TEHERAN-KEMPALAN: Pemerintah Iran secara resmi menolak seluruh tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penghentian pengayaan uranium dan penyerahan aset nuklirnya.
Penolakan tersebut memperlihatkan bahwa Republik Islam Iran tidak ingin tunduk terhadap tekanan Washington dan sekutunya di tengah meningkatnya ancaman konflik baru di Timur Tengah.
Sumber-sumber politik regional menyebutkan, pemerintahan Trump menuntut pembatasan total terhadap aktivitas pengayaan uranium Iran sebagai bagian dari kesepakatan baru yang sedang dinegosiasikan.
Selain itu, muncul pula tuntutan supaya Iran menyerahkan seluruh cadangan uranium yang dimilikinya.
Di sisi lain, Israel disebut ingin mengambil alih seluruh aset uranium Iran demi memastikan Teheran tidak lagi memiliki kemampuan mempercepat program nuklirnya.
Namun, pemerintah Islam menolak keras tuntutan tersebut.
Teheran menilai permintaan itu sebagai bentuk tekanan politik dan pelanggaran terhadap hak kedaulatan nasional Republik Islam Iran.
Pejabat Iran menegaskan bahwa pengayaan uranium merupakan hak legal negara mereka berdasarkan aturan internasional selama digunakan untuk kepentingan damai.
Pernyataan terbaru dari pejabat tinggi Iran menunjukkan bahwa Teheran lebih memilih menghadapi risiko konfrontasi dibandingkan menyerahkan program strategisnya kepada tekanan asing.
Sikap keras Iran itu langsung memicu perhatian internasional karena kawasan Timur Tengah saat ini sedang berada dalam kondisi sangat sensitif.
Ketegangan meningkat setelah serangkaian ancaman militer, operasi intelijen, dan perang bayangan antara Iran dan Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Washington dan Tel Aviv menuduh Teheran terus mempercepat program nuklirnya hingga mendekati kemampuan membuat senjata atom.
Namun, Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Teheran telah menegaskan bahwa program nuklirnya hanya digunakan untuk kebutuhan energi, kesehatan, penelitian ilmiah, dan kepentingan sipil lainnya.
Meski demikian, Amerika Serikat (AS) tetap menekan Iran agar menghentikan aktivitas pengayaan uranium tingkat tinggi.
Trump juga terus menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi