Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 17:22 WIB
Surabaya
--°C

Beda Human Trafficking dan Pelacur di PSK ABG Jakarta

Heboh, gadis 15 tahun dilacurkan di apartemen Jakarta Barat. Germo Mami Erika (44) dan pacar korban, RR (19) ditahan Polda Metro Jaya. Konon, wanita melacur, atau dilacurkan, karena miskin. Benarkah?

***

KEMPALAN: PASTINYA, tarif pelacur ABG di Jakarta Rp 1,5 sampai 3 juta. Duit segitu, di negeri miskin ini, memunculkan germo. Menggiurkan pemuda busuk jadi makelar, menjerumuskan pacar jadi pelacur. Itulah kasus di atas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan kepada pers, Selasa, 20 September 2022, mengatakan:

“Ya, benar. Telah ditangkap EMT (Mami Erika) pada Senin (19/9) malam di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.”

Dari penangkapan Erika, polisi menyelidik. Lantas ditangkap pula RR, yang tega menjerumuskan pacarnya jadi pelacur. Lokasi prostitusi di apartemen Jakarta Barat.

BACA JUGA  Sabet Golden Ticket Unesa dan Tembus Skuad Uber Cup 2026, Thalita Ramadhani Berkilau di Jalur Prestasi Dunia dan Akademik

Kombes Zulpan: “Kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.”

Erika dan RR sudah tersangka. Dari penyelidikan polisi lebih lanjut, diketahui latar belakang Erika.

Rabu, 21 September 2022, Zulpan: “EMT sudah beroperasi sebelum tahun 2021.”

Dilanjut: “Yang bersangkutan (Erika) memiliki delapan anak asuh yang dia jual. Dia atur, penempatannya di tiga apartemen itu (di Jakarta Barat).”

Polisi kini menyelidiki keberadaan delapan gadis ABG yang dijadikan pelacur. Karena dengan penangkapan Erika, para ABG itu kabur dari apartemen. Takut ditangkap. Entah pulang ke rumah ortu, atau ke penampungan lain.

Zulpan: “Hasil pemeriksaan ini akan membuka tabir lebih luas. Sekarang yang baru terungkap satu, diharapkan ini membuat teman-teman (para ABG) lain berani melapor. Karena tanpa laporan, kami agak kesulitan, apakah dia tersandera atau menikmati kehidupan apartemen.”

BACA JUGA  Menjaga Pancasila dari Opium Ideologi: Mengembalikan Politik kepada Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat

Kalimat terakhir Kombes Zulpan, menandakan korban adalah anak orang miskin, yang diperkirakan, mungkin saja: “menikmati kehidupan apartemen”.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.