Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 00:31 WIB
Surabaya
--°C

Dewan Kolonel

KEMPALAN: SEKUMPULAN legislator PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) di DPR-RI membentuk kelompok yang dinamakan ‘’Dewan Kolonel’’. Namanya mentereng sekaligus ‘’nggegirisi’’ alias membuat merinding, karena, mungkin, bisa saja memunculkan asosiasi dengan ‘’Dewan Jenderal’’.

Apalagi sekarang sudah masuk hari-hari terakhir September. Biasanya, menjelang 30 September selalu saja ada isu-isu mengenai pemberontakan PKI 1965, yang selama ini lazim disebut sebagai Gerakan 30 September PKI. Belakangan—terutama di masa Jokowi berkuasa—muncul wacana agar penyebutan PKI di belakang G 30 S dihapus.

Tentu saja banyak pro dan kontra. Kelompok yang anti-PKI dengan tegas menolak penghapusan itu, karena PKI memang berada di balik kudeta dan pembunuhan 6 jenderal. Tapi, kelompok liberal-kiri menuntut penghapusan kata PKI karena menganggap penculikan dan pembunuhan itu tidak dilakukan oleh PKI.

Isu Dewan Jenderal itu diembuskan oleh PKI, dengan menyebutkan bahwa para jenderal Angkata Darat di bawah Jenderal Ahmad Yani sedang menyusun rencana untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan Bung Karno. Rencana makar akan dilakukan pada hari Angkatan Bersenjata 5 Oktober dengan mendatangkan pasukan ke Jakarta dari berbagai daerah, terutama Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

BACA JUGA: Nikita vs Najwa

Letkol Untung Syamsuri—atau lebih dikenal sebagai Letkol Untung—komandan Batalyon I Tjakrabhirawa, bergerak cepat mendahului gerakan Dewan Jenderal. Pada 30 September 1965 Untung menggerakkan pasukan untuk menculik 7 jenderal yang dicurigai sebagai anggota Dewan Jenderal. Penculikan itu berakhir dengan pembunuhan di Lubang Buaya dekat markas Angkatan Udara, pada 1 Oktober 1965.

Tapi, Dewan Kolonel yang sekarang muncul ini tidak ada hubungan dengan Dewan Jenderal atau dengan Letkol Untung. Dewan Kolonel ini adalah sekumpulan anggota DPR RI dari PDIP yang menyebut dirinya sebagai loyalis Puan Maharani. Nama lengkap dewan ini adalah ‘’Dewan Kolonel Puan Maharani’’. Tujuannya adalah untuk mengkampanyekan Puan Maharani sebagai calon presiden yang bakal diusung oleh PDIP.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.