Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan Meningkat Jadi 131  Orang

waktu baca 2 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA-KEMPALAN: Data jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, bertambah. Jika awalnya hanya 125 orang, sekarang meningkat menjadi 131 orang.

“Ada update dari Crisis Center-nya Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kemarin Pak Bupati menyisir naik sepeda motor, dari informasi-informasi, sampai sore tadi ada tambahan enam yang belum terekap, sehingga data meninggal dunia menjadi 131 orang,” kata Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (4/10) malam.

Seperti diketahui,  korban meninggal dunia tersebut terjadi akibat kerusuhan yang terjadi pasca pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam.
Selain korban meninggal dunia,  laga yang dimenangkan Persebaya dengan skor 3-2 itu juga menimbulkan korban luka lebih dari 300 orang.

Menurut Khofifah, keenam tambahan korban meninggal dunia tersebut memiliki identitas lengkap namun belum sempat terdata karena langsung dibawa pulang oleh keluarganya.

“Tadi saya takziah, rupanya sudah langsung dimakamkan karena identitasnya lengkap, handphone ada, dompet dan sepeda motor juga ada,” terang mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Dengan adanya penambahan jumlah korban itu, Khofifah menyampaikan duka cita yang mendalam. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar turut mendoakan para korban tragedi Stadion Kanjuruhan.
“Tadi saya ketemu dua Ibu yang sama-sama kehilangan di Gondanglegi, pasti dukanya mendalam sekali. Saya mohon doa semoga beliau-beliau ini diterima seluruh amal ibadahnya dan dalam keadaan husnul khotimah,” harapnya.

Dia juga berharap tim-tim yang akan turun untuk menyelidiki tragedi tersebut dapat bersinergi dan menghasilkan evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan sepak bola ke depan.

“Ada tim dari Kompolnas, Polri, PSSI, juga Komnas HAM mau turun, dan tim independen yang diketuai Menkopolkam. Saya rasa semua akan bersinergi dan akan ada evaluasi menyeluruh,” jelas Khofifah yang sejak tragedi Kanjuruhan terus bolak-balik ke Malang.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menyebut bahwa suporter sepak bola merupakan modal sosial yang besar, sehingga perlu dibina agar dapat melakukan evaluasi bersama untuk menjadi lebih baik.
Karena itu, lanjut Khofifah, menyilaturahmikan antar suporter menjadi penting, suporter dengan manajemen kesebelasan, juga suporter dengan pemain.

“Sehingga, kita bisa memberikan referensi cara mencintai kesebalasan di masing-masing daerah,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *