MALANG-KEMPALAN Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris menangis sambil meminta maaf usai ditetapkan sebagai salah satu tersangka pada tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan.
Abdul Haris menjadi salah satu dari enam nama tersangka yang resmi ditetapkan kepolisian dalam kasus Tragedi Kanjuruhan.
Menurut kepolisian, Abdul Haris sebagai penanggung jawab pertandingan abai terhadap keselamatan penonton karena menjual tiket melebihi kapasitas stadion.
Pada sesi konferensi pers di kantor Arema FC, Jumat (7/10), Abdul Haris tak kuasa menahan air matanya, dirinya mengaku bersalah atas insiden yang merenggut ratusan nyawa itu.
BACA JUGA: Mental Pemain Terguncang, Manajemen Arema Siap Beri Pendampingan
Dalam keterangannya, Abdul Haris juga menyatakan bahwa dirinya juga kehilangan keponakan dalam Tragedi tersebut.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya. Kami berduka cita.”
Kata Abdul Haris, dikutip dari kompas.com.
“Kami sangat berkabung atas meninggalnya adik-adikku, saudara-saudaraku, keponakanku yang SMP juga meninggal.” tambahnya.
“Tanpa dosa, mereka meregang nyawa. Itu semua karena keterbatasan saya tidak bisa menangani dan menolong mereka sehingga terjadi tragedi kemanusiaan.” ucap ketua Panpel Arema FC itu.
BACA JUGA: Menpora Ingin Fokus Audit Stadion Liga 1 Dulu
“Sekali lagi, saya mohon maaf kepada keluarga korban, kepada Aremania, seluruh penonton, dan suporter seluruh Indonesia.” tambah Abdul Haris.
“Saya sebagai ketua panpel mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan dan melindungi mereka. Saya tidak mau kejadian itu, tapi tetap terjadi.” kata Abdul Haris menambahkan.
Abdul Haris juga menyatakan siap bertanggung jawab dan mengakui ada kelalaian yang menyebabkan kerusuhan terjadi.
“Itu semua karena keterbatasan saya tidak bisa menangani, menolong mereka, sehingga terjadi tragedi kemanusiaan. Sekali lagi saya mohon maaf.” tutup Abdul Haris.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi