, serta menjajaki potensi kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” imbuhnya.

Setelah dari Vietnam, business trip ini akan berlanjut mengikuti Kegiatan HKTDC (Hong Kong Trade Development Council) di Hong Kong. Kali ini, fokusnya ke penjajakan peluang kerja sama dengan pelaku industri kreatif, teknologi, serta penguatan jejaring distribusi dan logistik regional.

Ketua Umum HIPMI Sidoarjo Zakaria Dimas berharap seluruh pelaku usaha yang di Sidoarjo, khususnya para pengusaha muda, bisa memanfaatkan peluang ini, dan akan jadi langkah awal menghadapi tantangan pasar modal.

Seperti wawasan ekonomi yang bisa kami pelajari dan dapatkan secara langsung di Negara Vietnam, Menurutnya, ada tiga faktor yang melandasi pesatnya pertumbuhan ekonomi Vietnam.

Faktor pertama, yakni foreign direct investment (FDI) yang berkualitas. Kedua, komitmen Vietnam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) untuk memastikan investasi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.

Ketiga, Vietnam juga berusaha maksimal untuk mengintegrasikan negara mereka dengan dunia internasional, dan mengembangkan iklim investasi yang baik. Tidak lupa juga, Vietnam selalu berusaha menyediakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan selalu menekankan High Technology dalam setiap langkah nyatanya.

Yang terpenting, Vietnam juga memerhatikan secara seksama bagian riset dan pengembangan(R&D). Mereka tidak segan meminta negara yang hendak berinvestasi di sana, agar mau membuka bagian riset dan pengembangan di Vietnam.

’’Dengan adanya R&D ini, nantinya akan membuka pintu untuk engineer, anak-anak muda, dan mahasiswa pintar di Vietnam, untuk masuk ke sana dan berkolaborasi dengan ahli-ahli dari luar negeri,” tutur Dimas.

Makanya, HIPMI Sidoarjo berkomitmen sebagai Partisipan Mitra Pembangunan Daerah mengajak seluruh pelaku Usaha Muda di Sidoarjo untuk tidak ragu melangkah dan berani membuka diri terhadap peluang pasar global.

’’Mari kita bersama-sama membawa nama baik Sidoarjo ke kancah global dan menunjukkan bahwa produk-produk kita mampu bersaing di pasar dunia,” tegas Dimas. (YMP)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.