Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 07:46 WIB
Surabaya
--°C

Sidoarjo dan Gresik Raih Emas Voli Indoor Porprov IX/2025

MALANG – KEMPALAN : Tim voli indoor putra Kabupaten Sidoarjo berhasil mempertahankan medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Farid Daffa Musthofa dkk mengalahkan tim pembunuh raksasa Kabupaten Ngawi 3-0 dalam partai final di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (3/7).

Pelatih Sidoarjo Syaifuddin Zuhri bersyukur dengan hasil tersebut. “Alhamdulillah ini dukungan dari teman-teman semuanya, latihan rutin satu minggu tiga kali,” kata Syaifuddin.

“Kami juga ingin mempertahankan emas, kemarin sudah juara satu, sekarang kami juga jangan sampai kalah,” lanjutnya.

Tim voli indoor putra Sidoarjo relatif tidak mendapat perlawanan berarti di babak final. Terlihat, saat set pertama dan ketiga mereka tidak membiarkan Ngawi mencetak lebih dari 20 poin. Selama tiga set berlangsung, Sidoarjo unggul dengan skor 25-19, 25-22 dan 25-19.

Di sisi lain lolosnya Ngawi ke partai final bisa dikatakan sebuah kejutan. Sebab di laga semifinal Ngawi memupus ambisi Kota Surabaya untuk meraih medali emas.

 “Kami latihan rutin lima bulan sebelumnya, kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa dengan komposisi pemain yang saat ini kami miliki targetnya hanya di semifinal,” kata pelatih Ngawi Agung Dwi Janarto.

Gresik Balaskan Kekalahan di Final Porprov VIII/2023

Sementara itu, di sektor putri, emas diraih oleh tim voli indoor Kabupaten Gresik. Nabila Purwita dkk menang tipis 3-2 (21-25, 25-22 , 25-19, 18-25, 15-8)kala menghadapi Kota Surabaya. Itu sekaligus jadi pembalasan setelah final Porprov VIII/2023 lalu Gresik kalah 1-3.

“Dengan persiapan yang cukup bagus kami memang menargetkan final. Tapi karena dua tahun yang lalu kami juara dua, otomatis kami kepikirannya meningkat jadi juara satu,” tutur pelatih Gresik Agus Gunawan.

Gresik diperkuat pemain Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, sementara Surabaya kebanyakan dihuni pemain-pemain dari klub Surabaya Bank Jatim. Meski sudah sama-sama tahu kekuatan masing-masing karena sering bertemu, tapi itu tidak menjamin Gresik bisa menang mudah.

“Kami sudah sering ketemu. Oleh sebab itu kekurangan-kekurangan kami benahi waktu TC (pemusatan latihan),” kata Agus. “Surabaya cukup pengalaman dengan pemain-pemain dari Bank Jatim. Oleh sebab itu, kami sama Surabaya sama-sama tahu lah, kelemahan dimana. Tinggal siapa yang siap di lapangan,” tuturnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Pembalap Kabupaten Malang dan Kota Mojokerto Raih Emas Nomor Criterium Putra-Putri

MALANG – KEMPALAN : Pembalap Kota Mojokerto Mila Safa Fidela merajai nomor Criterium putri cabang olahraga (cabor) balap sepeda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Dalam balapan yang berlangsung 12 lap di Ring Road Velodrome, Kota Malang pada Jumat (4/7) itu, Fidela mampu meraih emas karena mencatatkan poin sempurna yakni 30.

Fidela, dan seluruh pembalap sektor putri, total melalui 12 lap sepanjang 16,8 km. Itu terbagi menjadi 6 kali sprint. Dia unggul cukup meyakinkan dari pembalap tuan rumah Kota Malang, Aila Zahra Anjani yang mendapat 13 poin dan meraih perak. Sementara, urutan ketiga ditempati pembalap Kabupaten Lumajang Adiibah Wira Ismandiono dengan 11 poin.

Bagi Fidela, itu jadi emas ketiganya di ajang Porprov Jatim IX/2025. Sebelumnya, pembalap 16 tahun itu lebih dulu meraih emas di nomor Individual Road Race (IRR) putri pada Kamis (3/7) dan Individual Time Trial (ITT) putri pada Rabu (2/7).

“Sebenarnya kalau target saya tidak menargetkan. Performanya saja yang dimaksimalkan,” kata pelatih Kota Mojokerto, Robert Wijaya. “Dan tiga nomor ini terpenuhi, performanya juga bagus, kondisi bagus,” lanjutnya.

Sementara itu di sektor putra emas diraih oleh pembalap Kabupaten Malang, Muhammad Azril Azprianto. Berbeda dari sektor putri, atlet Criterium putra harus melalui balapan yang lebih panjang sebanyak 16 lap. Itu terbagi menjadi 8 kali sprint dengan total jarak tempuh 22,4 km. 

Hasilnya, Azril berhasil jadi yang terdepan dengan 36 poin. Sedangkan, perak diperoleh atlet Kota Probolinggo Qiandra Ibrani Chrisfansyah yang mengoleksi 28 poin. Lalu, perunggu didapat atlet Kabupaten Jember Sakief Ilman Albarera dengan torehan 10 poin.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Sengit ! 5 Daerah Dominasi Final Tarung Derajat Porprov IX Jatim 2025 

BATU-KEMPALAN : Partai final cabang olahraga tarung derajat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 yang akan digelar di Hall Hotel Ciptanigati, Kota Batu, Sabtu, 5 Juli 2025, dipastikan bakal berlangsung sengit. 

Sebab, tidak ada satu atau dua daerah yang mendominasi partai final. Ada 5 daerah yang berhasil meloloskan petarungnya ke final yang akan memperebutkan 21 medali emas.  

Kota Malang berhasil menempatkan wakil terbanyak di final dengan 5 pertarung kelas tarung dan 6 final kelas seni. 

Disusul, Kabupaten Kediri meloloskan 6 atlet kelas tarung dan 4 final kelas seni. Disusul Surabaya dengan meloloskan lima atlet kelas tarung dan 3 finalis di nomer seni. 

Kemudian Kota Kediri juga berhasil meloloskan lima petarungnya ke partai final dan satu kelas seni. Sedangkan Sidoarjo meloloskan satu finalis di nomor tarung dan 5 finalis kelas seni. Sementara tuan rumah Kota Batu mendapatkan 2 tiket final di kelas tarung putri. 

Menanggapi skema yang tercipta di partai final  Porprov 2025, Ketua Harian Pengprov  Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono mengatakan, jika tidak ada satu daerah yang mendominasi membuktikan pembinaan daerah berjalan cukup baik. 

“Tidak ada satu atau dua daerah yang mendominasi partai final ini membuktikan bahwa kekuatannya merata, Final pasti seru. Tadi pertandingan semifinal juga disaksikan Sang Guru AA Boxer dan wasit juri juga dari luar Jatim, netral,  ” ucap Erwin. 

Selain itu, pria yang menjabat Dirut PT  Dharma Lautan Utama  (DLU),  juga sempat memberikan motivasi kepada semua pelatih seusai pertandingan semifinal. 

“Keluarkan semua kemapuan terbaik di laga final, tampil dengan kstaria dan berijiwa sportif. Ada juara berkalung medali ada juara subtantif.  Jika ada yang gagal juara bukan berarti menutup peluang utunk bisa masuk tim Jatim yang akan berlaga di Kejurnas, PON Beladiri maupun PON di NTB nanti. Yang punya potensi meski tidak juara karena cedera dan lain-lain akan tetap kita panggil ikut seleksi. Jadi tampilkan semua kemampuan di pertandingan final, ” tandasnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Ketat! Tak Ada Daerah yang Dominan di Cabor Petanque Porprov IX Jatim 

MALANG – KEMPALAN: Memasuki hari ke enam cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025 di Malang Raya tak ada satupun daerah yang mendominasi perolehan medali. Dari 13 nomor yang akan di pertandingkan kini sudah menyelesaikan 10 nomor pertandingan. 

Di nomor beregu putri yang sempat tertunda akibat cuaca ekstrem akhirnya bisa terselesaikan hari ini dengan Kabupaten Tulungagung tampil sebagai pemenang sekaligus meraih medali emas. 

Partai final nomor beregu putri yang di langsung kan di BeSS Resort Lawang Kabupaten Malang Jum’at (04/07) berlangsung sengit. Kwartet Tulungagung, Jesica Laura Melbaret, Fera Febrianti, Hilda Mayasari, Restina Ayu Cinta Pedrosa di final mengalahkan kwartet Kota Kediri Nawa Letta Aulia, Rosqa Putri Hartutik, Keysa Putri Ningtyas, Dewi Lailatin dengan skor akhir 2-1.

Pada Single pertama Kabupaten Tulungagung unggul 12-6. Namun di single kedua Kabupaten Tulungagung di paksa menyerah juga dengan poin yang sama yakni 6-12. Penentuan siapa yang berhak berkalungkan medali emas di tentukan di nomor double. Dinomor double tersebut Kabupaten Tulungagung akhirnya bisa memenangi pertandingan dengan skor 7-4 sekaligus memupus harapan Kota Kediri berkalungkan medali emas. Kota Kediri harus puas dengan medali perak dan medali perunggu di raih Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Lamongan. 

Sementara itu di nomor bergengsi single putra  medali emas di raih shooter Kabupaten Kediri atas nama Hellen Adi Safaringga. Di final Hellen Adi mengalahkan Ilham Falukhul Isbah dari Kota Mojokerto dengan skor tipis 11-10. Medali perunggu di raih bersama Suryana Afrizal Maulana Tuban dan Abdullah Fadly Dzul Qornain dari Kabupaten Ponorogo.

Dengan selesainya 10 nomor pertandingan serta 10 medali emas yang sudah di perebutkan 

terbagi rata 9 Kota/Kabupaten. Diantaranya Kabupaten Pasuruan, Kota Mojokerto, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri masing masing meraih 1 medali emas dan hanya Kabupaten Jombang yang bisa meraih 2 medali emas.

Technical Delegate (TD) cabor Petanque Kholili M.Pd mengatakan, dengan tidak adanya dominasi daerah menguasai medali emas menunjukkan bahwa pembinaan cabor Petanque di daerah-daerah sudah bagus dan tidak ada yang dominan. Terbukti dari 10 medali emas yang sudah di perebutkan semua terbagi rata, hanya Kabupaten Jombang yang bisa meraih 2 medali emas dan 1 medali perunggu.

” Ya ini membuktikan bahwa cabor Petanque tidak lagi awam bagi daerah-daerah. Terbukti mereka mampu bersaing dan melakukan pembinaan dengan baik,” terang Mr Lee sapaan akrab TD cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025.

Lebih lanjut Mr Lee mengatakan, cabor Petanque ini sudah menjadi primadona bagi daerah. Terbukti hampir semua pengkab/Pengkot di Jatim mengikuti semua nomor pertandingan dan hasilnya tidak mengecewakan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Pertama di Indonesia, Finswimming Open Water Gunakan Gelang RFID di PORPROV IX Jatim

MALANG-KEMPALAN :  Cabang olahraga selam Jawa Timur kembali mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya di Indonesia, lomba Open Water Finswimming pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025 menggunakan gelang RFID (Radio Frequency Identification) sebagai bagian dari sistem pencatatan waktu elektronik berbasis teknologi presisi tinggi.

Lomba yang berlangsung pada 3 hingga 4 Juli 2025 di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, ini menerapkan dua sistem pencatatan waktu secara bersamaan. Sistem pertama adalah touchpad elektronik yang dipasang di garis finis, sementara sistem kedua adalah gelang RFID Feibot yang dikenakan oleh setiap atlet di tangan kanan dan kiri. Kombinasi ini memungkinkan pencatatan waktu yang lebih akurat, cepat, dan bebas dari kesalahan manual.

Ketua Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyatakan bahwa penggunaan RFID dalam lomba Open Water bukan sekadar soal teknologi, melainkan sebuah langkah strategis dalam mendorong tata kelola olahraga yang modern dan berintegritas. “Penggunaan RFID ini bukan sekadar teknologi, tapi pernyataan bahwa olahraga daerah bisa dan harus berkembang mengikuti standar dunia. Ini lompatan penting bagi transparansi dan modernisasi cabang selam,” tegasnya.

Feibot RFID sendiri merupakan sistem pencatatan waktu otomatis berbasis gelombang radio yang telah digunakan dalam berbagai lomba internasional seperti triathlon dan lari jarak jauh. Dalam konteks Open Water Finswimming, sistem ini bekerja dengan menangkap sinyal dari gelang RFID saat atlet melewati titik pembacaan seperti garis finis. Sinyal yang tertangkap oleh antena akan dikirim langsung ke sistem, dan waktu resmi atlet dicatat secara otomatis tanpa perlu menyentuh alat apa pun.

Dalam kondisi lomba di air terbuka, posisi tubuh atlet yang terus berubah serta gangguan dari gelombang dapat mempengaruhi kekuatan sinyal. Untuk itu, setiap atlet mengenakan dua gelang RFID—di tangan kanan dan kiri—guna memastikan sinyal tetap terbaca dengan optimal. Sistem akan menggunakan sinyal pertama yang berhasil ditangkap sebagai waktu resmi, sedangkan sinyal dari gelang kedua berfungsi sebagai cadangan. Pendekatan ini menjamin redundansi dan ketepatan data, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan atlet.

Sebelum lomba dimulai, setiap gelang RFID terlebih dahulu didaftarkan dan dipetakan secara digital ke dalam sistem perangkat lunak Feibot. Pada saat perlombaan berlangsung, atlet berenang sesuai lintasan yang telah ditentukan, dan saat melintasi garis finis, sinyal dari salah satu atau kedua gelang dibaca oleh antena yang dipasang di pelampung atau papan apung. Data tersebut lalu diverifikasi oleh operator untuk memastikan waktu start dan finish tercatat sempurna.

Penerapan sistem ini membawa sejumlah keunggulan signifikan. Selain meningkatkan akurasi pencatatan waktu secara real-time, sistem RFID juga menghilangkan kebutuhan interaksi fisik seperti menekan tombol atau menyentuh sensor, sehingga lebih higienis dan aman untuk digunakan dalam perairan terbuka. Selain itu, sistem ini terbukti tangguh dan adaptif di berbagai kondisi, menjadikannya pilihan ideal untuk lomba dengan tingkat kompleksitas tinggi seperti finswimming di alam terbuka.

Dengan keberhasilan implementasi RFID dalam lomba Open Water Finswimming ini, PORPROV IX Jawa Timur 2025 tak hanya menjadi ajang adu prestasi, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pelopor inovasi teknologi dalam dunia olahraga air tingkat provinsi. Jawa Timur membuktikan bahwa transformasi digital dalam olahraga bukan lagi masa depan, melainkan kenyataan hari ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Setujui Usulan Khofifah, Presiden Prabowo Percepat Realisasi Proyek SRRL Surabaya-Sidoarjo

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau proyek SRRL tahap 1 rute Surabaya Gubeng -Sidoarjo.

SURABAYA-KEMPALAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyetujui percepatan realisasi Proyek Surabaya Regional Railways Line (SRRL) Surabaya-Sidoarjo dan Jalur Ganda Wonokromo-Sepanjang yang diusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui surat tertanggal 14 Mei 2025 nomor 551.6/16050/113.2/2025.

Sebagai tindak lanjut persetujuan Presiden tersebut, Menteri Perhubungan RI menerbitkan surat dengan nomor UM.006/4/17/MHB/2025 per tanggal 13 Juni 2025 perihal Konfirmasi Pelaksanaan Kegiatan Surabaya Regional Railway Line, dengan tembusan kepada Gubernur Jawa Timur.

Atas percepatan tersebut, Gubernur Khofifah memastikan realisasi Proyek Surabaya Regional Railways Line (SRRL) tahap 1 dengan rute Surabaya Gubeng – Sidoarjo akan dipercepat. Proyek SRRL ini sendiri merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Tak hanya itu, untuk pembangunan Jalur Ganda Kereta Api segmen Sepanjang – Wonokromo juga akan segera dimulai dalam waktu dekat untuk meningkatkan konektivitas transportasi di kawasan Gerbangkertasusila.

“Kepastian ini kami sampaikan setelah kami mendapatkan jawaban dari Kementerian Perhubungan bahwa permohonan kami untuk percepatan proyek SRRL dan juga jalur ganda kereta api Sepanjang-Wonokromo disetujui akan akan dipercepat untuk segera direalisasikan,” tegas Gubernur Khofifah, Jumat (4/7).

Gubernur Khofifah menjelaskan, SRRL sendiri saat ini berada dalam tahap awal pelaksanaan dan tengah menuntaskan berbagai proses administratif termasuk persiapan anggaran dan pengadaan.

“Kami juga baru ditembusi surat Menteri Perhubungan pada Menteri Keuangan. Bahwa Menhub meminta Menkeu untuk segera memproses lebih lanjut penandatanganan perjanjian pinjaman untuk kegiatan SRRL Fase I. Termasuk pengalokasian kebutuhan anggaran SRRL Fase I pada TA 2026,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan, proyek ini cukup strategis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi KA perkotaan di kawasan Metropolitan Surabaya. Oleh sebab itu Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sengaja menghadirkan SRRL agar memudahkan akses dan mobilitas  masyarakat di kawasan metropolitan Surabaya.

“Proyek SRRL sejalan dengan visi besar Asta Cita dan Prioritas Nasional Presiden Prabowo untuk mendukung sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Khofifah.

Khofifah optimis, kehadiran SRRL mampu mengoptimalkan berbagai aspek layanan KA Perkotaan yang menghubungkan Surabaya dengan berbagai kota-kota penyangga di sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Lamongan.

“Proyek ini dapat mewujudkan sistem transportasi yang lancar, aman dan berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi sekitar 10 juta penduduk di kawasan Metropolitan Surabaya,” jelasnya.

“Selain itu, mendukung pencapaian target Pertumbuhan Ekonomi Nasional sebesar 8% dan sejalan dengan Prioritas Nasional, yaitu PN 2 (Transformasi Ekonomi Hijau), PN 3 (infrastruktur Berkelanjutan) dan PN 6 (Penguatan Perkotaan) dengan meningkatkan konektivitas Surabaya-Sidoarjo,” imbuhnya.

Tidak sekadar mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan, Khofifah mengatakan, kehadiran SRRL akan menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekitar terhadap penggunaan transportasi massal yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kami terus mendorong percepatan penyelesaian dokumen dan koordinasi lintas sektoral agar berbagai proses persiapan administratif ini dapat segera rampung sehingga proses konstruksi dapat segera dimulai sesuai jadwal, yakni tahun 2027 mendatang,” jelasnya.

Sedangkan untuk percepatan pembangunan Jalur Ganda Kereta Api segmen Sepanjang – Wonokromo, ditegaskan Gubernur Khofifah saat ini telah tersedia dokumen Detail Engineering Design (DED) dari Kementerian
Perhubungan. Pembangunan jalur ini diharapkan dapat mengurai bottleneck pada jalur kereta api lintas selatan Jawa.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menyampaikan proyek SRRL direncanakan akan dikerjakan proses konstruksi proyek SRRL pada tahun 2027 dan dibagi menjadi dua tahap, yakni Tahap 1 (Fase A dan B) dan Tahap 2.

Tahap pertama pengembangan Proyek SRRL Fase A berfokus beberapa pekerjaan strategis, diantaranya konstruksi jalur ganda dan elektrifikasi pada jalur Sidoarjo – Gubeng sepanjang 27 KM.

Kemudian perbaikan dan peningkatan fasilitas sejumlah stasiun diantaranya stasiun Surabaya Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, Sidoarjo serta peningkatan Depo Sidotopo.

“Ruang lingkup pekerjaan pada fase 1A termasuk penanganan perlintasan sebidang serta pembangunan beberapa flyover di sejumlah titik rawan kemacetan dan peningkatan fasilitas sistem persinyalan dan telekomunikasi di sepanjang jalur Depo Sidotopo – Sidoarjo,” jelasnya.

Lebih lanjut, Allan menjelaskan pekerjaan proyek SRRL, DJKA menitikberatkan upaya peningkatan kenyamanan serta kelancaran mobilitas pengguna KA di beberapa stasiun yang akan disiapkan pengaturan akses pintu masuk stasiun. “Dapat dilewati dari dua arah, yaitu melalui pintu depan dan pintu belakang,” ujarnya.

Allan berharap proyek SRRL memberi solusi dalam menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat serta mendorong proses shifting penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik yang ramah lingkungan.

“Kami akan terus berkolaborasi baik dengan Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jawa Timur, Kementerian/Lembaga terkait serta tentunya dengan masyarakat sekitar agar memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal baik dari segi ekonomi maupun sosial,” tutupnya. (Dwi Arifin)

Surabaya Pastikan Juara Umum Porprov 2025, Sampai Jumpa di Surabaya!

Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah (kaos hjau) saat meninjau cabor berkuda.

MALANG-KEMPALAN: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 akan berakhir Sabtu (5/7) besok. Namun, hingga Jumat (4/7) pukul 09.00 WIB, Kota Surabaya sudah meraih 160 medali emas, 99 perak, dan 100 perunggu dengan poin 938.

Sementara posisi kedua ditempati tuan rumah Kota Malang yang meraih 110 medali emas, 95 perak, dan 82 perunggu, poin 696. Sedang tempat ketiga menyusul Kabupaten Sidoarjo, meraih 69 medali emas, 73 perak, dan 84 perunggu, poin 512..

Artinya, meski Porprov 2025 belum berakhir, tapi Kota Surabaya sudah dapat dipastikan kembali meraih juara umum untuk kesembilan kalinya secara berturut.

Dan yang membanggakan, Kota Surabaya kembali menoreh sejarah, yakni kembali meraih medali emas cabor sepak bola. Di final Surabaya mengalahkan Kabupaten Mojokerto 3-2 lewat adu penalti.

Sebenarnya,  sejak Porprov Jatim digelar, Kota Surabaya sudah pernah merebut medali emas. Yaitu pada Porprov Jatim I 2007 di Surabaya. Saat itu Ketua KONI Kota Surabaya dijabat Saleh Ismail Mukadar dan masih menggunakan dana hibah..Sejak itu, Surabaya tidak pernah meraih medali emas cabor sepak bola. Dan baru pada Porprov Jatim IX 2025 ini kembali meraih medali emas.

Karena itu, Hoslih Abdullah merasa sangat bersyukur. Apalagi cabor futsal putra juga meraih medali emas, setelah difinal dinyatakan menang lawan Kota Malang oleh AFP Jatim dan penyelenggara Porprov 2025.

Sebelumnya, laga final futsal putra sempat dihentikan oleh wasit saat Surabaya unggul 2-0 atas Kota Malang lantaran terjadi kerusuhan. Waktu itu pertandingan masih tersisa 8 menit.

Namun, Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur dan Penyelenggara Porprov Jawa  Timur 2025 akhirnya memutuskan Surabaya sebagai pemenang. Selain itu, pihak AFK Malang dan Manajer Tim Futsal Putra Kota Malang, sebelumnya juga telah berjiwa besar dan sportif mengakui keunggulan Surabaya.

“Raihan ini tentu sangat membanggakan dan patut disyukuri. Sebab Kota Surabaya tidak hanya mengunci juara umum Porprov Jatim untuk kesembilan kalinya berturut-turut, tapi juga meraih medali emas sepak bola dan futsal,” ujar Hoslih Abdullah kepada kempalan.com, Jumat (4/7).

Dan yang lebih membanggakan, Kota Surabaya meraih sukses ini tanpa didukung dana hibah dari Pemkot Surabaya. “Sudah lama KONI Surabaya tidak lagi menggunakan dana hibah, yaitu sejak Porprov Jatum  IV 2013 atau sejak 12 tahun silam, tapi Surabaya tetap konsisten meraih juara umum,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa cabor Kota Surabaya seperti dayung, judo, karate, pencak silat, renang, selam, skateboard, panahan, atletik, muaythai, arung jeram, dan berkuda juga tetap konsisten menjadi lumbung untuk mendulang medali emas. Bahkan, cabor dayung, judo, renang, selam, skateboard, muaythai dan berkuda meraih juara umum. Terakhir, hari ini berkuda merebut 7 medali emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Sedang muaythai menyabet 5 medali emas.

Cabot anggar sebenarnya juga menjadi lumbung medali emas Kota Surabaya. Tapi, cabor ini tiba-tiba dihentikan dan tidak dipertandingkan oleh KONI Jatim/PB Porprov. Padahal, Surabaya sudah merebut 6 keping medali emas.

Saat ini, kendati sudah dipastikan meraih gelar juara umum, tapi pada dua hari terakhir ini Kota Surabaya diprediksi akan terus menambah perolehan medali. Pasalnya, ada beberapa cabor andalan yang masih bertanding.

Sebut saja pencak silat, sambo, tarung derajat, tenis lapangan, panahan, karate, catur, atletik, senam, selam, arung jeram, angkat berat, sepatu roda, muaythay, panjat tebing, dan menembak.

Karena itu, Hoslih Abdullah berharap para atlet tetap fokus pada pertandingan dan tetap menjaga kesehatan, sehingga meraih hasil maksimal seperti yang telah diprediksi.

Wajar jika Hoslih berkata demikian. Pasalnya, di Porprov Jatim IX 2025 ini Kota Surabaya ditarget meraih 200 medali emas. Hal ini seperti disampaikan Wali Kota Surabaya saat melepas kontingen Kota Surabaya di Halaman Balai Kota Surabaya, 11 Juni 2025 lalu.

“Saya yakin Kota Surabaya mampu meraih 200 medali emas, bahkan lebih banyak dari itu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, kala itu.

Artinya, perjuangan para atlet belum berakhir. Meski sudah juara umum dengan meraih 160 medali emas, masih ada satu lagi yang harus dituntaskan. Yaitu, memenuhi target meraih 200 medali emas.

Menanggapi hal ini, Hoslih tetap menyatakan keyakinannya jika Surabaya bakal mampu meraih 200 medali emas seperti target dari Wali Kota Eri Cahyadi.

“Insya Allah. Seseuai prediksi kita, mudah-mudahan 200 medali emas akan terpenuhi. Hanya selisihnya tipis,” ujar Hoslih.

Ya, semoga saja. Sebab, untuk meraih target tersebut tentunya tidak mudah. Mengingat, persaingan pada porprov kali ini makin ketat. Prestasi olahraga beberapa daerah di Jawa Timur makin merata.

Misalnya Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu selaku tuan rumah Porprov 2025. Kemudian Kabupaten Sidoarjo, Kota Kediri, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Gresik, yang menunjukkan perkembangan cukup pesat.

Sehingga beberapa cabor yang awalnya ditarget medali emas oleh Surabaya, akhirnya lepas. Contohnya bola voli indoor yang ditarget 2 medali emas, ternyata gagal. Hanya dapat 1 perak (pi) dan 1 perunggu (pa).

Untuk itu, selain meminta para atlet fokus dan menjaga kesehatan agar bisa tampil maksimal, Hoslih mohon doa dan dukungan dari masyarakat Surabaya. “Bismillah, Insya Allah mudah-mudahan berhasil,” tandasnya.

Satu berita gembira lagi, Kota Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov Jatim X 2027. “Sampai jumpa di Surabaya. SK-nya sudah ada,” pungkas Hoslih. (Dwi Arifin)

10 BESAR SEMENTARA PEROLEHAN MEDALI PORPROV JATIM IX 2025

KONTINGEN    Ems  Prk  PRNGGU   POIN 
1 K. SBY           160    99     100            938
2 K. MLG          110    95     84            714
3 Kb. SDJO        69    73       84             512
4 Kb. MLG          40    43       66            313
5 K.KEDIRI         44     41      34             292
6 Kb. Gresik       32     2       40              224
7 Kb. P.ruan       26     27      31  .        189
8 K. BATU          21     26       33            169 
9 Kb. B.KLAN    19      31      19            157
10 K. MJKTO    15      28        38      154

Pertandingan Petanque PORPROV Jatim IX Hari ke 5 Dihentikan Akibat Cuaca Ekstrem

MALANG – KEMPALAN: Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tempat di gelarnya cabor Petanque Porprov IX Jatim memaksa panitia menghentikan sementara pertandingan cabang olahraga (cabor) petanque dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025, Kamis (3/7). Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan tenda panitia roboh dan peralatan pertandingan rusak, memaksa Technical Delegate (TD) dan para manajer tim untuk mengambil keputusan penghentian.

Pertandingan hari kelima yang digelar di area terbuka Bess Resort Lawang sejatinya sudah memasuki ronde kedua saat cuaca mulai berubah drastis. Sekitar pukul 13.30 WIB, hujan turun sangat deras dan disertai angin kencang yang memaksa jalannya pertandingan tidak bisa di laksanakan sesuai jadwal.

Menurut pantauan langsung di lokasi, sejumlah peralatan elektronik, termasuk layar monitor penunjuk waktu (timer), terkena dampak dari tenda panitia yang roboh. Salah satu layar bahkan dilaporkan pecah akibat hempasan material tenda yang tersapu angin.

“Kalau dalam istilah olahraga, ini masuk kategori force majeure, kejadian di luar kendali manusia,” ujar ketua peyenlenggara Dr. Abdul Hafid, saat ditemui usai kejadian.

“Angin cukup besar, tenda roboh, hujan deras, dan beberapa area juga mulai tergenang air. Perangkat pertandingan tidak bisa berfungsi normal. Tapi yang paling penting, semua yang ada di lokasi selamat, tidak ada korban,” lanjut Hafid.

Ia menekankan perlunya evaluasi terhadap prosedur teknis dari penyelenggara, khususnya dalam pemasangan tenda dan pelindung area pertandingan. “Event Organizer perlu memahami bahwa pemasangan tenda pun ada SOP-nya. Jangan sampai terulang,” katanya.

Sementara itu Dewan Hakim cabor Petanque menilai sebenarnya cobor petanque ini adalah cabor murah tapi tidak murahan. Hanya saja jika event Porprov ini di kemas secara baik dan profesional tentu outputnya akan baik juga

“Ini event besar tapi safety keamanan di lokasi harus standard. Semua demi keselamatan dan kesuksesan penyelenggaraan agar kedepan Petanque dapat berkembang pesat di Indonesia khususnya di Jawa Timur,” ucap Prof. Nurkholis.

Keputusan penghentian pertandingan diambil setelah diskusi antara Technical Delegate (TD), panitia, dan para manajer tim dari 32 kabupaten/kota peserta. Pertimbangan utama adalah keselamatan atlet dan ofisial, mengingat cuaca yang dingin serta potensi risiko kesehatan jika pertandingan diteruskan.

“Kalau dipaksakan lanjut, bisa berdampak ke kondisi fisik atlet. Mereka bermain di udara terbuka, tanah mulai becek, hujan deras, suhu juga turun drastis. Kita tidak ingin ada yang sakit atau celaka,” ujar Hafid.

Meski demikian, panitia menegaskan bahwa penghentian ini tidak akan mengganggu jalannya pertandingan secara keseluruhan. Jadwal akan disusun ulang agar pertandingan yang tertunda dapat dilanjutkan esok hari tanpa mengorbankan waktu atau kualitas kompetisi.

“Sudah ada kesepakatan bersama. Jadi hari ini dihentikan, besok pagi dilanjutkan. Semua bisa dikondisikan,” jelasnya.

Petanque merupakan olahraga yang menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan sportivitas. Dalam situasi sulit sekalipun, komunikasi antartim tetap berlangsung harmonis.

“Di petanque, kita punya moto: satu boka berjuta keluarga, satu bosi berjuta prestasi. Jadi semua mudah diajak bicara, tidak ada keributan atau konflik,” ujar Hafid menambahkan dengan nada lega.

Porprov IX Jawa Timur 2025 sendiri menjadi ajang penting bagi para atlet petanque dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hingga hari kelima, persaingan masih berlangsung ketat, dengan beberapa kabupaten/kota unggulan mulai menunjukkan dominasinya.

Dengan cuaca yang diperkirakan membaik keesokan harinya, panitia berharap pertandingan dapat kembali berlangsung dengan lancar. Semangat kebersamaan yang terjalin di antara peserta dan panitia menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan di lapangan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Porprov Jatim 2025 Naik Kelas, KONI Jatim Optimistis Cetak Atlet Berprestasi Kelas Dunia

MALANG-KEMPALAN : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur optimistis ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 yang digelar di Malang Raya akan melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat dunia.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengungkapkan bahwa optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah indikator penting. Pertama, peningkatan jumlah peserta dibandingkan edisi sebelumnya. Selain itu, munculnya atlet-atlet muda berbakat juga menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga di Jatim.

 “Saya sempat menanyakan usia salah satu atlet, dan ternyata baru 12 tahun. Ini jelas bibit prestasi yang harus dibina secara berkelanjutan,” kata Nabil dalam acara talk show bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Media Center Sima, Kota Malang, Kamis (3/7/2025) malam.

Menurut Nabil, sejumlah cabang olahraga (cabor) juga mencatat pemecahan rekor, meski masih dalam skala Porprov. Salah satu yang menonjol adalah cabor selam. Dari 26 nomor pertandingan, 20 di antaranya mencetak rekor baru.

 “Ketika ada pemecahan rekor, berarti ada hasil pembinaan yang lebih baik di daerah,” ujar Nabil.

Ia juga menyoroti pemerataan perolehan medali sebagai hasil dari peningkatan jumlah cabor dan disiplin pertandingan, serta upaya pembinaan merata di berbagai daerah.

KONI Jatim juga membentuk tim talent scouting yang bertugas memetakan potensi dan performa seluruh atlet peserta. Data yang dikumpulkan akan menjadi “bank atlet” yang disiapkan untuk berlaga di level lebih tinggi, mulai dari PON hingga panggung internasional.

 “Obsesi kami adalah membawa semangat atlet Jatim menuju prestasi dunia. Motto kepengurusan kami jelas: Dari Jatim untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia. Kami sangat optimistis para atlet ini kelak akan mengharumkan nama Indonesia,” tegas Nabil.

Namun, Nabil tetap mengimbau seluruh daerah di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar potensi atlet muda terus berkembang dan tidak terhenti di tingkat lokal.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan KONI Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menunjuk Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Porprov, termasuk sebagai lokasi upacara pembukaan.

Ia mengatakan bahwa ajang dua tahunan ini memberikan dampak besar tidak hanya terhadap dunia olahraga, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat.

 “Tantangannya memang ada pada besarnya anggaran yang harus kami keluarkan. Namun, dampak ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya sektor UMKM dan pariwisata,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, sektor akomodasi di Kota Malang mengalami lonjakan signifikan. Asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat okupansi melonjak hingga menyebabkan beberapa penginapan menolak tamu karena sudah penuh.

 “Bahkan sekarang beberapa hotel sampai menolak-nolak karena kapasitas penuh,” ujarnya.

Melalui ajang ini, Wahyu berharap masyarakat semakin mencintai olahraga dan Kota Malang semakin dikenal luas, baik secara nasional maupun internasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.