Rabu, 29 April 2026, pukul : 07:57 WIB
Surabaya
--°C

Beda Human Trafficking dan Pelacur di PSK ABG Jakarta

Tentu, itu bukan cita-cita Poi di masa kanak-kanak. Jauh. Tiada wanita bercita-cita jadi pelacur. Tapi, jalan hidup memaksa Poi begitu. Menurut Poi, tak ada jalan lain.

Ada gadis ABG bernama Kaya (nama Kamboja). Usia 15. Juga semiskin Poi, putus sekolah di tingkat SD. Ortu buruh tani, pun terpuruk, akibat gagal panen diterjang banjir. Untuk sekadar makan, ortu Kaya utang sana-sini.

Kaya pusing. Tanya sana-sini cari kerja, ketemu pria sedesa usia 40. Pria itu bilang ke Kaya, kalau Kaya mau jadi pembantu rumah tangga, bisa dibantu diantarkan ke Bangkok. Kaya mikir, lokasi itu beda negara beda bahasa dengan Kamboja.

Kaya pun mau. Izin ortu pun, Ok.

Mereka naik kendaraan umum dari desa di Kamboja menuju Bangkok di Thailand. Tanpa paspor.

Di Bangkok, Kaya dijual ke rumah bordil. Tubuh Kaya yang mungkil itu tak berdaya melawan si makelar. Dia dipaksa masuk kamar. Malamnya langsung melayani tamu.

Kaya sebagai ‘orang baru’ sangat menarik konsumen. Semalam, Kaya berhubungan seks dengan 15 pria.

Esoknya, dalam kondisi berdarah-darah, dia diberi duit segepok oleh germo. Tapi Kaya disekap. Dijaga bodyguard.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.