Ketiga korban ternyata sudah meninggal di RS. Pihak RSUD Merah Putih, Kabupaten Magelang, menyatakan ketiganya DoA (Death on Arrival).
Di Mapolres Magelang, melalui pemeriksaan intensif, Dhio mengakui. membunuh ayah, ibu dan kakaknya. Alasannya, karena sakit hati.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Djuhandani Raharjo Puro di konferensi pers di Polres Magelang, Selasa, 29 November 2022 menjelaskan:
BACA JUGA: Pasal Selingkuh di RKUHP Bikin Galau
“Pengakuan tersangka, karena jengkel. Mengaku tak pernah diperhatikan keluarga. Baru-baru ini, terus-terusan tersangka disuruh mencari kerja, sejak ayahnya pensiun. Merasa tak nyaman, tersangka membunuh orang tua dan kakaknya.”
Pembunuhan pertama dilakukan Rabu, 23 November 2022. Dhio membeli arsenik via online. Lantas, ia menaburkan bubuk arsenik ke es dawet untuk sekeluarga. Es dawet diminum ayah, ibu, kakak. Dhio tidak minum.
Spontan, Abas, Heri, Dhea, belingsatan ke kamar mandi. Mereka muntah-mencret. Sorenya, semua yang muntaber pergi ke dokter. Esoknya, mereka sembuh. Tinggal Abas yang masih mengaku sakit perut.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi