Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 00:53 WIB
Surabaya
--°C

Bahas Stabilitas dan Keamanan Kota, Pimpinan DPRD Surabaya Sowan ke Kejari

SURABAYA-KEMPALAN: Pimpinan DPRD Kota Surabaya terus memperkuat komunikasi dan sinergi antarlembaga dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Surabaya.

Setelah silaturahim dengan PCNU pada Selasa (19/5), pimpinan DPRD Surabaya berkunjung ke Kejari Surabaya dan PD Muhammadiyah Surabaya, Rabu (20/5).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri didampingi Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni, Bahtiyar Rifa’i, dan Laila Mufidah.

Kehadiran rombongan di Kejari Surabaya disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Tri Anggoro Mukti beserta jajaran.

Menurut Syaifuddin, situasi sosial dan dinamika masyarakat saat ini membutuhkan keharmonisan seluruh unsur pemerintahan, termasuk DPRD dan aparat penegak hukum (APH).

“Kita ini sedang menghadapi situasi yang cukup miris. Karena itu, untuk menjaga Surabaya tetap aman dan kondusif, kami bersilaturahmi ke kejaksaan,” kata Syaifuddin kepada wartawan usai pertemuan.

Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antara DPRD dan APH menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebab, DPRD merupakan lembaga yang setiap hari bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan warga.

“Kalau DPR bersentuhan dengan masyarakat tetapi tidak harmonis dengan kejaksaan dan APH, tentu tidak lengkap. Maka komunikasi dengan semua pihak harus terus dibangun agar Surabaya menjadi kota yang aman, nyaman, tenang, dan inklusif,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Syaifudin juga mengungkapkan kesannya terhadap Kepala Kejari Surabaya yang baru. Ia menilai sosok Kajari memiliki pemahaman yang baik mengenai dinamika politik dan kultur masyarakat Surabaya.

“Kami sampai kaget karena Pak Kajari sangat memahami politik dan karakter masyarakat Surabaya. Beliau melihat Surabaya ini unik, berbeda dengan daerah lain,” tuturnya.

Menurut Syaifudin, Kajari juga menilai masyarakat Surabaya memiliki karakter gotong royong yang kuat meskipun kerap terjadi dinamika dan perbedaan pandangan di ruang publik.

“Surabaya ini memang tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kelihatannya berbeda-beda, tapi tetap satu hati,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Kajari mengagumi keberagaman masyarakat Surabaya yang terdiri dari berbagai suku dan latar belakang. Keberagaman itu dinilai menjadi kekuatan tersendiri karena masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Beliau melihat masyarakat Surabaya memahami Pancasila sebagai pilar kekuatan bangsa, bukan sekadar memahami politik praktis,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.