Setiap orang bebas membawa harta. Risikonya, dalam situasi-kondisi tertentu, itu memicu kejahatan. Walaupun, kesalahan korban tidak mengurangi sanksi hukum buat pelaku.
Benjamin Mendelsohn dalam bukunya, “Victimology and Contemporary Society’s Trends” (1976) menyebutkan, orang bisa terhindar jadi korban kejahatan, jika memahami kriminologi dan viktimologi.
Viktimologi adalah ilmu relatif baru, bagian dari kriminologi. Viktimologi berasal dari kata Latin: “victima” berarti korban, dan “logos” berarti pengetahuan ilmiah atau studi. Viktimologi, ilmu tentang korban kejahatan.
Sebelum 1970, para kriminolog tidak pernah menyinggung korban dalam analisis mereka. Kriminolog fokus pada pelaku dan kronologi kejahatan. Benjamin Mendelsohn (1900 – 1998), kriminolog kelahiran Bukares, Romania, menggunakan istilah viktimologi sejak 1970-an.
Viktimologi tidak hanya fokus pada korban kejahatan. Juga, karakteristik situasional dan pribadi korban, serta hubungan antara korban dan pelaku.
Mendelsohn merumuskan enam tipologi korban, demikian:

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi