Jumat, 24 April 2026, pukul : 17:27 WIB
Surabaya
--°C

Bom Bunuhdiri di Bandung, Deradikalisasi Gagal

Pukul 08.00, Rabu, 7 Desember 2022, Agus turun dari motor, Ia jalan kaki masuk halaman Mapolsek. Membawa pisau (yang kelihatan).

Ketika itu anggota Polsek Astana Anyar sedang apel pagi. Kumpul di halaman Mapolsek. Kedatangan Agus dicegat petugas di pos jaga. Tapi Agus telanjur nyelonong masuk, mengacungkan pisau.

Para polisi melihat ulah Agus. Salah seorang berusaha menyergap. Mendadak bom meledak. Tubuh Agus ambyar ‘sak walang-walang’ (kecil-kecil sebesar belalang).

BACA JUGA: 7 Pendekar Habisi Seorang Pedagang Nanas

Polisi yang meninggal terkena bom, Aiptu Agus Sofyan. Meninggal di tempat. Sembilan polisi dan seorang warga terluka parah dan ringan. Dirawat di rumah sakit.

Kejadiannya sangat cepat. Polisi menyatakan, Agus anggota JAD (Jamaah Ansharut Daulat) organisasi yang dinyatakan pemerintah sebagai terlarang sejak 2018. Tapi sudah sangat lama ada. JAD inilah yang mengebom di Cidendo, Bandung, 2017.

Kapolri Jenderal Sigit mengatakan, polisi selama ini memantau kegiatan Agus, setelah bebas dari Nusakambangan. Kapolri juga memastikan Agus masuk kategori kelompok dalam proses deradikalisasi. Tapi, tidak sukses.

Dan, yang model Agus Sujatno ini banyak di Indonesia. Seumpama Prof Zachary M. Abuza mengikuti cermat kasus-kasus terorisme di sini, bakal menambah wacana baru buat bukunya, kelak. Tidak segampang teori. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.