Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 22:56 WIB
Surabaya
--°C

Di Kabupaten Pasuruan, Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp 6,75 Miliar

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan Jaminan kematian dan beasiswa di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/7). (Foto: Dwi Arifin/ kempalan.com).

PASURUAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp6,75 miliar untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan. Penyaluran bansos ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

“Saya berharap semua yang mendapatkan bansos kali ini dapat menerima manfaatnya dan menjadi berkah bersama,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/7).

Menurut Khofifah,  dana bansos yang disalurkan kali ini berasal dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim sebesar Rp6,10 miliar serta dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp648 juta.

Sementara itu, Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menjelaskan, masyarakat Kabupaten Pasuruan yang menerima bantuan tersebut berasal dari berbagai golongan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD), serta golongan kewirausahaan inklusif produktif lewat program Putri Jawara yang berfokus pada para ibu orang tua tunggal atau single mom yang menjadi tulang punggung keluarga.

Selain itu, lanjut Novi, Pemprov juga menyalurkan dana Santunan Jaminan Kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) kepada enam ahli waris para Taruna Siaga Bencana (Tagana). Juga kepada dua ahli waris Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebesar Rp336 juta.

“Untuk para penerima Santunan Jaminan Kematian ini serta seluruh iuran BPJS TK seluruh Tagana dana TKSK di Jatim, semua ditanggung oleh Pemprov Jatim sejak Gubernur Khofifah menjabat pada awal periode pertamanya,” terangnya.

Tidak hanya itu. Pemprov juga akan memberi apresiasi tambahan untuk 1.858 Tagana dan 666 TKSK di seluruh Jatim melalui insentif yang akan disalurkan setiap tiga bulan sekali dengan nominal mencapai Rp645 juta untuk tahun anggaran 2025.

Ditegaskan bahwa seluruh bansos yang disalurkan oleh Dinsos tersebut sebesar Rp180 miliar dan diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim 2025.

Novi juga menegaskan bahwa pada pemerintahan Gubernur Khofifah ini Pemprov akan lebih memperhatikan para perempuan tulang punggung keluarga melalui program Jatim Puspa dengan bantuan sebesar Rp3 juta per individu.

“Kami ingin hadir untuk bisa menyentuh seluruh perempuan di Jatim agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Undangan Klarifikasi Bukan Panggilan, Polisi Jangan Kebablasan!

Oleh: Edy Mulyadi

KEMPALAN: Kemarin, Rabu, 2 Juli 2025, Roy Suryo, dokter Tifa, Rismon Sianipar, Rizal Fadilah, dan Kurnia Tri Royani tak datang ke Mapolda Metro Jaya. Mereka diundang untuk klarifikasi atas laporan sejumlah Termul alias ternak Mulyono karena mempersoalkan ijazah Jokowi.

“Kami sudah putuskan tidak hadir. Undangan klarifikasi tak dikenal dalam KUHAP. Lagi pula, para pelapor itu tidak punya legal standing. Mereka sama sekali tak ada kaitannya dengan ijazah Jokowi,” kata pengacara Ahmad Khozinudin, Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis.

Memamg ada yang perlu diluruskan dari cara aparat memperlakukan para pahlawan itu. Seperti kata Khozinudin,
undangan klarifikasi bukan panggilan wajib secara hukum. Tidak ada satu pun pasal dalam KUHAP yang mewajibkan seseorang memenuhi undangan klarifikasi. Ini penting, agar publik tidak terjebak oleh narasi-narasi yang menyesatkan, seolah-olah yang tidak hadir itu mangkir. Mereka bukan mangkir. Mereka menggunakan hak konstitusional untuk tidak mengikuti prosedur yang cacat.

Para Termul itu memang tidak berkaitan langsung dengan substansi riset maupun aktivitas akademik. Mereka adalah Andi Kurniawan, Kapri Yani, Lechumanan, Karim Rahayaan, Samuel Sueken, serta dua kelompok yang mengatasnamakan Pemuda Patriot Nusantara dan Peradi Bersatu.

Jangankan jadi korban, jadi saksi pun tidak. Tapi polisi langsung memproses laporan mereka. Ini sangat kontras dengan banyaknya laporan masyarakat atas korupsi atau pelanggaran berat lainnya, yang justru lamban atau bahkan dipetieskan.

Inilah potret buruk penegakan hukum di era Jokowi. Ada kesan kuat bahwa hukum dipakai sebagai alat represi. Bukan sebagai sarana keadilan.

Klarifikasi atau Interogasi

Yang juga mengkhawatirkan, undangan klarifikasi selama ini telah disulap jadi alat interogasi. Bukan sekadar tanya jawab ringan. Tapi pemeriksaan mendalam sejak pagi hingga malam. Ini pernah dialami Roy Suryo dan kawan sebelumnya. Ini bukan klarifikasi, tapi sudah menjurus ke intimidasi. Padahal KUHAP tak pernah mengenal mekanisme “klarifikasi” sebagai prosedur resmi dalam proses pidana.

Apakah polisi telah menggunakan jalur non-prosedural untuk menekan para pengeritik? Bila benar, undangan klarifikasi telah menjelma jadi instrumen teror psikologis. Ini sangat serius. Ini pelanggaran HAM. Tidak boleh dibiarkan.

Kalau mekanisme seperti ini diteruskan, bukan mustahil besok-besok siapa pun yang berani buka suara akan dipanggil klarifikasi. Duduk 12 jam di depan penyidik. Ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan menyudutkan. Ini represi, bukan penegakan hukum.

Yang sangat menggembirakan, di tengah tekanan, justru dukungan masyarakat terhadap Roy Suryo dkk semakin meluas. Dalam tiga hari terakhir sebelum agenda klarifikasi, bertebaran ajakan di media sosial untuk mengawal proses hukumnya. Poster, video, dan meme bsrseliweran di grup-grup WA dan aneka platform sosial media. Warga merasa ini bukan lagi sekadar urusan Roy Suryo, tapi menyangkut masa depan bangsa. Apakah kebohongan harus dibiarkan berjaya?

Karena itu, keputusan untuk tidak menghadiri klarifikasi bukan kemunduran. Justru bentuk perlawanan bermartabat terhadap penyalahgunaan hukum. Tim advokasi juga telah menggelar konferensi pers secara terbuka. Diliput banyak media nasional dan para youtuber.

Jangan Mau Ditakut-takuti

Publik jangan mau dibungkam oleh narasi klarifikasi yang menyesatkan. Jangan takut jika aparat menyalahgunakan hukum untuk menekan suara kebenaran. Pada konteks ini, rakyat berhak tahu siapa pemimpin mereka. Ijazah palsu bukan sekadar soal dokumen. Ini soal legitimasi. Soal moralitas. Soal masa depan bangsa.

Perjuangan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dokter Tifa, Rizal Fadilah, Kurnia dan banyak aktivis lain adalah perjuangan kita semua. Dan percayalah, kebenaran akan selalu menemukan jalannya.

Jakarta, 3 Juli 2025

Kejutan ! Ngawi Runtuhkan Dominasi Surabaya di Porprov IX Jatim 2025

MALANG -KEMPALAN: Kabupaten Ngawi membuat kejutan di cabor bola voli Porprov IX Jatim 2025 Malang Raya. Ngawi yang boleh di bilang hanya tim kampung mampu membuyarkan ambisi Surabaya yang selama ini selalu berlangganan meraih medali emas. Tak tanggung-tanggung, Ngawi memaksa tim sekelas Surabaya bertekuk lutut di angka 3-0(23-25,25-16 dan 25-14). 

Duel antara Surabaya versus Ngawi yang di langsung di GOR Ken Arok Kedungkandang Kota Malang Rabu malam (02/07) Ngawi menjelma menjadi tim yang menakutkan di Porprov kali ini. Mereka mampu mengakhiri laga hanya dalam waktu singkat. Tim sekelas Surabaya yang notabene di perkuat pemain klub legenda Surabaya Samator harus mengubur impian dalam-dalam karena ulah Si anak kampung, Ngawi.

Dengan hasil tersebut Kabupaten Ngawi memastikan berlaga di Grand final memperebutkan medali emas bersama tim kuat lainnya yakni Kabupaten Sidoarjo.

Sidoarjo lolos ke final setelah mengalahkan Kabupaten Bojonegoro dengan skor 3-1.

( 25-15,19-25,25-22,25-17).

Sementara itu di sektor putri akan tersaji final ideal. Tim putri Surabaya versus Kabupaten Gresik, 

Kota Surabaya memastikan lolos ke final setelah mengalahkan tim siluman Kabupaten Kediri dengan tiga set langsung 25-17,26-24 dan 25-18.

Sedangkan Kabupaten Gresik meninabobokkan Kota Malang juga dengan tiga set langsung 25-15,25-14 dan 25-17.

Partai final sendiri akan di gelar hari ini (03/07) setelah perebutan medali perunggu tim putra-putri di GOR Ken Arok Kedungkandang Kota Malang pukul 08.30 WIB.(Amabari Taufiq/M Fasichullisan).

Destinasi Wisata Baru Park Shanghai Pakuwon City Mall

SURABAYA – KEMPALAN: Kabar gembira bagi warga Surabaya. Sebab saat ini Surabaya punya destinasi wisata baru yaitu Park Shanghai yang berlokasi di Pakuwon City Mall Surabaya.

Park Shanghai resmi dibuka umum pada Rabu (2/7). Pengunjung bisa menikmati kuliner dan foto-foto. Destinasi wisata ini bakal menjadi pilihan terbaik bagi warga Jawa Timur khususnya warga Surabaya.

Sutandi Purnomo Sidi, Marketing pakuwon City Grup

Sutandi Purnomo Sidi, Marketing Director Pakuwon Grup menyatakan, pihaknya hari ini menggelar soft opening Park Shanghai.
“Satu kawasan wisata, entertainment dan F&B. Ini pelengkap dari Pakuwon city,” ungkapnya.

Park Shanghai dilengkapi 50 tenant food court. Kemudian juga ada 8 tenant besar. Untuk tenant besar memiliki luas 250 meter. Tenant ini terdiri dari segala macam masakan. Tak hanya masakan chinese. Tapi juga Indonesia.

Boleh dibilang 70 persen menyediakan makanan no pork no lard. Jadi sangat bersahabat untuk semua kalangan,” ungkap Sutandi.

Alfian salah satu warga surabaya yang berkunjung bersama sang istri merasakan hal yang yang sangat positif dengan adanya Park Sanghai seakan mengapresiasi tentang hal-hal baru yang dilakukan pakuwon city sebagai Salah satu Mall terbesar di Surabaya, apalagi banyak spot foto dan kuliner halal yang cukup terjangkau dikantong ucapnya.(Fem)

Editor: Nur Izzati Anwar (Izzat)

Khofifah: Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan Sangat Layak dan Memenuhi Syarat

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau ruang kelas Sekolah Rakyat di Pemkab Paduruan, Rabu (2/7). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

PASURUAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa meninjau progres renovasi bangunan eks Pemkab Pasuruan yang akan dijadikan gedung Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/7). Dia menyebut gedung yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan,  tersebut sudah memenuhi standar dan siap beroperasi.

“Alhamdulillah, Insya Allah 14 Juli 2025 ini sudah siap diluncurkan untuk tahap IA. Dan di Jawa Timur ini ada 19 titik SR kategori IA. Insya Allah untuk 19 titik itu sudah siap beroperasi,” kata Khofifah.

Dia menjelaskan bahwa gedung SR yang ditinjau di Kabupaten Pasuruan ini untuk kategori IA. Tapi, nanti ada juga kategori IC di BLK lain di Kabupaten Pasuruan.

Menurut Khofifah, peninjauan itu dilakukan untuk melihat kesiapan secara fisik. Setelah keliling ke beberapa ruangan, ia menilai  SR yang disiapkan di Kabupaten Pasuruan ini sangat layak dan sangat memenuhi syarat.0

“Saya sudah keliling ke berbagai titik. Jadi kalau misalnya Kemensos dan Kementerian PU akan mempermanenkan, saya rasa ini sudah sangat memenuhi syarat,” ujarnya.

Bangunan eks Pemkab Pasuruan yang direnovasi menjadi SR.

Namun, lanjut Khofifah, kalau dari desain yang sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto, hanya satu yang dinilai masih kurang, yakni kolam renang. Namun, ia menilai kolam renang itu masih sangat dimungkinkan kalau ditambahkan di sisi  yang kiri gedung.

“Katakanlah tidak membuat bangunan baru, ini pun menurut saya sudah sangat memenuhi syarat untuk tempat pembelajaran. Labnya juga sudah disiapkan ruangannya, peralatannya akan menyusul,” tutur gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu.

Demikian pula ruang asrama dan dapur, sudah tersedia. Tapi, Khofifah meminta agar untuk pria dan wanita dipisahkan, baik asrama maupun dapurnya.

Sedang untuk ruang kamar, ia puji karena dinilai sangat longgar dan dilengkapi meja belajar. Selain itu juga tersedia masjid berukuran cukup besar. Sehingga sarana dan prasarana SR di Kabupaten Pasuruan ini dinilai sudah sangat lengkap dan mumpuni. “Insya Allah anak-anak mendapatkan tempat pembelajaran yang sangat baik,” ujar Khofifah.

Karena itu, Khofifah mengapresiasi Pemkab Pasuruan yang telah mempersiapkan fasilitas gedung untuk SR ini dengan sangat lengkap dan nyaman.

Saat ini, kata dia, progres renovasi telah mencapai 92 persen. Sementara sebagian peralatan pendukung seperti kasur di asrama telah tersedia dengan kualitas yang layak.

Khofifah berharap melalui program ini nantinya seluruh proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta bisa memberikan pembelajaran kepada anak-anak. “Terutama pembinaan karakter,”  pungkasnya. (Dwi Arifin)

Balik Kucing ke Prancis dan Tinggalkan Gaji Mahal di AS, Ini Alasan Olivier Giroud

LILLE-KEMPALAN: Olivier Giroud baru setahun meninggalkan glamornya liga Eropa di musim lalu, dan memilih berkarier di liga elite AS, Major League Soccer (MLS). Giroud bermain di klub Los Angeles FC (LAFC).

Ollie (sapaan akrab Giroud) sempat memperkuat LAFC di dalam fase grup Piala Dunia Antarklub 2025. Sayangnya, Ollie akhirnya tidak mampu mengantarkan LAFC melaju ke fase knockout Piala Dunia Antarklub.

Setelah gagal membawa LAFC melangkah lebih jauh dalam Piala Dunia Antarklub, maka Ollie pun mengambil keputusan untuk angkat kaki dari klub tersebut. Dia memilih balik ke negaranya, Prancis.

Mantan penyerang Arsenal, Chelsea, dan AC Milan tersebut memilih bergabung dengan salah satu klub kontestan Liga Prancis, Lille OSC. Ollie bakal memperkuat LOSC dengan kontrak berdurasi semusim.

BACA JUGA: Milan Mengharap Sukses dengan Memboyong Pemain The Blues

Padahal, nilai kontrak per musim yang didapatkan Ollie di LAFC masih lebih besar dari yang ditawarkan LOSC. Di LAFC, striker timnas Prancis tersebut masih mengantongi fee 3 juta Euro (Rp 57,2 miliar) per tahun.

Ketika memutuskan ingin pulang ke Prancis, Ollie pun sepakat musim ini hanya dibayar separo saja gajinya. Hanya di angka 1,5 juta Euro, atau senilai RP 28,6 miliar. Padahal, di LOSC musim lalu, hanya satu pemain bergaji di atas 3 juta Euro per musim.

Yaitu Mitchel Bakker. Bayaran per musim yang didapatkan Bakker di LOSC sekitar 3,8 juta Euro, atau senilai Rp 72,5 miliar. Sementara gaji per musim pemain lainnya masih di bawah 3 juta Euro.

Olivier Giroud saat membela Los Angeles FC. (Foto: Reuters)
Olivier Giroud saat membela Los Angeles FC. (Foto: Reuters)

Dalam konferensi pers perkenalannya kepada fans LOSC, Ollie menyebut uang bukanlah alasan dia ingin kembali ke Prancis. ’’Aku butuh tantangan. Aku kembali ke Prancis, aku bermain di liga yang cocok untukku. Liga yang benar-benar menarik bagiku,’’ kata Ollie, dilansir dari laman Kick Football.

Dengan usianya yang sudah menapaki 39 tahun, Ollie pun konfiden dengan peluangnya bermain dalam klub tersebut. Begitu pula di Liga Prancis. ’’Secara fisik, aku baik-baik saja. Kalian jangan khawatir,’’ tegas Ollie. (YMP)

Tiga Penerima Beasiswa Pemprov Jatim Raih Gelar Doktor dari UINSA

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jatim kembali melahirkan doktor. Rabu (2/6), tiga orang penerima beasiswa LPPD Jatim lulus mendapatkan gelar doktor dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus hadir dalam Ujian Disertasi Terbuka tiga orang penerima beasiswa LPPD di Gedung Amphitheater UINSA, Surabaya.

Ketiga doktor tersebut adalah Nashrullah dengan disertasi berjudul “Pendidikan Spiritual dalam Relasi Sosial Kyai-Santri di Pesantren”, Anik Faridah dengan judul “Transformasi Pesantren Ramah Anak”, dan Akhmad Zakki Abd Razak yang meneliti “Ideologi Pendidikan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Implementasinya”.

“Selamat dan sukses untuk Bu Anik Faridah, Pak Nashrullah, dan Pak Akhmad Zaki yang hari ini dinyatakan lulus. Saya sebut momen kelulusan hari ini adalah ‘pecah telur’ dengan meluluskan tiga doktor dalam bidang Pendidikan Islam (Tarbiyah),” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah bersama tiga orang penerima beasiswa LPPD Jatim yang lulus mendapatkan gelar doktor dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Menurut Khofiah, kelulusan para doktor ini merupakan bukti nyata keberhasilan beasiswa LPPD yang telah diluncurkan Pemprov Jatim dalam mendukung peningkatan kualitas SDM khususnya di bidang pendidikan Islam.

Berkaitan dengan peningkatan SDM, Pemprov Jatim kata Khofifah, terus menambah jumlah penerima beasiswa pendidikan tinggi. Tercatat, hingga 20 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, sebanyak 1.193 beasiswa telah diluncurkan khusus bagi santri Jawa Timur untuk menempuh pendidikan tinggi.

“Saya selalu sampaikan bahwa peningkatan SDM adalah kebutuhan. Tiga doktor ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi juga bagian dari investasi SDM strategis Jawa Timur dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Kita ingin mencetak insan-insan berilmu, berintegritas, dan berakhlak mulia,” katanya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan urgensi   adanya Program Studi (Prodi) Islamic Finance di perguruan tinggi Indonesia, meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Hal ini, menurutnya, menjadi ironi sekaligus tantangan besar dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, kita justru belum memiliki Prodi Islamic Finance di Indonesia. Memang sudah ada kursus online seperti yang dilakukan oleh Universitas Indonesia, tapi belum menjadi program studi strata tertentu,” katanya.

Secara khusus ia mengusulkan agar pengembangan keilmuan Islamic Finance tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi dapat segera diwujudkan dalam bentuk konkret di perguruan tinggi khususnya di UINSA.

“Ini harus menjadi plan of action kita bersama.  Mudah-mudahan, UINSA bisa menjadi pelopor dan memecah telur lahirnya Prodi Islamic Finance di Indonesia,” pungkasnya.

Guna mewujudkan hal tersebut, ia menekanan pentingnya diversifikasi dosen dan perluasan jejaring perguruan tinggi khususnya ke kampus-kampus dunia  yang memiliki prodi tersebut.

“Bukan prodinya yang sulit dibuka. Tapi dosennya yang tidak ada. Kalau kita ikhtiar, kita berjejaring dengan berbagai perguruan tinggi yang sudah punya Islamic Finance maka Insya Allah bisa dikirim guru besar guru besar, pakar-pakar Islamic Finance untuk berkenan mengajarkan ilmu itu sehingga bisa dibuka Prodi di UINSA Surabaya,” pungkasnya

Sementara itu Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki, menyampaikan, apresiasi dan termakasih kepada Gubernur Khofifah atas dedikasinya dalam memajukan kualitas SDM dan perguruan tinggi Islam di Jatim.

Menurutnya dengan adanya beasiswa LPPD, banyak santri dan tenaga pendidik di pesantren  yang akhirnya mendapatkan kesempatan melanjutkan study hingga berhasil meraih gelar doktor.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dedikasi dan perhatiannya pada perguruan tinggi Islam. Dengan adanya beasiswa LPPD, tanggal 19-20 Juli akan ada 9 dari 10 penerima beasiswa yang akan diwisudakan. Dan secara resmi 9 doktor akan lahir dari kerjasama LPPD,” jelasnya. (Dwi Arifin)

Gus Fawait Bersyukur, Pemkab Jember Banjir Penghargaan

Bupati Jember Gus Fawait (kiri) dengan salah satu penghargaan yang diterima.

JEMBER-KEMPALAN: Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait mengaku bersyukur. Pasalnya, Pemkab Jember banyak menerima penghargaan di awal pemerintahannya sebagai bupati.

Dijumpai di sela-sela kegiatannya, bupati yang berasal dari kalangan santri ini tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya. Dia pun mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas capaian prestasi tersebut.

“Alhamdulillah kami mendapatkan banyak sekali penghargaan di awal-awal pemerintahan sebagai Bupati Jember. Terbaru, kami mendapatkan penghargaan terkait masalah ketenagakerjaan,” kata Gus Fawait, Rabu (2/7).

Diantara penghargaan yang diterima adalah  optimalisasi serapan gabah petani, pencegahan pernikahan dini, dan apresiasi terhadap terobosan saluran pengaduan atau saluran komunikasi dari masyarakat ke pemerintah Kabupaten Jember.

Bahkan, pada 26 Juni 2025 Pemkab Jember mendapatkan penghargaan dari Kemendagri sebagai Kabupaten yang paling peduli pada kelompok pekerja rentan.

Selain itu, dalam kegiatan Asistensi dan Monitoring Evaluasi Capaian Universal Coverage (UCJ) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Surabaya, Kabupaten meraih juara ketiga terbaik.

Peringkat kedua adalah Kabupaten Mojokerto dan peringkat kesatu diraih Kabupaten Bojonegoro. Disusul Kota Surabaya dan Kota Malang menempati peingkat keempat dan kelima.

Kabupaten Jember juga dianggap sukses melakukan optimalisasi serapan gabah petani. Perum Bulog Jember mencatat prestasi membanggakan dengan menyerap gabah petani sebanyak 122.000 ton, melampaui target awal yang ditetapkan. Capaian ini menjadikan Jember sebagai wilayah dengan penyerapan gabah tertinggi di Provinsi Jatim tahun 2025.

Kemudian pada 1 Juli 2025, Kabupaten Jember dinobatkan sebagai Juara kedua dalam ajang Penganugerahan Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (PPA) Award Jawa Timur 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim Benny Sampirwanto kepada perwakilan Pemerintah kabupaten Jember.di Surabaya.

Kabupaten Jember Juga mendapatkan penghargaann sebagai Kepala Daerah Inovatif dari JTV. Terobosan Gus Fawait dalam Bentuk saluran WADUL GUSE memenangkan kategori menyelesaikan pengaduan dan meningkatkan pelayanan publik.

Kendati demikian, Gus Fawait mengungkapkan bahwa mendapatkan penghargaan bukanlah merupakan tujuan utama.
“Tujuan utama kami adalah pengentasan kemiskinan di Jember, peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember, dan pelayanan publik yang baik di Kabupaten Jember,” tegasnya.

Gus Fawait mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas capaian ini. “Kami ucapkan terima kasih. Ini bagian dari vitamin yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Jember untuk lebih semangat lagi di dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Sukses Membawa Klubnya Lolos ke Babak Perempat Final Piala Dunia Antarklub, Pemain Ini Malah Sedih. Ini Penyebabnya

ATLANTA-KEMPALAN: Seharusnya, pemain Borussia Dortmund semua gembira ketika klubnya melangkah ke perempat final Piala Dunia Antarklub 2025. Tetapi, tidak dengan pemain ini.

Sebab, pemain ini malah bersedih setelah mengantarkan BVB ke perempat final. Dalam Babak 16 Besar yang berlangsung Rabu pagi WIB (2/7) BVB mengandaskan perlawanan Monterrey CF 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Ya, pemain tersebut adalah gelandang BVB, Jobe Bellingham. Jobe bermain sepanjang 55 menit sebelum digantikan Marcel Sabitzer. Dia turut berperan dalam membangun taktik BVB saat menjebol gawang Monterrey.

Jobe bersedih bukan karena tidak ikut menyumbangkan gol dalam laga tersebut. Tetapi, dia bersedih karena gagal menghadapi kakak kandungnya, Jude Bellingham, pada babak perempat final.

Kartu kuning yang dia dapatkan pada menit ke-28 jadi alasannya. Sebab gara-gara kartu kuning tersebut, Jobe tidak bisa dimainkan dalam laga perempat final melawan El Real. Dia terkena akumulasi kartu.

BACA JUGA: Reaksi Jude Bellingham Menangi Trofi Pertamanya untuk Real Madrid

Bukan hanya bersedih, Jobe juga sangat terpukul dengan sanksi akumulasi kartu kuning itu. ’’Dia sangat sedih dan perlu sedikit dihibur setelah pertandingan,’’ ungkap Sebastian Kehl, Direktur Olahraga BVB, dilansir dari laman Sports BILD.

Jobe Bellingham yang membela Borussia Dortmund (kiri) dan Jude Bellingham yang memperkuat Real Madrid (kanan). (Foto: SportBibble)
Jobe Bellingham yang membela Borussia Dortmund (kiri) dan Jude Bellingham yang memperkuat Real Madrid (kanan). (Foto: SportBibble)

Der trainer BVB Niko Kovac juga turut menghibur Jobe setelah pertandingan. Uniknya, Kovac menyebut Jobe sama sekali tidak tahu menahu terkait aturan yang dipakai dalam Piala Dunia Antarklub ini.

Terutama jumlah kartu kuning yang berakibat pemain mendapatkan sanksi akumulasi kartu. ’’Jobe tidak tahu bahwa kartu kuning kedua akan mengakibatkan skorsing. Ketika jeda babak pertama, dia bahkan belum mengetahui bahwa dia tidak bisa bermain dalam laga selanjutnya,’’ kata Kovac.

’’Aku yang memberi tahu dia bahwa dia absen dalam laga berikutnya, saat menghadapi Real. Dia sangat kecewa dan karena dia sangat menantikan pertemuan dengan Jude. Aku tahu, mereka akan bersua, mungkin di Liga Champions musim depan,’’ sambung Kovac.

Di sisi lain, Jude mampu membawa El Real lolos ke perempat final setelah menang tipis 1-0 atas Juventus. Jude juga menerima kartu kuning dalam laga tersebut. Bedanya, Jude baru sekali menerimanya. (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.