3) Penghentian penyalahgunaan miras dan narkoba (8 persen). Ortu berubapa menghentikan anak kecanduan miras atau narkoba, lalu ortu dibunuh anak.
4) Kemarahan mendadak (8 persen). Latar belakang kemarahan beragam. Bisa karena suatu kasus, atau masalah yang sudah bertumpuk-tumpuk.
5) Menginginkan kehidupan yang berbeda (7 persen). Pelaku menginginkan bentuk kehidupan berbeda, tapi ortu melarang. Misal, pelaku ingin tinggal dengan orang tua asuh. Karena, sebelumnya pelaku sempat dirawat ortu asuh.
BACA JUGA: Mayat Kalideres Dipegang, Gembur Kinyis-kinyis
Sisanya (29 persen) tak terdeteksi pada riset yang digelar Parricide Prevention Institute.
Makalah Thompson yang hasil riset itu, sebenarnya membantah teori sebelumnya, bahwa pembunuhan anak terhadap ortu, akibat anak ingin mengakhiri pelecehan ortu terhadap anak. Menurut Thomson, motif itu nyaris tidak ditemukan pada riset.
Kalau pun di riset lain ada, atau pernah terjadi anak yang dilecehkan ortu kemudian balas membunub ortu, jumlahnya sangat kecil. Jadi, dianggap tidak mewakili motif.
Di kasus Magelang, para tetangga keluarga Abas dalam wawancara dengan wartawan, mengatakan, tidak menduga Dhio tega membunuh begitu rupa. Karena, Dhio dikenal baik dan pendiam.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi