
PASURUAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp6,75 miliar untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan. Penyaluran bansos ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
“Saya berharap semua yang mendapatkan bansos kali ini dapat menerima manfaatnya dan menjadi berkah bersama,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/7).
Menurut Khofifah, dana bansos yang disalurkan kali ini berasal dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim sebesar Rp6,10 miliar serta dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp648 juta.
Sementara itu, Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menjelaskan, masyarakat Kabupaten Pasuruan yang menerima bantuan tersebut berasal dari berbagai golongan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD), serta golongan kewirausahaan inklusif produktif lewat program Putri Jawara yang berfokus pada para ibu orang tua tunggal atau single mom yang menjadi tulang punggung keluarga.

Selain itu, lanjut Novi, Pemprov juga menyalurkan dana Santunan Jaminan Kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) kepada enam ahli waris para Taruna Siaga Bencana (Tagana). Juga kepada dua ahli waris Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebesar Rp336 juta.
“Untuk para penerima Santunan Jaminan Kematian ini serta seluruh iuran BPJS TK seluruh Tagana dana TKSK di Jatim, semua ditanggung oleh Pemprov Jatim sejak Gubernur Khofifah menjabat pada awal periode pertamanya,” terangnya.
Tidak hanya itu. Pemprov juga akan memberi apresiasi tambahan untuk 1.858 Tagana dan 666 TKSK di seluruh Jatim melalui insentif yang akan disalurkan setiap tiga bulan sekali dengan nominal mencapai Rp645 juta untuk tahun anggaran 2025.
Ditegaskan bahwa seluruh bansos yang disalurkan oleh Dinsos tersebut sebesar Rp180 miliar dan diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim 2025.
Novi juga menegaskan bahwa pada pemerintahan Gubernur Khofifah ini Pemprov akan lebih memperhatikan para perempuan tulang punggung keluarga melalui program Jatim Puspa dengan bantuan sebesar Rp3 juta per individu.
“Kami ingin hadir untuk bisa menyentuh seluruh perempuan di Jatim agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi