Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 16:34 WIB
Surabaya
--°C

Kajian Ilmiah Suami Bantai Anak-Isteri di Depok

2) Teori konflik. Keluarga dan masyarakat adalah tempat konflik antara anggota. Karena kepentingan manusia berbeda-beda.

Di dalam keluarga, kepentingan suami-isteri-anak, berbeda-beda. Semua berharap kepentingan mereka masing-masing paling utama. Harus terpenuhi. Maka, harus ada toleransi. Mengalah.

Di dalam masyarakat, apalagi. Jika tidak ada toleransi bagi anggota masyarakat, maka konflik. Meledak jadi perang.

Contoh, antar saudara kandung. Selalu terjadi cemburu dalam menerima pemberian ortu. Anak yang satu diberi sesuatu, yang lain iri. Kalau semua anak diberi, merata, diam-diam, anak-anak mengaudit. “Aku anak sulung, kok diberi yang sama dengan adik.”

BACA JUGA: PDI-P Ajukan Puan atau Ganjar, Tunggu Mother Instinct

Suami menuntut isteri selalu siap (dalam Bahasa Jawa): Masak, macak, manak. Memasak makanan sehari-hari, bersolek menyenangkan suami, dan melayani hubungan seks suami.

Sebaliknya, istri juga punya standar tuntutan ke suami. Yang, kalau tidak ada toleransi antar individu, terjadilah konflik. Berkembang jadi KDRT.

3) Teori pembelajaran sosial (Social Learning Theory). Pola interaksi keluarga dan masyarakat, mendorong individu melakukan kekerasan. Semua individu, sejak masih anak-anak, berinteraksi dengan orang di sekitar. Di situlah ia belajar hidup.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.