Kalimat Zulpan itu sekaligus analisis penyelidikan: Apakah para gadis ABG itu tersandera, jadi human trafficking? Ataukah murni pelacur remaja, karena ingin menikmati hidup glamor?
Relawan spesialis penyelamat human trafficking Amerika Serikat, Kelly Allen, dalam naskahnya bertajuk, “Prostitution and Human Trafficking: Know the Difference”, di The Exodus Road, 5 Maret 2021, menjelaskan hal itu.
Bahwa, antara pelacur remaja dengan human trafficking, beda-beda tipis.
Di tulisannya itu Allen memberi ilustrasi kisah, begini:
Poi, wanita 24 tahun. Lahir di sebuah desa miskin di Thailand. Dia menikah di usia 17 tahun. Kini punya lima anak. Lalu cerai.
Sejak suami meninggalkannya bersama anak-anak, Poi harus menghidupi dirinya dan lima anak.
Tanpa pendidikan, tanpa skill, Poi minim kesempatan kerja. Tapi ia dan anak-anak harus hidup. Harus makan.
Maka, dia pilih cara begini: Anak-anak dititipkan di rumah ortu, yang hanya ditinggali ibunda Poi. Lalu, Poi meninggalkan mereka, pergi ke Bangkok. Kerja di sebuah bar. Jadi pelacur.
Dengan begitu anak-anaknya ‘hidup’.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi