
MALANG-KEMPALAN: Tim tenis lapangan Kota Surabaya gagal memenuhi target merebut tiga medali emas di Porprov Jatim IX 2025. Hingga akhir pertandingan, Sabtu (5/7) pagi, Kota Surabaya hanya mampu menyumbangkan 1 perak dan 3 perunggu.
Satu medali perak tersebut dipersembahkan Arian Rangga Desvianto dari nomor tunggal putra. Di partai final yang berlangsung di Lapangan Tenis Stadion Gajayana, Kota Malang, Arian dikalahkan petenis asal Madiun, Misbah Abdullah, yang sukses merebut medali emas.
“Keberhasilan petenis asal Madiun ini merebut medali emas sangat mengejutkan, karena sebelumnya ia kurang diperhitungkan,” kata Bambang Prijono, pengurus KONI Kota Surabaya yang menjadi monev cabor tenis meja, Sabtu (5/7).
Sedang tiga medali perunggu diraih Kota Surabaya dari nomor beregu putra, kemudian ganda putra atas nama Ananda Primadafa bersama Fazasyahrizal, dan ganda campuran atas nama Arian Rangga yang berpasangan dengan Nasywa Salsabila.
Medali emas nomor beregu putra diraih Kabupaten Sampang. Sedang medali perak direbut Kota Kediri yang di partai final kalah 1-2 vs Kabupaten Sampang.
Sebelum maju ke final, tim beregu putra Kabupaten Sampang mengalahkan Kota Surabaya di semifinal. “Surabaya kalah lawan Sampang juga dengan skor 1-2,’ ujar Bambang.
Menurut Bambang, salah satu penyebab kegagalan tim tenis meja Surabaya merebut medali emas di Porprov 2025 adalah karena persiapan yang sangat mepet.
“Bayangkan saja, tim tenis lapangan hanya melakukan persiapan selama tiga bulan. Jadi, wajar jika hasilnya kurang maksimal dan tidak bisa memenuhi target tiga emas,” ungkapnya.
Atas raihan yang kurang maksimal ini, Bambang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Khususnya kepada Wali Kota Surabaya, KONI Surabaya, Disbudporapar Kota Surabaya, dan masyarakat Kota Surabaya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi