Sekeluarga tidak ada yang curiga, bahwa mereka diracuni. Arsenik ketika ditaburkan ke cairan, tidak mengubah warna, juga tidak berbau.
Minggu, 27 November 2022 Dhio beli arsenik lagi, via online lagi, dalam jumlah lebih besar. Arsenik itu kemudian ditaburkan ke kopi milik ayahnya, dan teh milik ibu dan kakaknya.
Sekitar pukul 07.00 Senin, 28 November 2022, tiga korban minum kopi dan teh masing-masing. Mereka tewas.
Apakah motif pembunuhan cuma sederhana begitu?
BACA JUGA: Madu-Racun Obat Sirop, Tersangka Diburu Polisi
Kombes Djuhandani: “Pengakuan tersangka begitu. Ia disuruh kerja oleh orang tua untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Tersangka ogah. Ia persoalkan, kakaknya malah keluar dari tempat kerja. Tapi, penyelidikan terus berlangsung.”
Para korban seketika diotopsi. Hasilnya mengerikan.
Kombes Djuhandani: “Hasil otopsi, bagian tenggorokan sampai lambung semua korban kondisi terbakar. Rusak total. Ini pembunuhan sadis.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi