Tata Kawasan Ampel, Pedagang KH Mas Mansyur Direlokasi ke Kalimas Timur

waktu baca 2 menit
Pedagang di.kawasan Jalan KH Mas.Mansyur yang direloldi ke Jalan Kalimas Timur, Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya secara bertahap mulai melakukan relokasi pemindahan pedagang di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Surabaya, ke Jalan Kalimas Timur, Surabaya, Minggu (3/3). Sebab, pemkot tengah melakukan penataan kota lama pada zona Arab di kawasan Ampel, Surabaya.

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti mengatakan, persiapan pemindahan tersebut telah dilakukan sejak Sabtu (2/3). Yakni, melakukan pembersihan dan menyiapkan lokasi bagi para pedagang di Jalan Kalimas Timur. Selain itu, relokasi ini diperuntukkan bagi pedagang non makanan dan minuman.

“Hari ini kami merelokasi para pedagang yang berada di sepanjang jalan KH Mas Mansyur. Penjual yang kami relokasi itu, penjual barang bekas, handphone, sandal, baju termasuk penjual akik,” kata Irna.

Sebelum dilakukan relokasi, Irna menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan sosialisasi kepada pedagang, tokoh masyarakat, dan warga yang tinggal di kawasan tersebut.

“Untuk sosialisasi sudah kami lakukan mulai bulan kemarin, tepatnya bulan Februari. Kami sosialisasikan kepada tokoh masyarakat,  para pedagang yang berjualan di pagi hari maupun malam hari,” jelasnya.

Dengan adanya relokasi ini, Irna berharap upaya penataan kota lama di kawasan sekitar Ampel menjadi lebih nyaman bagi para peziarah.

“Ini upaya kami supaya para peziarah yang datang ke Makam Ampel bisa lebih nyaman. Dengan adanya relokasi ini dapat menjadikan Wisata Makam Ampel ini dapat tertata dengan rapi,” kata dia. 

Irna menambahkan, jika ada pedagang yang nekat berjualan kembali di sepanjang pedestrian Jalan KH Mas Mansyur, pihaknya akan menindak tegas.

“Akan kami tindak tegas, karena relokasi ini sudah ada kesepakatan dari berbagai pihak. Bahwa mereka sepakat untuk menaikan derajat Wisata Makam Ampel sebagai tempat wisata. Kami sudah berdialog dengan masyarakat dan tokoh masyarakat juga,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *