Waktu itu motifnya bukan agama. Kaum anarkis di sana menolak kontrol otoriter pemerintah terpusat. Anarkis. Para pelaku bergerak sendiri-sendiri. Tanpa komando. Tanpa jaringan organisasi.
Prof Jenson yang lahir 24 Oktober 1941 di South Bend, Indiana, AS, mengatakan, ada ratusan insiden anarkis kekerasan selama periode tersebut. Sehingga istilah itu ngetren di sana waktu itu.
Setelah seratus tahun tenggelam di Amerika, kini muncul lagi Lone Wolf.
BACA JUGA: Polemik Perkara Sambo, Motif dan Rencana Bunuh
Randy Borum dalam bukunya, “What Drives Lone Offenders?” (2018) menyebutkan, hasil riset di Amerika, Lone Wolf ada dua jenis, semuanya teroris:
1) Jenis ideologis. Motif tindakan didorong faktor ideologis. Bisa bentuk politik atau agama. Bisa juga gabungan keduanya. Pelaku berharap membuat publik takut, dan mempengaruhi opini publik. Untuk itu mereka sangat suka jika aksinya dimuat media massa.
Pelaku, ada yang bersimpati, dan menganggap diri mereka bagian dari kelompok besar. Tapi mereka biasanya bukan peserta aktif kelompok yang dimaksud.
Hubungan antara pelaku dengan kelompok teroris yang sebenarnya, cenderung informal. Ideologi diajarkan secara informal. Dari seorang guru terhadap beberapa orang. Kebanyakan door to door. Bukan formal seperti latihan militer kelompok ISIS.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi