Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 22:22 WIB
Surabaya
--°C

Pertama di Indonesia, Finswimming Open Water Gunakan Gelang RFID di PORPROV IX Jatim

MALANG-KEMPALAN :  Cabang olahraga selam Jawa Timur kembali mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya di Indonesia, lomba Open Water Finswimming pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025 menggunakan gelang RFID (Radio Frequency Identification) sebagai bagian dari sistem pencatatan waktu elektronik berbasis teknologi presisi tinggi.

Lomba yang berlangsung pada 3 hingga 4 Juli 2025 di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, ini menerapkan dua sistem pencatatan waktu secara bersamaan. Sistem pertama adalah touchpad elektronik yang dipasang di garis finis, sementara sistem kedua adalah gelang RFID Feibot yang dikenakan oleh setiap atlet di tangan kanan dan kiri. Kombinasi ini memungkinkan pencatatan waktu yang lebih akurat, cepat, dan bebas dari kesalahan manual.

Ketua Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyatakan bahwa penggunaan RFID dalam lomba Open Water bukan sekadar soal teknologi, melainkan sebuah langkah strategis dalam mendorong tata kelola olahraga yang modern dan berintegritas. “Penggunaan RFID ini bukan sekadar teknologi, tapi pernyataan bahwa olahraga daerah bisa dan harus berkembang mengikuti standar dunia. Ini lompatan penting bagi transparansi dan modernisasi cabang selam,” tegasnya.

Feibot RFID sendiri merupakan sistem pencatatan waktu otomatis berbasis gelombang radio yang telah digunakan dalam berbagai lomba internasional seperti triathlon dan lari jarak jauh. Dalam konteks Open Water Finswimming, sistem ini bekerja dengan menangkap sinyal dari gelang RFID saat atlet melewati titik pembacaan seperti garis finis. Sinyal yang tertangkap oleh antena akan dikirim langsung ke sistem, dan waktu resmi atlet dicatat secara otomatis tanpa perlu menyentuh alat apa pun.

Dalam kondisi lomba di air terbuka, posisi tubuh atlet yang terus berubah serta gangguan dari gelombang dapat mempengaruhi kekuatan sinyal. Untuk itu, setiap atlet mengenakan dua gelang RFID—di tangan kanan dan kiri—guna memastikan sinyal tetap terbaca dengan optimal. Sistem akan menggunakan sinyal pertama yang berhasil ditangkap sebagai waktu resmi, sedangkan sinyal dari gelang kedua berfungsi sebagai cadangan. Pendekatan ini menjamin redundansi dan ketepatan data, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan atlet.

Sebelum lomba dimulai, setiap gelang RFID terlebih dahulu didaftarkan dan dipetakan secara digital ke dalam sistem perangkat lunak Feibot. Pada saat perlombaan berlangsung, atlet berenang sesuai lintasan yang telah ditentukan, dan saat melintasi garis finis, sinyal dari salah satu atau kedua gelang dibaca oleh antena yang dipasang di pelampung atau papan apung. Data tersebut lalu diverifikasi oleh operator untuk memastikan waktu start dan finish tercatat sempurna.

Penerapan sistem ini membawa sejumlah keunggulan signifikan. Selain meningkatkan akurasi pencatatan waktu secara real-time, sistem RFID juga menghilangkan kebutuhan interaksi fisik seperti menekan tombol atau menyentuh sensor, sehingga lebih higienis dan aman untuk digunakan dalam perairan terbuka. Selain itu, sistem ini terbukti tangguh dan adaptif di berbagai kondisi, menjadikannya pilihan ideal untuk lomba dengan tingkat kompleksitas tinggi seperti finswimming di alam terbuka.

Dengan keberhasilan implementasi RFID dalam lomba Open Water Finswimming ini, PORPROV IX Jawa Timur 2025 tak hanya menjadi ajang adu prestasi, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pelopor inovasi teknologi dalam dunia olahraga air tingkat provinsi. Jawa Timur membuktikan bahwa transformasi digital dalam olahraga bukan lagi masa depan, melainkan kenyataan hari ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Setujui Usulan Khofifah, Presiden Prabowo Percepat Realisasi Proyek SRRL Surabaya-Sidoarjo

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau proyek SRRL tahap 1 rute Surabaya Gubeng -Sidoarjo.

SURABAYA-KEMPALAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyetujui percepatan realisasi Proyek Surabaya Regional Railways Line (SRRL) Surabaya-Sidoarjo dan Jalur Ganda Wonokromo-Sepanjang yang diusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui surat tertanggal 14 Mei 2025 nomor 551.6/16050/113.2/2025.

Sebagai tindak lanjut persetujuan Presiden tersebut, Menteri Perhubungan RI menerbitkan surat dengan nomor UM.006/4/17/MHB/2025 per tanggal 13 Juni 2025 perihal Konfirmasi Pelaksanaan Kegiatan Surabaya Regional Railway Line, dengan tembusan kepada Gubernur Jawa Timur.

Atas percepatan tersebut, Gubernur Khofifah memastikan realisasi Proyek Surabaya Regional Railways Line (SRRL) tahap 1 dengan rute Surabaya Gubeng – Sidoarjo akan dipercepat. Proyek SRRL ini sendiri merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Tak hanya itu, untuk pembangunan Jalur Ganda Kereta Api segmen Sepanjang – Wonokromo juga akan segera dimulai dalam waktu dekat untuk meningkatkan konektivitas transportasi di kawasan Gerbangkertasusila.

“Kepastian ini kami sampaikan setelah kami mendapatkan jawaban dari Kementerian Perhubungan bahwa permohonan kami untuk percepatan proyek SRRL dan juga jalur ganda kereta api Sepanjang-Wonokromo disetujui akan akan dipercepat untuk segera direalisasikan,” tegas Gubernur Khofifah, Jumat (4/7).

Gubernur Khofifah menjelaskan, SRRL sendiri saat ini berada dalam tahap awal pelaksanaan dan tengah menuntaskan berbagai proses administratif termasuk persiapan anggaran dan pengadaan.

“Kami juga baru ditembusi surat Menteri Perhubungan pada Menteri Keuangan. Bahwa Menhub meminta Menkeu untuk segera memproses lebih lanjut penandatanganan perjanjian pinjaman untuk kegiatan SRRL Fase I. Termasuk pengalokasian kebutuhan anggaran SRRL Fase I pada TA 2026,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan, proyek ini cukup strategis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi KA perkotaan di kawasan Metropolitan Surabaya. Oleh sebab itu Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sengaja menghadirkan SRRL agar memudahkan akses dan mobilitas  masyarakat di kawasan metropolitan Surabaya.

“Proyek SRRL sejalan dengan visi besar Asta Cita dan Prioritas Nasional Presiden Prabowo untuk mendukung sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Khofifah.

Khofifah optimis, kehadiran SRRL mampu mengoptimalkan berbagai aspek layanan KA Perkotaan yang menghubungkan Surabaya dengan berbagai kota-kota penyangga di sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Lamongan.

“Proyek ini dapat mewujudkan sistem transportasi yang lancar, aman dan berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi sekitar 10 juta penduduk di kawasan Metropolitan Surabaya,” jelasnya.

“Selain itu, mendukung pencapaian target Pertumbuhan Ekonomi Nasional sebesar 8% dan sejalan dengan Prioritas Nasional, yaitu PN 2 (Transformasi Ekonomi Hijau), PN 3 (infrastruktur Berkelanjutan) dan PN 6 (Penguatan Perkotaan) dengan meningkatkan konektivitas Surabaya-Sidoarjo,” imbuhnya.

Tidak sekadar mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, Khofifah mengatakan, kehadiran SRRL akan menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekitar terhadap penggunaan transportasi massal yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kami terus mendorong percepatan penyelesaian dokumen dan koordinasi lintas sektoral agar berbagai proses persiapan administratif ini dapat segera rampung sehingga proses konstruksi dapat segera dimulai sesuai jadwal, yakni tahun 2027 mendatang,” jelasnya.

Sedangkan untuk percepatan pembangunan Jalur Ganda Kereta Api segmen Sepanjang – Wonokromo, ditegaskan Gubernur Khofifah saat ini telah tersedia dokumen Detail Engineering Design (DED) dari Kementerian
Perhubungan. Pembangunan jalur ini diharapkan dapat mengurai bottleneck pada jalur kereta api lintas selatan Jawa.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menyampaikan proyek SRRL direncanakan akan dikerjakan proses konstruksi proyek SRRL pada tahun 2027 dan dibagi menjadi dua tahap, yakni Tahap 1 (Fase A dan B) dan Tahap 2.

Tahap pertama pengembangan Proyek SRRL Fase A berfokus beberapa pekerjaan strategis, diantaranya konstruksi jalur ganda dan elektrifikasi pada jalur Sidoarjo – Gubeng sepanjang 27 KM.

Kemudian perbaikan dan peningkatan fasilitas sejumlah stasiun diantaranya stasiun Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, Sidoarjo serta peningkatan Depo Sidotopo.

“Ruang lingkup pekerjaan pada fase 1A termasuk penanganan perlintasan sebidang serta pembangunan beberapa flyover di sejumlah titik rawan kemacetan dan peningkatan fasilitas sistem persinyalan dan telekomunikasi di sepanjang jalur Depo Sidotopo – Sidoarjo,” jelasnya.

Lebih lanjut, Allan menjelaskan pekerjaan proyek SRRL, DJKA menitikberatkan upaya peningkatan kenyamanan serta kelancaran mobilitas pengguna KA di beberapa stasiun yang akan disiapkan pengaturan akses pintu masuk stasiun. “Dapat dilewati dari dua arah, yaitu melalui pintu depan dan pintu belakang,” ujarnya.

Allan berharap proyek SRRL memberi solusi dalam menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat serta mendorong proses shifting penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Kami akan terus berkolaborasi baik dengan Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jawa Timur, Kementerian/Lembaga terkait serta tentunya dengan masyarakat sekitar agar memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal baik dari segi ekonomi maupun sosial,” tutupnya. (Dwi Arifin)

Surabaya Pastikan Juara Umum Porprov 2025, Sampai Jumpa di Surabaya!

Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah (kaos hjau) saat meninjau cabor berkuda.

MALANG-KEMPALAN: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 akan berakhir Sabtu (5/7) besok. Namun, hingga Jumat (4/7) pukul 09.00 WIB, Kota Surabaya sudah meraih 160 medali emas, 99 perak, dan 100 perunggu dengan poin 938.

Sementara posisi kedua ditempati tuan rumah Kota Malang yang meraih 110 medali emas, 95 perak, dan 82 perunggu, poin 696. Sedang tempat ketiga menyusul Kabupaten Sidoarjo, meraih 69 medali emas, 73 perak, dan 84 perunggu, poin 512..

Artinya, meski Porprov 2025 belum berakhir, tapi Kota Surabaya sudah dapat dipastikan kembali meraih juara umum untuk kesembilan kalinya secara berturut.

Dan yang membanggakan, Kota Surabaya kembali menoreh sejarah, yakni kembali meraih medali emas cabor sepak bola. Di final Surabaya mengalahkan Kabupaten Mojokerto 3-2 lewat adu penalti.

Sebenarnya,  sejak Porprov Jatim digelar, Kota Surabaya sudah pernah merebut medali emas. Yaitu pada Porprov Jatim I 2007 di Surabaya. Saat itu Ketua KONI Kota Surabaya dijabat Saleh Ismail Mukadar dan masih menggunakan dana hibah..Sejak itu, Surabaya tidak pernah meraih medali emas cabor sepak bola. Dan baru pada Porprov Jatim IX 2025 ini kembali meraih medali emas.

Karena itu, Hoslih Abdullah merasa sangat bersyukur. Apalagi cabor futsal putra juga meraih medali emas, setelah difinal dinyatakan menang lawan Kota Malang oleh AFP Jatim dan penyelenggara Porprov 2025.

Sebelumnya, laga final futsal putra sempat dihentikan oleh wasit saat Surabaya unggul 2-0 atas Kota Malang lantaran terjadi kerusuhan. Waktu itu pertandingan masih tersisa 8 menit.

Namun, Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur dan Penyelenggara Porprov Jawa  Timur 2025 akhirnya memutuskan Surabaya sebagai pemenang. Selain itu, pihak AFK Malang dan Manajer Tim Futsal Putra Kota Malang, sebelumnya juga telah berjiwa besar dan sportif mengakui keunggulan Surabaya.

“Raihan ini tentu sangat membanggakan dan patut disyukuri. Sebab Kota Surabaya tidak hanya mengunci juara umum Porprov Jatim untuk kesembilan kalinya berturut-turut, tapi juga meraih medali emas sepak bola dan futsal,” ujar Hoslih Abdullah kepada kempalan.com, Jumat (4/7).

Dan yang lebih membanggakan, Kota Surabaya meraih sukses ini tanpa didukung dana hibah dari Pemkot Surabaya. “Sudah lama KONI Surabaya tidak lagi menggunakan dana hibah, yaitu sejak Porprov Jatum  IV 2013 atau sejak 12 tahun silam, tapi Surabaya tetap konsisten meraih juara umum,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa cabor Kota Surabaya seperti dayung, judo, karate, pencak silat, renang, selam, skateboard, panahan, atletik, muaythai, arung jeram, dan berkuda juga tetap konsisten menjadi lumbung untuk mendulang medali emas. Bahkan, cabor dayung, judo, renang, selam, skateboard, muaythai dan berkuda meraih juara umum. Terakhir, hari ini berkuda merebut 7 medali emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Sedang muaythai menyabet 5 medali emas.

Cabot anggar sebenarnya juga menjadi lumbung medali emas Kota Surabaya. Tapi, cabor ini tiba-tiba dihentikan dan tidak dipertandingkan oleh KONI Jatim/PB Porprov. Padahal, Surabaya sudah merebut 6 keping medali emas.

Saat ini, kendati sudah dipastikan meraih gelar juara umum, tapi pada dua hari terakhir ini Kota Surabaya diprediksi akan terus menambah perolehan medali. Pasalnya, ada beberapa cabor andalan yang masih bertanding.

Sebut saja pencak silat, sambo, tarung derajat, tenis lapangan, panahan, karate, catur, atletik, senam, selam, arung jeram, angkat berat, sepatu roda, muaythay, panjat tebing, dan menembak.

Karena itu, Hoslih Abdullah berharap para atlet tetap fokus pada pertandingan dan tetap menjaga kesehatan, sehingga meraih hasil maksimal seperti yang telah diprediksi.

Wajar jika Hoslih berkata demikian. Pasalnya, di Porprov Jatim IX 2025 ini Kota Surabaya ditarget meraih 200 medali emas. Hal ini seperti disampaikan Wali Kota Surabaya saat melepas kontingen Kota Surabaya di Halaman Balai Kota Surabaya, 11 Juni 2025 lalu.

“Saya yakin Kota Surabaya mampu meraih 200 medali emas, bahkan lebih banyak dari itu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, kala itu.

Artinya, perjuangan para atlet belum berakhir. Meski sudah juara umum dengan meraih 160 medali emas, masih ada satu lagi yang harus dituntaskan. Yaitu, memenuhi target meraih 200 medali emas.

Menanggapi hal ini, Hoslih tetap menyatakan keyakinannya jika Surabaya bakal mampu meraih 200 medali emas seperti target dari Wali Kota Eri Cahyadi.

“Insya Allah. Seseuai prediksi kita, mudah-mudahan 200 medali emas akan terpenuhi. Hanya selisihnya tipis,” ujar Hoslih.

Ya, semoga saja. Sebab, untuk meraih target tersebut tentunya tidak mudah. Mengingat, persaingan pada porprov kali ini makin ketat. Prestasi olahraga beberapa daerah di Jawa Timur makin merata.

Misalnya Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu selaku tuan rumah Porprov 2025. Kemudian Kabupaten Sidoarjo, Kota Kediri, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Gresik, yang menunjukkan perkembangan cukup pesat.

Sehingga beberapa cabor yang awalnya ditarget medali emas oleh Surabaya, akhirnya lepas. Contohnya bola voli indoor yang ditarget 2 medali emas, ternyata gagal. Hanya dapat 1 perak (pi) dan 1 perunggu (pa).

Untuk itu, selain meminta para atlet fokus dan menjaga kesehatan agar bisa tampil maksimal, Hoslih mohon doa dan dukungan dari masyarakat Surabaya. “Bismillah, Insya Allah mudah-mudahan berhasil,” tandasnya.

Satu berita gembira lagi, Kota Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov Jatim X 2027. “Sampai jumpa di Surabaya. SK-nya sudah ada,” pungkas Hoslih. (Dwi Arifin)

10 BESAR SEMENTARA PEROLEHAN MEDALI PORPROV JATIM IX 2025

KONTINGEN    Ems  Prk  PRNGGU   POIN 
1 K. SBY           160    99     100            938
2 K. MLG          110    95     84            714
3 Kb. SDJO        69    73       84             512
4 Kb. MLG          40    43       66            313
5 K.KEDIRI         44     41      34             292
6 Kb. Gresik       32     2       40              224
7 Kb. P.ruan       26     27      31  .        189
8 K. BATU          21     26       33            169 
9 Kb. B.KLAN    19      31      19            157
10 K. MJKTO    15      28        38      154

Pertandingan Petanque PORPROV Jatim IX Hari ke 5 Dihentikan Akibat Cuaca Ekstrem

MALANG – KEMPALAN: Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tempat di gelarnya cabor Petanque Porprov IX Jatim memaksa panitia menghentikan sementara pertandingan cabang olahraga (cabor) petanque dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025, Kamis (3/7). Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan tenda panitia roboh dan peralatan pertandingan rusak, memaksa Technical Delegate (TD) dan para manajer tim untuk mengambil keputusan penghentian.

Pertandingan hari kelima yang digelar di area terbuka Bess Resort Lawang sejatinya sudah memasuki ronde kedua saat cuaca mulai berubah drastis. Sekitar pukul 13.30 WIB, hujan turun sangat deras dan disertai angin kencang yang memaksa jalannya pertandingan tidak bisa di laksanakan sesuai jadwal.

Menurut pantauan langsung di lokasi, sejumlah peralatan elektronik, termasuk layar monitor penunjuk waktu (timer), terkena dampak dari tenda panitia yang roboh. Salah satu layar bahkan dilaporkan pecah akibat hempasan material tenda yang tersapu angin.

“Kalau dalam istilah olahraga, ini masuk kategori force majeure, kejadian di luar kendali manusia,” ujar ketua peyenlenggara Dr. Abdul Hafid, saat ditemui usai kejadian.

“Angin cukup besar, tenda roboh, hujan deras, dan beberapa area juga mulai tergenang air. Perangkat pertandingan tidak bisa berfungsi normal. Tapi yang paling penting, semua yang ada di lokasi selamat, tidak ada korban,” lanjut Hafid.

Ia menekankan perlunya evaluasi terhadap prosedur teknis dari penyelenggara, khususnya dalam pemasangan tenda dan pelindung area pertandingan. “Event Organizer perlu memahami bahwa pemasangan tenda pun ada SOP-nya. Jangan sampai terulang,” katanya.

Sementara itu Dewan Hakim cabor Petanque menilai sebenarnya cobor petanque ini adalah cabor murah tapi tidak murahan. Hanya saja jika event Porprov ini di kemas secara baik dan profesional tentu outputnya akan baik juga

“Ini event besar tapi safety keamanan di lokasi harus standard. Semua demi keselamatan dan kesuksesan penyelenggaraan agar kedepan Petanque dapat berkembang pesat di Indonesia khususnya di Jawa Timur,” ucap Prof. Nurkholis.

Keputusan penghentian pertandingan diambil setelah diskusi antara Technical Delegate (TD), panitia, dan para manajer tim dari 32 kabupaten/kota peserta. Pertimbangan utama adalah keselamatan atlet dan ofisial, mengingat cuaca yang dingin serta potensi risiko kesehatan jika pertandingan diteruskan.

“Kalau dipaksakan lanjut, bisa berdampak ke kondisi fisik atlet. Mereka bermain di udara terbuka, tanah mulai becek, hujan deras, suhu juga turun drastis. Kita tidak ingin ada yang sakit atau celaka,” ujar Hafid.

Meski demikian, panitia menegaskan bahwa penghentian ini tidak akan mengganggu jalannya pertandingan secara keseluruhan. Jadwal akan disusun ulang agar pertandingan yang tertunda dapat dilanjutkan esok hari tanpa mengorbankan waktu atau kualitas kompetisi.

“Sudah ada kesepakatan bersama. Jadi hari ini dihentikan, besok pagi dilanjutkan. Semua bisa dikondisikan,” jelasnya.

Petanque merupakan olahraga yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan sportivitas. Dalam situasi sulit sekalipun, komunikasi antartim tetap berlangsung harmonis.

“Di petanque, kita punya moto: satu boka berjuta keluarga, satu bosi berjuta prestasi. Jadi semua mudah diajak bicara, tidak ada keributan atau konflik,” ujar Hafid menambahkan dengan nada lega.

Porprov IX Jawa Timur 2025 sendiri menjadi ajang penting bagi para atlet petanque dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hingga hari kelima, persaingan masih berlangsung ketat, dengan beberapa kabupaten/kota unggulan mulai menunjukkan dominasinya.

Dengan cuaca yang diperkirakan membaik keesokan harinya, panitia berharap pertandingan dapat kembali berlangsung dengan lancar. Semangat kebersamaan yang terjalin di antara peserta dan panitia menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan di lapangan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Porprov Jatim 2025 Naik Kelas, KONI Jatim Optimistis Cetak Atlet Berprestasi Kelas Dunia

MALANG-KEMPALAN : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur optimistis ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 yang digelar di Malang Raya akan melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat dunia.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengungkapkan bahwa optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah indikator penting. Pertama, peningkatan jumlah peserta dibandingkan edisi sebelumnya. Selain itu, munculnya atlet-atlet muda berbakat juga menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga di Jatim.

 “Saya sempat menanyakan usia salah satu atlet, dan ternyata baru 12 tahun. Ini jelas bibit prestasi yang harus dibina secara berkelanjutan,” kata Nabil dalam acara talk show bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Media Center Sima, Kota Malang, Kamis (3/7/2025) malam.

Menurut Nabil, sejumlah cabang olahraga (cabor) juga mencatat pemecahan rekor, meski masih dalam skala Porprov. Salah satu yang menonjol adalah cabor selam. Dari 26 nomor pertandingan, 20 di antaranya mencetak rekor baru.

 “Ketika ada pemecahan rekor, berarti ada hasil pembinaan yang lebih baik di daerah,” ujar Nabil.

Ia juga menyoroti pemerataan perolehan medali sebagai hasil dari peningkatan jumlah cabor dan disiplin pertandingan, serta upaya pembinaan merata di berbagai daerah.

KONI Jatim juga membentuk tim talent scouting yang bertugas memetakan potensi dan performa seluruh atlet peserta. Data yang dikumpulkan akan menjadi “bank atlet” yang disiapkan untuk berlaga di level lebih tinggi, mulai dari PON hingga panggung internasional.

 “Obsesi kami adalah membawa semangat atlet Jatim menuju prestasi dunia. Motto kepengurusan kami jelas: Dari Jatim untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia. Kami sangat optimistis para atlet ini kelak akan mengharumkan nama Indonesia,” tegas Nabil.

Namun, Nabil tetap mengimbau seluruh daerah di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar potensi atlet muda terus berkembang dan tidak terhenti di tingkat lokal.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan KONI Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menunjuk Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Porprov, termasuk sebagai lokasi upacara pembukaan.

Ia mengatakan bahwa ajang dua tahunan ini memberikan dampak besar tidak hanya terhadap dunia olahraga, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat.

 “Tantangannya memang ada pada besarnya anggaran yang harus kami keluarkan. Namun, dampak ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya sektor UMKM dan pariwisata,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, sektor akomodasi di Kota Malang mengalami lonjakan signifikan. Asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat okupansi melonjak hingga menyebabkan beberapa penginapan menolak tamu karena sudah penuh.

 “Bahkan sekarang beberapa hotel sampai menolak-nolak karena kapasitas penuh,” ujarnya.

Melalui ajang ini, Wahyu berharap masyarakat semakin mencintai olahraga dan Kota Malang semakin dikenal luas, baik secara nasional maupun internasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

BREAKING NEWS: Diogo Jota Meninggal Dunia Karena Kecelakaan di Spanyol

CERNADILLA-KEMPALAN: Kabar duka datang dari persepakbolaan Eropa. Khususnya dari ruang ganti Liverpool FC dan timnas Portugal. Kamis waktu setempat (3/7), winger LFC dan Portugal Diogo Jota kehilangan nyawanya akibat kecelakaan mobil.

Laman Globo Esporte menyebutkan, Jota mengendarai mobil sport Lamborghini dengan adiknya, Andre Silva. Istrinya, Rute Cardoso, menyebut Jota dan adiknya saat itu hendak menuju ke desa Benavente, 60 kilometer dari TKP kecelakaan.

Dari situ, rencananya mereka akan meneruskan perjalanan menuju ke Santander, kota pelabuhan di Spanyol. Dari situ dia akan menaiki kapal feri menuju ke Portsmouth, yang akan dia lanjutkan ke Liverpool.

BACA JUGA: Diogo Jota Menangkan Liverpool atas Mantan Klubnya

Diperkirakan, kejadian naas tersebut terjadi pada Kamis dini hari. Atau, sekitar pukul 00.30 waktu setempat. Laporan menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi karena mobil yang mereka kendarai melaju terlalu kencang.

Sehingga, terjadi pecah ban dan mobil pun kehilangan kendali sampai keluar dari jalan raya. Mobil itu pun lalu meledak. Jota dan Silva tewas dalam kobaran api bersama mobil yang mereka kendarai.

Laporan menyebutkan, pihak-pihak terkait di Spanyol mulai menggelar investigasi atas kejadian tersebut. Garda Sipil di Provinsi Zamora melihat adanya indikasi pelanggaran kecepatan tinggi di balik kejadian tersebut.

Ironisnya, Jota meninggal dunia berjarak sebelas hari setelah dia menikahi kekasihnya, Rute, 22 Juni lalu. Dari hubungannya dengan Rute, Jota sudah dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil.

Presiden akademi Gondomar yang dibangun Jota bersama adiknya, Alvaro Cerqueira di dalam situasi ini menjadi sosok yang paling terpukul. Karena, dia sempat menghubungi Jota sesaat sebelum kejadian.

’’Dia melakukan kontak langsung dengan Jota beberapa saat sebelum kecelakaan. Tetapi untuk saat ini dia masih terlihat shock. Banyak media yang mencoba menghubunginya,’’ sebut juru bicara akademi Gondomar.

Terlepas dari itu, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) sudah meminta kepada UEFA agar menggelar tribute bagi Jota dalam pertandingan Euro Wanita yang mempertemukan tim Portugal melawan Spanyol di fase grup, Jumat dini hari WIB (4/7).

Untuk penghormatan bagi Jota, sebelum laga itu dimulai dibuka dengan mengheningkan cipta selama semenit. ’’Kami bersama orang-orang terkasih yang sudah dia tinggalkan di saat ini,’’ sebut UEFA dalam pernyataannya. (YMP)

Khofifah Bebaskan Biaya Pengobatan di RS Pemprov Jatim Bagi Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Tim BPBD Jatim dikerahkan untuk membantu tim gabungan melakukan pencarian korban laka laut KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali, Rabu (2/7)

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak aktif melakukan penanganan laka laut KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

Tim BPBD Jatim telah dikerahkan untuk membantu tim gabungan melakukan pencarian korban laka laut KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali pada Rabu (2/7). Ia berkomitmen Pemprov Jatim akan mengawal pencarian korban hingga tuntas.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menjamin bahwa Pemprov Jatim menanggung seluruh biaya pengobatan para korban warga Jatim bagi mereka yang dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim.

“Sampai siang  tadi, saya telah menerima laporan bahwa total  yang ditemukan ada sebanyak 31 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia. Kita menyampaikan duka yang mendalam khususnya untuk korban yang meninggal dunia. Terutama dari 5 korban meninggal dunia, 3  diantaranya adalah warga Jatim,” ujar Gubernur Khofifah, Kamis (3/7).

Korban meninggal dunia yang berasal dari Jatim diketahui atas nama Eko Satriyo (51 tahun) warga Banyuwangi, Anang Suryono (59) warga Probolinggo dan Elok Rumantini (34 tahun) warga Banyuwangi. Semetara 1 orang lainnya adalah Cahyani (45 tahun) warga asal Jawa Tengah dan Fitri April Lestari (33 tahun) warga Banyuwangi.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menuturkan, data sementara yang dilaporkan BPBD Jatim, KMP Tunu Pratama Jaya membawa total 78 penumpang dan awak. Hingga Kamis siang , 31 orang berhasil diselamatkan, 5 meninggal dunia.

Selain itu selebihnya  masih dalam pencarian. Operasi penyelamatan difokuskan di area perairan tempat kapal tenggelam di Selat Bali.

Sebanyak 26 dari 31 korban selamat teridentifikasi sebagai warga Jawa Timur, yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Lumajang.

“Kami pastikan bahwa Pemprov Jatim akan membebaskan biaya pengobatan para korban selamat laka laut KMP Tunu Pratama Jaya yang dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim. Ini adalah wujud perhatian kita bagi korban laka laut yang mayoritas adalah warga Jatim,” tegasnya.

KMP Tunu Pratama Jaya diketahui tenggelam sekitar pukul 23.20 WIB saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. Dugaan awal penyebab kecelakaan laut tersebut adalah kebocoran di ruang mesin kapal yang menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam.

“Saya sudah minta Kepala BPBD untuk melakukan identifikasi domisili para korban dan melaporkan setiap perkembangan. Kita juga mendukung penuh logistik dan personel, termasuk perahu karet, kopel, dan tim penyelamat yang sudah berada di lapangan,” katanya

Tim SAR gabungan, kata Khofifah, saat ini terus melakukan penyisiran laut dan pantai. Ambulans dari relawan juga telah disiagakan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, guna memfasilitasi proses evakuasi para korban yang belum ditemukan dan penanganan medis bagi para korban selamat.

Ia menjelaskan, proses pencarian sangat tergantung pada kondisi cuaca dan arus laut. Namun koordinasi lintas wilayah terus dilakukan, termasuk dengan BPBD Jatim, BPBD Bali serta BPBD Kabupaten Banyuwangi.

“Semua unsur sudah dikerahkan, termasuk TNI, Polri, Polairud, BPBD, Tagana, hingga para relawan. Kita berupaya keras agar semua korban yang belum ditemukan bisa segera dievakuasi,” ujarnya.

Selain mengevakuasi penumpang, upaya penyelamatan kendaraan juga menjadi perhatian. Tercatat 22 unit kendaraan turut tenggelam bersama kapal, dan akan dievakuasi setelah proses penyelamatan korban manusia diprioritaskan selesai.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diverifikasi. Ia meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait.

“Saya sudah sampaikan ke BPBD untuk terus update perkembangan terbaru, memperbarui laporan. Kita harus saling update dan bahu-membahu dalam situasi seperti ini,” ucap Khofifah.

Di akhir, ia juga menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengawal proses pencarian dan memberikan bantuan lanjutan bagi keluarga korban. Ia juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar para korban yang hilang segera ditemukan.

“Saya berharap semua korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kita tidak berhenti berikhtiar. Semoga semua proses berjalan lancar dan korban-korban yang belum ditemukan segera bisa kembali ke keluarga,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Bertemu Rektor UB, Sygma Perkenalkan Program SMSI Goes to Kampus

Sygma Research and Consulting saat menggelar pertemuan strategis dengan Rektor UB Prof. Widodo di Gedung Rektorat UB, Malang.

MALANG-KEMPALAN: Sygma Research and Consulting (SRC) menggelar pertemuan strategis dengan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo di Gedung Rektorat UB, Malang.

Pertemuan ini untuk membahas tantangan riset nasional, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta peran generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, CEO Sygma Ken Bimo Sultoni0 menyampaikan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya menyangkut aspek politik dan ekonomi, tetapi juga bagaimana dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap revolusi teknologi, khususnya AI.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara kampus, dunia riset, dan media dalam membentuk ekosistem pengetahuan yang kokoh dan inklusif.

Prof. Widodo menyambut baik pertemuan tersebut dan menegaskan komitmen UB dalam mendukung riset-riset yang aplikatif serta pengembangan teknologi yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan keindonesiaan.

“Kami menyadari pentingnya inovasi berbasis riset, namun tetap memegang prinsip etika dan relevansi sosial. AI harus menjadi alat pemberdayaan, bukan pengganti peran manusia,” ujar Prof. Widodo.

Dalam kesempatan yang sama, Sygma juga memperkenalkan program kerja sama dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bertajuk “SMSI Goes to Campus”, yang mengusung tema Pelatihan Jurnalistik Klasik dan Penggunaan AI di Era Digital.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi dinamika media digital, sekaligus memperkenalkan pendekatan jurnalistik berbasis etika dan teknologi.

“Lewat program ini, kami ingin membekali generasi muda dengan keterampilan jurnalistik yang kuat, tidak hanya teknis penulisan, tetapi juga pemahaman kritis terhadap penggunaan AI dalam produksi konten,” jelas Ken Bimo.

Program “SMSI Goes to Campus” dijadwalkan akan digelar di berbagai kampus besar di Indonesia, termasuk Universitas Brawijaya sebagai salah satu tuan rumah utama.

Pelatihan ini akan menghadirkan praktisi media, akademisi, hingga pakar AI yang siap berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa.

Sementara Ketua Serikat Media Siber Indonesia  (SMSI) Jatim Sokip  SH MH sangat mengapresiasi pertemuan Sygma dengan Rektor UB.

Menurut Sokip, pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun kolaborasi antara dunia kampus, riset, dan media.

“Sekaligus mempersiapkan generasi  muda yang siap menjawab tantangan zaman. Semua ini harus kita mulai bersama-sama,” tambah Sokip yang juga alumi Fakultas Hukum UB. (Dwi Arifin)

MK Putuskan SD-SMP Wajib Gratis, Wali Kota Eri Tunggu Juknis Pusat

SURABAYA-KEMPALAN: Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa pemerintah pusat dan daerah wajib menggratiskan biaya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik di sekolah negeri maupun swasta. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (27/6).

Dalam Amar Putusan Nomor 3/PUU-XXII/2024, MK menegaskan kewajiban negara untuk menjamin terselenggaranya pendidikan dasar secara gratis tanpa diskriminasi terhadap penyelenggara, baik pemerintah maupun masyarakat.

Menanggapi keputusan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait implementasi kebijakan pendidikan dasar gratis.

“Itu kita sampaikan juga terkait hal ini masih menunggu juknisnya dari pemerintah (pusat). Apakah juknisnya itu ngasih gratis semuanya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (2/7).

Ia menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat mengambil langkah kebijakan karena belum adanya regulasi teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kemarin Pak Menteri masih mengatakan ada sekolah yang diperbolehkan (pungut biaya). Jadi kita masih menunggu saja, biar tidak ada pendapat yang bedo-bedo (yang beda-beda),” ujarnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wali Kota Eri juga menyampaikan berbagai capaian pembangunan Surabaya pada 2024, termasuk strategi menghadapi tantangan ke depan. Salah satu prioritas utama pemkot adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia menyebutkan bahwa penguatan SDM menjadi kunci pembangunan masa depan Kota Pahlawan. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada tahun 2024 yang mencapai 84,69 persen atau tertinggi di Jawa Timur. “Komitmen ini diwujudkan melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 20 persen atau Rp2,5 triliun,” ujar Wali Kota Eri.

Dalam sektor pendidikan, Pemkot Surabaya telah menggratiskan biaya sekolah bagi lebih dari 180 ribu siswa SD dan SMP negeri. Selain itu, pemerintah kota juga memberikan beasiswa kepada 3.964 siswa penghafal kitab suci dari jenjang TK hingga SMP.

“Selain itu, lebih dari 21.000 siswa SMA/SMK/MA menerima beasiswa dengan total anggaran lebih dari Rp108 miliar, dan 3.500 mahasiswa perguruan tinggi juga mendapatkan beasiswa,” sambungnya.

Di samping itu, Pemkot Surabaya juga menjalankan program bantuan seragam gratis yang menjangkau 12.850 siswa SMP/MTs negeri dan 6.389 siswa SMP/MTs swasta. Upaya peningkatan mutu pendidikan juga dilakukan melalui program “Sinau Ngaji Bareng” di 234 Balai RW dan “Surabaya Mengajar” yang melibatkan 1.882 mahasiswa.

Tak hanya itu, Kota Surabaya juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan inklusi. Saat ini, terdapat empat Rumah Anak Prestasi (RAP), dua TK inklusi, 284 SD inklusi, dan 63 SMP inklusi. Pemkot juga menyediakan Asrama Bibit Unggul bagi anak-anak berprestasi dari keluarga miskin (gamis).

“Kota ini juga peduli pada pendidikan inklusi dengan empat Rumah Anak Prestasi (RAP), dua TK inklusi, 284 SD inklusi, dan 63 SMP inklusi, serta Asrama Bibit Unggul untuk anak berprestasi dari keluarga miskin (gamis),” pungkas dia. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.