Jumat, 19 Juni 2026, pukul : 06:29 WIB
Surabaya
--°C

Dhio Racun Ayah Ibu dan Kakak, Apakah Salah Asuh?

Kepala Desa Mertoyudan, Eko Sungkono, yang tetangga korban selama 20 tahun ini, kepada pers mengatakan: “Saya enggak nyangka. Kok bisa? Kami enggak pernah dengar kejanggalan-kejanggalan.”

Khusus terhadap pelaku Dhio, menurutnya, anak baik pendiam. Ikut pengajian di kampungnya, dan rajin salat. “Saya enggak tahu, apa yang salah.”

Teori Dr Sherry A. Thompson, kecil kemungkinan anak pembunuh ortu akibat pelecehan anak oleh ortu di masa lalu. Tapi, dari perspektif anak, bisa saja anak merasa terabaikan di masa kecil.

BACA JUGA: Tipu Modus Baru 3 Tahap kepada Ratusan Mahasiswa IPB

Dikutip dari The Washington Post, terbitan 13 Mei 1984, bertajuk “Kids Who Kill Parents“, ditulis Lawrence Meyer, menyebutkan, bisa saja anak menyimpan dendam akibat pengabaian ortu terhadap anak di masa lalu.

BACA JUGA  Integrasi Kota Taman dan Hutan Kota untuk Masa Depan Surabaya

The Washington Post di situ mengutip pendapat Psikolog Forensik, Dennis Harrison, yang telah mewawancarai 20 anak pembunuh salah satu atau kedua ortu, semua pembunuh mengaku, mereka diabaikan ortu di masa kecil.

Dijelaskan Harrison, sejumlah kecil pembunuhan dilakukan oleh psikotik dan anak-anak di bawah pengaruh obat-obatan. Tapi, sebagian besar dilakukan oleh dua jenis anak, yang di masa kecil mengalani ini:

1) Korban kekerasan fisik yang terang-terangan. Dipukuli secara fisik.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.