SIDOARJO –KEMPALAN: Genderang perang demokrasi tingkat desa mulai ditabuh di Kabupaten Sidoarjo. Dari 80 desa di 18 kecamatan yang menggelar Pilkades Serentak, sorot lampu kini tertuju tajam ke Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian. Minggu, 1 Maret 2026, suasana memanas saat penetapan calon dan pengundian nomor urut resmi digelar.
Namun, ada satu sosok yang membuat peta persaingan ini terasa “panas” layaknya laga final Liga 1. Ia adalah Syaiful Arif.
Bukan Sekadar Politisi, Sang Pengadil Lapangan Hijau Turun Gunung

Nama Syaiful Arif bukanlah sosok sembarangan. Di lapangan hijau, ia adalah wasit sepak bola nasional yang masih aktif meniup peluit di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Tak hanya itu, tangan dinginnya dalam manajemen pernah teruji sebagai manajer tim EPA Arema FC dan Madura United.
Kini, sang pengadil lapangan ini memutuskan untuk “mengadili” ketidakadilan di tingkat desa. Dengan visi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adil, makmur, dan berkelanjutan, Syaiful membawa 8 poin visi-misi yang dianggap “mencengangkan” oleh warga setempat.
Yang paling membuat publik terperangah adalah komitmen radikalnya: Menyalurkan seluruh gaji dan tunjangan selama menjabat kembali ke lingkungan warga. Tak berhenti di situ, ia berjanji menggratiskan administrasi jual beli tanah, membangun waduk melalui normalisasi drainase, hingga menciptakan lapangan kerja baru di Barengkrajan.
Suara Emak-Emak: “Kami Butuh Pemimpin yang Jujur!”

Dukungan mulai mengalir deras, terutama dari barisan “pasukan daster” yang militan. Ika, salah satu perwakilan pendukung dari kalangan emak-emak, mengungkapkan alasannya memilih sang wasit.
“Kami sudah capek dengan janji yang itu-itu saja. Pak Syaiful ini wasit, dia terbiasa jujur dan tegas di lapangan. Kalau wasit yang memimpin desa, insya Allah tidak akan ada main mata dalam anggaran. Apalagi gajinya mau dikembalikan ke warga, itu luar biasa! Kami butuh perubahan, bukan sekadar gaya,” seru Ika dengan penuh semangat di sela-sela acara pengundian nomor urut.
Menuju 24 Mei 2026: Pertaruhan 7.000 Suara
Kini, bola panas ada di tangan warga. Sebanyak 7.000 pemilih yang tersebar di empat dusun—Badas, Bantengan, Sidorono, dan Barengkrajan—akan menjadi saksi sejarah pada pemungutan suara 24 Mei 2026 mendatang.
Apakah ketegasan peluit Syaiful Arif mampu membawa perubahan total pada infrastruktur dan pemberdayaan UMKM di Barengkrajan? Ataukah ini hanya akan menjadi drama perpanjangan waktu? Satu yang pasti, Barengkrajan kini menjadi magnet utama dalam Pilkades Serentak Sidoarjo 2026.(Ambari Taufiq/Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi