Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 07:29 WIB
Surabaya
--°C

Bambang Haryo Kritik PP 28/2024: Kebijakan Kesehatan Jangan Matikan Industri Tembakau

Jakarta – Gelombang kritik terus mengarah pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan.

Salah satu sorotan datang dari Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, yang menilai beleid ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan memberatkan industri hasil tembakau (IHT).

Dalam pernyataannya, Bambang menilai sejumlah ketentuan dalam PP tersebut terlalu represif terhadap sektor tembakau, yang selama ini menyumbang pendapatan negara cukup besar sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja. Kebijakan seperti larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari tempat pendidikan dan pembatasan iklan luar ruang dalam radius 500 meter dari sekolah dan taman bermain dinilai akan mematikan ruang usaha secara perlahan.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Jatim Resmi Kantongi SKT dari Kanwil Kemenkum, Siap Sambut DPP di Sidoarjo

“Kalau industri ini ditekan tanpa strategi yang adil dan realistis, maka yang terdampak bukan hanya korporasi besar, tapi jutaan buruh, petani tembakau, hingga pedagang kecil. Padahal kita sedang dorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” tegas Bambang, Jumat (04/7).

Politikus Partai Gerindra itu juga menyoroti rencana plain packaging (kemasan polos tanpa merek) dalam Rancangan Permenkes sebagai turunan dari PP ini. Menurutnya, hal tersebut justru dapat memicu praktik peredaran rokok ilegal, karena konsumen tidak bisa membedakan antara produk resmi dan ilegal di pasar.

Bambang menegaskan bahwa kebijakan pengendalian tembakau seharusnya tidak bertabrakan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

BACA JUGA  Lantik 65 Kepala Sekolah di Grahadi, Ini Pesan Khofifah

“Kita mendukung hidup sehat, tetapi tidak dengan cara yang mematikan industri legal yang menyumbang cukai, pajak, dan membuka lapangan kerja,” ujar alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.