JAKARTA-KEMPALAN: Sebuah video seekor orangutan Kalimantan yang mencoba menghadang ekskavator di tengah pembukaan lahan kembali menjadi perhatian dunia setelah diunggah oleh akun lingkungan asal Eropa, eeb_europe.
Video tersebut memperlihatkan momen memilukan saat orangutan itu bertahan di atas batang pohon yang telah tumbang, sementara alat berat terus bekerja meratakan kawasan hutan tropis.
Dalam unggahannya, akun eeb_europe menyoroti laju deforestasi global yang disebut terus meningkat akibat tingginya permintaan komoditas dunia seperti kelapa sawit, kayu, kopi, kakao, hingga kedelai.
Mereka menyebut, setiap menit sekitar 100 pohon hilang karena kebutuhan konsumsi global, termasuk dari negara-negara Uni Eropa.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya proses “pembukaan lahan”. Namun bagi orangutan, hutan adalah rumah, tempat mencari makan, tempat bermain, dan sekaligus ruang hidup yang telah mereka tempati sejak lahir.
Ketika hutan dibabat, satwa liar perlahan kehilangan tempat untuk bertahan hidup dan terpaksa semakin dekat dengan aktivitas manusia.
Video ini sebenarnya bukan rekaman baru, tetapi kembali viral karena dianggap menjadi simbol perlawanan satwa liar terhadap kerusakan habitat.
Banyak warganet internasional menyebut pemandangan tersebut menyayat hati: seekor hewan yang tubuhnya jauh lebih kecil dibanding alat berat, tetap mencoba bertahan demi rumahnya sendiri.
Ironisnya lagi, ketika satwa mulai muncul di area perkebunan atau permukiman manusia, mereka sering dianggap “masuk ke wilayah manusia”. Padahal bisa jadi, manusialah yang lebih dahulu masuk dan mengambil wilayah hidup mereka. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi