SURABAYA-KEMPALAN: Sekitar 200 orang anggota Bani Basyariah mengadakan acara halal bihalal di Surabaya, Sabtu (26/4). Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Nganjuk, Madiun, Malang, Mojokerto, dan beberapa kota lainnya.
Hadir dalam acara itu beberapa tokoh ulama, profesional, dan akademisi. Dari kalangan ulama hadir K.H Agus Solahul Aam alias Gus A’am cucu pendiri NU (Nahdlatul Ulama) K.H Wahab Chasbullah. Hadir juga K.H Tontowi Jauhari dari Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, yang sekaligus memberikan pidato hikmah halal bihalal. Hadir juga K.H Ali Musyafak Basyar dari Nganjuk.
Hadir juga K.H Masrukhan dari Pesantren Darul Hikam Mojokerto, dan K.H Wahid Zen Basyaiban dari Pesantren Sidoresmo Surabaya. Dari kalangan akademisi hadir Prof. Dr. Aguk Zuhdi Affandi gurubesar teknologi kelautan ITS (Institut Teknologi 10 Nopember) Surabaya. Ada juga Prof. Dr Farid Ma’ruf dari Unej Jember. Dari kalangan tokoh jurnalis hadir Dhimam Abror Djuraid.
Acara diselenggarakan di Perumahan Pondok Chandra, Sidoarjo di kediaman Hj Sri Hastutik alias Mbak Tut, kakak kandung dari Prof. Muhadjir Effendi, mantan Menko PMK. Mbak Tut ialah istri almarhum H. Anshari Thoyib tokoh pers nasional yang pernah menjadi ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim, dan anggota Komnas HAM.
Prof. Muhadjir tidak bisa hadir dalam acara karena sedang ada acara diluar Jawa. Kehadirannya diwakili oleh Ny. Wida Muhadjir Effendi bersama putranya. Tuan rumah Mbak Tut menyatakan bahagia atas kehadiran keluarga besar Bani Basyariah. ‘’Saya tidak bisa melukiskan dengan kata-katanya,’’ ujar Mbak Tut menahan tangis.
Ketua Panitia K.H Moch. Badrin Tholchah mengatakan persiapan acara ini cukup mendadak. Beberapa hari sebelumnya ia bersilaturrahim ke Mbak Tut dan mengutarakan niat untuk mengadakan halal bihalal. Gayung bersambut, Mbak Tut mempersilakan kediamannya dipakai sebagai tempat acara.
Acara berlangsung khidmat. Setelah Kiai Tontowi memberikan ceramah halal bihalal, Gus A’am membacakan doa penutup. Acara kemudian dilanjut dengan ramah tamah dan bincang santai. Dalam kesempatan itu Gus A’am melontarkan gagasan perlunya diadakan halaqoh nasional Bani Basyariah.
Hal itu didasarkan pada pertimbangan bahwa kondisi bangsa Indonesia sekarang tengah membutuhkan sumbangsing pemikiran dari segenap komponen bangsa. ‘’Bani Basyariah mempunyai anggota tokoh-tokoh nasional dari berbagai macam disiplin, mulai dari kiai sampai akademisi. Karena itu kami terpanggil untuk memberikan sumbangsih pemikiran,’’ kata Gus A’am.
Wacana itu langsung disambut oleh Kiai Tontowi. Jika acara itu membutuhkan lokasi yang besar maka Pesantren Temboro bisa menjadi lokasi yang ideal. Selain acara halaqoh, Bani Basyariah juga berencana mengadakan acara haul akbar. Waktu pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan Pesantren Temboro, karena tahun ini rencananya akan ada pertemuan akbar di Pesantren Temboro yang dihadiri jamaah dari seluruh dunia. (dad)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi