Menu

Mode Gelap

Kempalanart · 20 Nov 2022 06:25 WIB ·

Puisi-Puisi Minggu Ini


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

Kris Maryono
NEGERI MINYAK GORENG

Negeriku melimpah ruah
Hasil tanam kelapa sawit
Bahan utama minyak goreng
Menggunung produksi minyak goreng
Berjuluklah negeri minyak goreng
Rakyat negeri tak sulit mencarinya
Tuk menggoreng ragam menu makanan

Seiring putaran waktu
Minyak goreng langka
Harga pun melejit,melangit
Rakyat menggeliat,menjerit
Menggoreng apapun menjadi sulit
Begitupun menggoreng kebijakan..

Di kalangan kaum elit
Yang terbelit kepentingan
Di antara nasib rakyat dan kelompok tertentu
Negeri minyak goreng tercoreng
Melebur menjadi kabur
Seperti rumah tak berkapur .

Sidoarjo,Akhir Maret 2022

*

S. Tejokusumo Warok
KANGEN

Aku tak pernah kangen semenggigil malam ini.
Seperti di gua hira saja menunggu wahyu
meminjam metafora nabi. Aku tak pernah kangen
sejahat ini, selaknat waktu sepi. Merupa selusin
sajak tentang seruling jiwa, menembangkan
kesepian tentang kesejatian.

Kangenku pada angin kali ini menjelma
nafas sengal, kautabuhi dengan diksi pura-pura.
Aku bukan balita dengan usia satu tahun
hanya bisa berasa bahwa punting itu nikmat.
Dengarlah tangisnya, dengarlah kata-katanya;
telah menjelma seribu doa karena
kaumengasupkan luka dengan sengaja.

Blitar, 2022

*

Bagus Putu Parto
ZIKIR TANAH SERIBU PRASASTI
: kado hari jadi kabupaten blitar

Ini dzikir kami, Ya Allah !
Dzikir dari tanah seribu prasasti

Puja puji lewat jalan sunyi-Mu
Jangan kau usik dengan amarah
karena membuat langit memerah
sobek mengucur darah
Bencana dan bencana-Mu
Membuat catatan negeri terluka
pilu oleh parade gempa
Dan kota pun hilang
Tak tertulis lagi dalam peta sejarah

Ini dzikir kami, Ya Allah!
Dzikir dari tanah seribu prasasti

Sejarah kami ukir dari waktu ke waktu
dengan tetesan keringat, pikiran
dan darah sebagai tinta perjuangan
Candi Penataran, Sawentar, Simping
Adalah keagungan, raja-raja masa lalu
Para akuwu, adipati, bupati
menggandeng tangan kami
kembali membangun seribu prasasti
Soekarno dengan proklamasinya
Soepriyadi dengan keberanian Peta-nya
Pak Mujahir dengan ikan temuannya
Pak Soewandi dengan bahasa EYD-nya
Pun lelaki sederhana pak Turut
Menjadi duta kenteng teter
Tersebar di seantero penjuru negeri
Juga jutaan rakyat kecil
dengan gelora Penataran dan kyai Pradah
tak lelahnya menjadi pejuang tanpa nama
menjadi pilar-pilar kehidupan di tanah ini

Ini dzikir kami, Ya Allah!
Dzikir dari tanah seribu prasasti

Blitar, 5 Agustus 2006

*

Aming Aminoedhin
KEMARIN HUJAN

kemarin siang hingga malam hujan membasah
desaku. hanya sayang listrik mati. seusai hujan
gerah-cuaca mengganggu. gulita rumah-rumah
kampung itu. angin mati, wayer tak muter lagi.
warga resah menunggu nyala lampu.

siang ini kembali mendung. murung.
adakah hujan mau turun? belum ada tanda.
hanya cuaca begitu gerah, seperti kemarin
selepas hujan. angin serasa berhenti. hanya listrik
tak padam, ada angin buatan. digerakkan
wayer, terasa seger.

kemarin hujan, sekarang entahlah?
hanya ada angin impianku berlarian
mengejar segala cerah. begitu indah!

Mojokerto, 7/10/2020

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Puisi-Puisi Minggu Ini, dari buku “Mengabdi Tiada Henti”

27 November 2022 - 20:59 WIB

Launching Buku Mengabdi Tiada Henti

27 November 2022 - 20:50 WIB

Puisi Minggu Ini

27 November 2022 - 11:25 WIB

Ngaji Literasi Puisi di Rumah Budaya Malik Ibrahim

27 November 2022 - 10:21 WIB

Sigit Widyanto, Purna Guru Ingin Terus Melukis

26 November 2022 - 17:52 WIB

Perupa Arif Wong Siap Berpameran Tunggal

26 November 2022 - 12:21 WIB

Trending di Kempalanart