Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 06:57 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah Berangkatkan  52 Tim Yankes Bergerak ke Pulau Sapudi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 52 Tim Yankes ke Pulau Sapudi di Halaman Gedung Grahadi; Sabtu (5/7) dini hari.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 52 Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak ke Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep dari halaman Gedung Negara Grahadi, Sabtu (5/7) dini hari.

Yankes Bergerak merupakan program kerja yang digagas Gubernur Khofifah sejak tahun 2019 dan telah melayani lebih dari 13.000 masyarakat yang tersebar di beberapa pulau di Jawa Timur, antara lain Pulau Sapeken, Pagerungan, Masalembu, Sapudi, Kangean, Gili Genting, Gili Ketapang dan Raas.

Di tahun ke enam layanan kesehatan bergerak, Gubernur Khofifah menjelaskan, akan diterapkan inovasi Telemedicine Seputar Kepulauan Madura atau Telesapa Madura.

Layanan Telesapa Madura mendukung dan menjangkau yankes bergerak bagi masyarakat kepulauan di Madura yang digawangi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur.

“Telesapa Madura” menjadi inovasi solutif untuk membangun sistem rujukan dan menyediakan infrastruktur jaringan internet yang stabil dan cepat di puskesmas,” tegas Khofifah.

“Sebagai awalan, Telesapa Madura akan diuji coba pengembangan dan operasional di Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam di Pulau Sapudi yang juga menjadi lokus tim Yankes Bergerak yang kita berangkatkan dini hari ini,” imbuhnya.

Program Telesapa Madura, lanjut Khofifah, berbentuk layanan konsultasi jarak jauh antar fasilitas kesehatan primer dan sekunder. Termasuk mempermudah proses rujukan dan penguatan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat Jawa Timur di sekitar Kepulauan Madura.

Khofifah berharap kehadiran Tim Yankes Bergerak memberikan harapan hidup bagi masyarakat Pulau Sapudi. Misalnya  bagi yang sudah sembuh dari katarak atau penyakit mata lainnya harapan hidupnya pasti akan meningkat.

“Selamat bertugas. Semoga seluruh proses pelayanan Allah anugerahkan kemudahan dan kelancaran dan kesuksesan,” pungkasnya.

Diketahui, Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak akan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Sapudi mulai tanggal 5-8 Juli 2025 di Puskesmas Gayam dan Puskesmas Nonggunong.

Sebanyak 52 orang Tim Yankes Bergerak terdiri dari tenaga kesehatan (Nakes) dari RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RSUD M. Noer Pamekasan, RSUD M. Anwar Sumenep, Dinkes Provinsi Jatim, Dinas Kominfo Provinsi, Dinas Perhubungan Provinsi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Sumenep dan Griya Sehat Mada Sakti Sumenep.

Di sana, Tim Yankes Bergerak akan menangani 291 pasien di Pulau Sapudi yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut. Rinciannya, 72 kasus kesehatan mata, 20 kasus kesehatan THT, 41 kasus bedah, 72 kasus kesehatan tradisional, 26 kasus TBC, 23 kasus kesehatan jiwa,18 kasus Bumil KEK dan 19 kasus stunting.

Banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani itu harus disokong dengan tim yang kompak agar tenaga kesehatan memberikan pelayanan optimal.

“Jikalau tim ini harus melanjutkan tugas lain, maka saya minta Kadinkes Jatim mengirim tambahan tim ke Pulau Sapudi untuk melanjutkan proses layanan kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan menjadi atensi bersama adalah area bagi masyarakat yang belum terigistrasi  atau  _unregister people_ atau tidak terdaftar saat menerima bantuan sosial maupun layanan kesehatan mereka tidak terjangkau. 

Khofifah mencontohkan saat Covid-19, mereka yang  unregister people tidak bisa mendapatkan akses vaksinasi. Maka Pemprov Jatim bersama Pangdam dan Kapolda melakukan jemput bola memberikan vaksinasi bagi mereka yang unregister people.

“Harus ada penjangkauan untuk mereka yang unregister people. Selain masyarakat kepulauan maupun daerah tertinggal, kita harus menjangkau masyarakat yang tergolong _unregister people_ karena mereka tidak punya KIS, KIP KKS maka pekerjaan rumah kita harus melakukan penjangkauan yang merata,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Tenis Lapangan Surabaya Gagal Rebut Emas di Porprov 2025, Hanya Raih 1 Perak dan 3 Perunggu

Petnis Surabaya Arian Rangga Desvianto bersama petenis Madiun Misbah Abdullah sebelum tampil di final tunggal.putra.

MALANG-KEMPALAN: Tim tenis lapangan Kota Surabaya gagal memenuhi target merebut tiga medali emas di Porprov Jatim IX 2025. Hingga akhir pertandingan, Sabtu (5/7) pagi, Kota Surabaya hanya mampu menyumbangkan 1 perak dan 3 perunggu.

Satu medali perak tersebut dipersembahkan Arian Rangga Desvianto dari nomor tunggal putra. Di partai final yang berlangsung di Lapangan Tenis Stadion Gajayana, Kota Malang, Arian dikalahkan petenis asal Madiun, Misbah Abdullah, yang sukses merebut medali emas.

“Keberhasilan petenis asal Madiun ini merebut medali emas sangat mengejutkan, karena sebelumnya ia kurang diperhitungkan,” kata Bambang Prijono, pengurus KONI Kota Surabaya yang menjadi monev cabor tenis meja, Sabtu (5/7).

Sedang tiga medali perunggu diraih Kota Surabaya dari nomor beregu putra, kemudian ganda putra atas nama Ananda Primadafa bersama Fazasyahrizal, dan ganda campuran atas nama Arian Rangga yang berpasangan dengan Nasywa Salsabila.

Medali emas nomor beregu putra diraih Kabupaten Sampang. Sedang medali perak direbut Kota Kediri yang di partai final kalah 1-2 vs Kabupaten Sampang.

Sebelum maju ke final, tim beregu putra Kabupaten Sampang mengalahkan Kota Surabaya di semifinal. “Surabaya kalah lawan Sampang juga dengan skor 1-2,’ ujar Bambang.

Menurut Bambang, salah satu penyebab kegagalan tim tenis meja Surabaya merebut medali emas di Porprov 2025 adalah karena persiapan yang sangat mepet.

“Bayangkan saja, tim tenis lapangan hanya melakukan persiapan selama tiga bulan. Jadi, wajar jika hasilnya kurang maksimal dan tidak bisa memenuhi target tiga emas,” ungkapnya.

Atas raihan yang kurang maksimal ini, Bambang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Khususnya kepada Wali Kota Surabaya, KONI Surabaya, Disbudporapar Kota Surabaya, dan masyarakat Kota Surabaya. (Dwi Arifin)

Emas Double Mix Antarkan Kota Mojokerto Menuju Juara Umum Cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025

MALANG-KEMPALAN: Kontingen Petanque Kota Mojokerto selangkah lagi menuju juara umum cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025. Bermain di lapangan terbuka BeSS Resort Lawang Kabupaten Malang, Pasangan Ilham Falikhul Isbah -Tya Salawatia mengalahkan Ruah Dwi Kurnia -Muhammad Husein Haykal dari Kabupaten Sampang dengan skor sempurna 13-3 sekaligus Ilhan-Tya meraih medali emas  untuk nomor Double Mix.

Dengan hasil tersebut untuk sementara Kota Mojokerto memimpin perolehan medali sekaligus pengumpul poin tertinggi. Kota yang terkenal jajanan onde -onde ini untuk sementara mengumpulkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu dengan total poin 14. 

Poin tersebut menggeser posisi Kabupaten Pasuruan yang selama 5 hari memimpin perolehan poin. Kabupaten Pasuruan kini harus tergeser di posisi ke dua dengan perolehan medali 1 medali emas,3 medali perak dan 1 medali perunggu dengan total poin 11.

Jika tidak ada keajaiban Kota Mojokerto bisa jadi akan mematenkan posisinya sebagai juara umum. Hanya Kabupaten Pasuruan yang bisa merubah posisi dengan catatan Kabupaten Pasuruan bisa minimal meraih 1 medali emas atau 2 medali perak.

Sementara itu posisi ke tiga di tempati Kabupaten Jombang yang mengumpulkan 2 medali emas ,1 medali perak dengan total poin 9.

Hari ini (05/07) di lapangan terbuka BeSS Resort Lawang Kabupaten Malang shooter -shooter dari berbagai daerah masih berjuang merebut medali emas nomor bergengsi Shooting putra -putri.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Bambang Haryo Kritik PP 28/2024: Kebijakan Kesehatan Jangan Matikan Industri Tembakau

Jakarta – Gelombang kritik terus mengarah pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan.

Salah satu sorotan datang dari Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, yang menilai beleid ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan memberatkan industri hasil tembakau (IHT).

Dalam pernyataannya, Bambang menilai sejumlah ketentuan dalam PP tersebut terlalu represif terhadap sektor tembakau, yang selama ini menyumbang pendapatan negara cukup besar sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja. Kebijakan seperti larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari tempat pendidikan dan pembatasan iklan luar ruang dalam radius 500 meter dari sekolah dan taman bermain dinilai akan mematikan ruang usaha secara perlahan.

“Kalau industri ini ditekan tanpa strategi yang adil dan realistis, maka yang terdampak bukan hanya korporasi besar, tapi jutaan buruh, petani tembakau, hingga pedagang kecil. Padahal kita sedang dorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” tegas Bambang, Jumat (04/7).

Politikus Partai Gerindra itu juga menyoroti rencana plain packaging (kemasan polos tanpa merek) dalam Rancangan Permenkes sebagai turunan dari PP ini. Menurutnya, hal tersebut justru dapat memicu praktik peredaran rokok ilegal, karena konsumen tidak bisa membedakan antara produk resmi dan ilegal di pasar.

Bambang menegaskan bahwa kebijakan pengendalian tembakau seharusnya tidak bertabrakan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

“Kita mendukung hidup sehat, tetapi tidak dengan cara yang mematikan industri legal yang menyumbang cukai, pajak, dan membuka lapangan kerja,” ujar alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut.

Mau Naik Capung Gede

KEMPALAN : Pada suatu hari seorang ibu melihat anaknya yang masih seumuran Taman Kanak-kanak sedang bermain-main dengan seekor capung.

Karena kasihan melihat capung itu yang hampir mati, Sang Ibu berkata kepada anaknya.

Ibu : “Eh dilepas tuh capungnya … kasihan mau mati.”

Anak : “Memangnya kenapa, Ma?”

Ibu: “Dosa!”

Anak: “Dosa itu apa?”

Ibu: “Dosa ya dosa…(sambil agak jengkel) ‘ntar induknya datang lho”

Anak: “Gede, Ma ??”

Ibu: “Gede sekali, sebesar guling” (sambil tambah jengkel).

Untuk sejenak Sang Anak terdiam. Ibunya pun mulai tersenyum, dan mulai mau pergi. Namun tiba-tiba terdengar si anak berteriak: “Asyiik ! Asyiik !”, sambil terus memain-mainkan capung tadi.

Ibu: “???”

Anak : “Ma, ntar kalau induknya datang bantuin tangkap ya Ma, mau naik capung gede nih…”

Ibu: “???!!!”


Logika anak-anak selalu mengejutkan manakala dihadapkan kepada logika orang dewasa. Dan, logika anak-anak kalau dirunut sesungguhnya tampak “matematis”.

Ketika Sang Ibu mengatakan induknya sebesar guling, berarti bisa dinaiki oleh Sang Anak dan menerbangkannya sekaligus.

Dalam cerita nyata, saya teringat seorang teman yang pelukis saat menyuruh anaknya menggambar suasana malam. Maka suasana itu dilukiskan dengan bulatan bulan yang jumlahnya tiga. Ketika ditanya ayahnya, “Lho kok bulannya ada tiga?”

Anak itu pun menjawab: “Di rumah kita ada satu bulan, di rumah kakek ada satu bulan, dan di rumah paman ada satu bulan. Jadi jumlahnya ada tiga bulan, Yah… “.

Anak pelukis ini memang pernah melihat bulan saat malam hari ketika berlibur di rumah kakeknya, juga melihat bulan yang sama ketika diajak ke rumah pamannya.

Ada satu kejadian nyata lagi –masih di seputar dunia lukisan– seorang anak ketika mulai memasuki kursus melukis disuruh menggambar sebatang pohon. Maka ia melukis pohon dengan daun yang diwarnainya merah.

Sang Guru melukis lantas menganjurkan agar daunnya diberi warna hijau.

Jawab si murid: “Lho Pak Guru, di luar negeri daun pohon banyak yang berwarna merah. Saya pernah melihatnya”.

Sang guru tertegun, tak menduga dengan jawaban murid yang begitu. Barangkali guru itu pun berpikir, ‘Mungkin benar juga nih murid. Aku belum bisa membuktikan, karena aku belum pernah keluar negeri…’

Begitulah dunia anak-anak, selalu menunjukkan sesuatu yang lugu. Dan keluguan identik dengan kebenaran yang acapkali menyiratkan hal-hal “matematis” nan logis — sebagaimana alam pikiran mereka.

O ya, ada yang hampir terlupa sehubungan dengan “analisis” anekdot ini, betapa Sang Ibu sudah mengajarkan nilai-nilai welas asih kendati obyeknya terkait “hanya” seekor capung. (Amang Mawardi).

Inilah Daftar Lengkap Peraih Medali dan Penghargaan Individu Voli Indoor Porprov IX Jatim 2025 di Malang Raya 

MALANG-KEMPALAN: Pertandingan cabang olahraga favorit bola voli indoor Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov IX Jatim 2025 yang di gelar di GOR Ken Arok Kedungkandang, Kota Malang dari tanggal 28 Juni-03 Juli 2025 berakhir dengan sukses.

Partai puncak perhelatan cabor favorit setelah sepakbola di Porprov IX Jatim menyajikan pertandingan seru dan menarik. Empat tim yang lolos ke partai puncak perebutan medali, terbilang cukup ideal. 

Pada perebutan medali emas antara Sidoarjo versus Ngawi sejatinya final anti klimaks. Sebab di partai puncak itu Ngawi tidak memberikan perlawanan berarti. Sebaliknya Sidoarjo tampil percaya diri setelah musuh abadinya yakni Surabaya sudah terpeleset di semifinal. Praktis di final tersebut Sidoarjo tanpa memeras keringatan lebih banyak untuk meraih medali emas. Bagi Ngawi torehan medali perak di  Porprov IX Jatim ini di rasa sudah luar biasa, sebab baru kali ini Ngawi bisa berkalungkan medali.

Dan yang lebih membanggakan bagi Kontingen voli indoor Kabupaten Ngawi adalah terpilihnya M. Syifaulloh Nur Ubai Maspitra sebagai pemain masa depan.

Sementara itu tim voli indoor putra Kota Surabaya yang sempat tergelincir di semifinal akhirnya sedilit terobati dengan meraih medali perunggu. Dalam perebutan medali perunggu versus Kabupaten Bojonegoro arek- arek Suroboyo (anak- anak Surabaya-red) berhasil menang mudah 3-0 sekaligus memupus harapan Bojonegoro meraih medali.

Sementara itu di bagian Putri Final tersaji dengan dramatis. Meski sempat tertinggal di set pertama 23-25 tapi srikandi-sriknadi kota santri julukan lain dari Kabupaten Gresik mampu memaksa Surabaya menyerahkan mahkotanya setelah bermain lima set alias berakhir dengan skor 3-2.

Dengan hasil tersebut kini penantian selama 9 edisi pelaksanaan Porprov baru di Porprov IX Jatim 2025 bisa berkalungkan medali emas.sebab di edisi-edisi porprov sebelumnya Gresikhanya bisa berkalungkan medali perak.

Sukses Gresik berkalungkan medali emas kian bertambah bangga setelah salah satu pemainnya di nobatkan sebagai pemain masa depan.

Bagi Surabaya hasil medali perak ini sejatinya sangat di sayangkan. Sebab dari segi materi dan mental, Surabaya sedikit di unggulkan. Sayangnya keberuntungan belum berpihak kepada Surabaya. 

Sementara medali perunggu menjadi milik Kabupaten Kediri. Kabupaten Kediri lolos ke puncak perebutan medali ini sejatinya sudah sangat luar biasa sebab mereka sempat menyingkirkan raksasa voli indoor putri kabupaten Sidoarjo di babak 8 besar.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Inilah Daftar Lengkap Peraih Medali dan penghargaan individu Cabor bolavoli indoor Porprov IX Jatim 2025

=====================

PUTRA

Kab. Sidoarjo   : Emas

Kab. Ngawi.      : Perak

Kota Surabaya  : Perunggu

PUTRI

Kab.Gresik.      :  Emas

Kota Surabaya : Perak

Kab. Kediri        : Perunggu

Penghargaan Individu /Pemain Masa Depan 

*M Syifaulloh Nur Ubai Maspitra (Ngawi)

* Nabilla Purwita (Gresik)

Gelaran Muaythai Porprov IX Jatim 2025 Berjalan Lancar Berkat Langkah Antisipatif Panpel

MALANG-KEMPALAN: Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur Baso Juherman mengaku puas dengan pelaksanaan cabor Muaythai Porprov Jatim IX/2025 yang berlangsung 1-4 Juni 2025 di Gedung Islamic Center, Malang. 

Pasalnya, selama empat hari cabor muaythai digelar, semua berjalan lancar dan tidak ada kejadian yang kontroversial akibat keputusan wasit juri yang dinilai tidak adil oleh peserta. Hal ini bisa dilihat dari nihilnya protes dari 34 kabupaten/kota yang ambil bagian.

“Alhamdulillah, selama empat hari pelaksanaan cabor muaythai di Porprov IX 2025 berjalan lancar. Dan diikuti oleh 298 peserta. Saya rasa ini rekor dengan peserta terbanyak untuk cabor beladiri yang diikuti oleh 34 kabupaten/kota,” ujar Baso, Jumat (4/7/2025) di Gedung Islamic Center, Kota Malang.

Pada gelaran Porprov kali ini, ada sebanyak 24 medali emas yang diperebutkan. Rinciannya terdiri dari 6 nomor seni, dan 18 fight. Meski cukup banyak nomor yang dipertandingkan, tidak ada keributan yang terjadi.

Benar saja, di saat cabor beladiri lain terjadi keributan akibat keputusan wasit-juri yang tidak fair, di muaythai justru berjalan dengan baik. 

Hal ini tak lepas dari langkah antisipatif dari Ketua Pengprov MI Jatim dan panitia pelaksana sebelumnya. Di mana mereka mengultimatum wasit juri yang terindikasi curang akan dipulangkan. 

“Saya ultimatum wasit-juri, kalau sampai terjadi kecurangan akan langsung kami pulangkan. Dan bisa dilihat, semua puas karena kepemimpinan wasit dan penilaian juri sangat fair. Tidak ada kecurangan selama pelaksanaan,” ungkap Baso.

Tak sebatas itu, panpel juga menyita seluruh telepon seluler wasit-juri selama memimpin pertandingan, khususnya di partai final. Hal ini bertujuan agar wasit-juri yang bertugas tidak ada komunikasi dengan pelatih atau ofisial dari kabupaten asal mereka.

“Wasit juri ini kan kita ambil dari berbagai kabupaten/kota, yang sudah mengikuti penataran Tingkat daerah maupun nasional. Dan tentu sudah bisa kita lihat kualitas mereka. Alhamdulillah mereka bertugas dengan cukup bagus,” jelas Baso.

Kekuatan Merata

Baso sendiri mengaku puas, karena pada Porprov kali ini kekuatan kabupaten/kota relatif merata. Ini bisa dilihat dari sebaran medali. Kalau pun Surabaya kembali tampil sebagai juara umum dengan 5 medali emas, tapi daerah-daerah lain menunjukkan perkembangan yang cukup siginifikan. 

Dari daftar panpel, pada Porprov kali ini, dari 34 kota/kabupaten yang mengirimkan atletnya, sebanyak 31 kota/kabupaten berhasil mengantongi medali. Artinya, hampir semua daerah membawa pulang medali. 

“Surabaya memang bagus. Mereka punya atlet-atlet berkualitas yang tampil di final. Tapi daerah lain sebetulnya juga tidak kalah. Indikatornya jelas, dari jumlah atlet yang mereka kirimkan. Meski tidak sebanyak Surabaya yang mengirimkan dua kali lipat lebih dari kontingen lain, raihan medali mereka tidak kalah atau bisa dibilang efektif,” tutur Baso. 

Ia juga menegaskan, bahwa juara-juara di Porprov kali ini bukanlah kejutan. Selain mereka intens berlatih, para juara ini rutin mengikuti kompetisi di setiap ajang atau turnamen yang digelar Pengprov MI Jatim.

“Tidak ada yang instan untuk menjadi juara. Semua itu berkat kerja keras,” tegas pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Seleksi Puslatda

Baso mengungkapkan, para juara di Porprov kali ini berhak mengikuti seleksi Puslatda Jatim proyeksi PON NTT-NTB 2028 mendatang. Rencananya, mereka akan dimasukkan dalam daftar Puslatda pada Agustus 2025 nanti. 

“Kami kan memberlakukan promosi degradasi. Jadi, kalau atlet yang kemarin ikut Puslatda kalah dari atlet Porprov, otomatis akan kami ganti dengan pemenangnya. Ini bukti bahwa kami fair dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk promosi,” jelas Baso.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Gresik Menunggu 9 Edisi Baru Bisa Berkalungkan Medali Emas Voli Indoor Porprov 

MALANG- KEMPALAN: Penantian panjang selama sembilan edisi gelaran Porprov Jatim, tim voli Kabupaten Gresik yang ingin berkalungkan medali emas akhirnya tercapai di Porprov IX Jatim 2025 di Malang Raya. GOR Ken Arok Kedungkandang, Kota Malang menjadi saksi sejarah tim putri Kabupaten Gresik berkalungkan medali emas. Srikandi -srikandi Kabupaten Gresik di final pada Rabu (03/07) mengalahkan musuh bebuyutannya dengan 3-2(21-25-25-22,25-19,22-25 dan 25-0)

Jualannya pertandingan 

Final ideal yang mempertemukan Kota Surabaya versus Kabupaten Gresik berlangsung sengit, kedua tim juga sama sama di perkuat sejumlah pemain pengalaman yang bertanding di kompetisi bolavoli tingkat nasional. Tak heran jika laga final ini tersaji dengan penuh emosi.

Set pertama Ning -ning Surabaya mengawali laga dengan manis setelah memimpin keunggulan 25-21, namun di set kedua posisi berbalik. Sriknadi -srikandi Kota santri julukan lain dari kabupaten Gresik memaksa Surabaya harus berbagi angka 1-1 setelah menyerahkan di angka 22-25.

Skor imbang 1-1 laga kian seru.

Srikandi-sriknadi Gresik yang mendapat dukungan langsung  bupati  Gresik Gus Yani kian percaya diri, smes smes tajam yang presisi membuat tim kota santri ini bermain agresif dan taktis . Sebaliknya kota Surabaya tampil kurang greget.kondisi ini langsung di manfaatkan oleh Kabupaten Gresik untuk menekan dan akhirnya menang di angka 19-25.

Unggul 2-1 Gresik makin percaya diri, sementara Surabaya yang tak ingin malu berusaha bangkit. Laras dkk terus berupaya main cantik dan tak ingin membuat kesalahan. Upaya ini berhasil dengan memaksa harus Gresik untuk bermain lima set setelah menang di angka 25-22. Skor imbang 2-2 perebutan medali emas kian panas. 

Set kelima yang menjadi penentu Kedua tim bermain hati-hati. Tapi misi balas dendam yang selama ini di pendam kubu Gresik akhirnya terbalaskan di GOR Ken Arok Kedungkandang Kota Malang di final.mereka mengakhiri laga dengan kemenangan 15-8. Dengan hasil ini srikandi-sriknadi Gresik akhirnya berkalungkan medali emas.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Meski Juara Umum Cabor Muaythai Porprov IX Jatim 2025 Surabaya Tidak Sepenuhnya Puas 

MALANG- KEMPALAN: Cobor Muaythai Kota Surabaya tampil sebagai juara umum cabor Muaythai Porprov IX Jatim 2025. Raihan ini sekaligus mempertahankan dominasinya sebagai umum pada Porprov VIII Jatim 2023 yang berlangsung di Sidoarjo.

Selama empat hari berlaga di Gedung Islamic Center Kota Malang, petarung Surabaya meraih 5 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu. Lima emas didapat dari atlet Qafah Gavra Wirya (60 kg pa), Gavin Kinzie Aries Putra (71 kg pa), Margaretha Liony SP (Waykhru pi) dan M Reza Syahwaldi (Muayerobic pa).

Meski tampil sebagai juara umum, pelatih Muaythai Surabaya, Agus Leonardo Fortunius mengaku tidak puas. Sebab, hasil yang dicapai anak didiknya diluar target. Dari sembilan emas yang ditargetkan, hasilnya hanya lima emas. Empat emas lepas dari genggaman.

“Tentu kami tidak puas. Banyak kelas yang lepas. Prediksi kita harusnya bisa mendapat sembilan emas, tapi dapat lima emas,” katanya ketika ditemui usai pengalungan medali di Gedung Islamic Center, Kota Malang, Jumat (4/7) malam.

Sembilan emas yang ditargetkan itu, lanjutnya, tiga emas diantaranya kelas seni, tiga kelas fight putra dan tiga kelas fight putri. “Yang terjadi adalah dua emas dari seni, dua emas dari fight putra dan satu emas dari fight putri,” ungkapnya.

Ada beberapa faktor yang disebutkan Agus meleset dari target. Antaranya, faktor kemampuan lawan bagus yang diluar prediksinya. Karenanya, dia mengapresiasi siapapun lawan dari daerah yang sudah berbenah. Seperti Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Blitar, 

“Porprov 2023 lalu, Surabaya juara umum dapat empat emas. Jadi, naik satu emas,” tandas Agus yang juga ketua harian Pengkab Muaythai Indonesia (MI) Surabaya ini. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.