Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 02:00 WIB
Surabaya
--°C

Lone Wolf Todong Istana Tanggung Jawab Pendidik

Waktu itu motifnya bukan agama. Kaum anarkis di sana menolak kontrol otoriter pemerintah terpusat. Anarkis. Para pelaku bergerak sendiri-sendiri. Tanpa komando. Tanpa jaringan organisasi.

Prof Jenson yang lahir 24 Oktober 1941 di South Bend, Indiana, AS, mengatakan, ada ratusan insiden anarkis kekerasan selama periode tersebut. Sehingga istilah itu ngetren di sana waktu itu.

Setelah seratus tahun tenggelam di Amerika, kini muncul lagi Lone Wolf.

BACA JUGA: Polemik Perkara Sambo, Motif dan Rencana Bunuh

Randy Borum dalam bukunya, “What Drives Lone Offenders?” (2018) menyebutkan, hasil riset di Amerika, Lone Wolf ada dua jenis, semuanya teroris:

1) Jenis ideologis. Motif tindakan didorong faktor ideologis. Bisa bentuk politik atau agama. Bisa juga gabungan keduanya. Pelaku berharap membuat publik takut, dan mempengaruhi opini publik. Untuk itu mereka sangat suka jika aksinya dimuat media massa.

Pelaku, ada yang bersimpati, dan menganggap diri mereka bagian dari kelompok besar. Tapi mereka biasanya bukan peserta aktif kelompok yang dimaksud.

Hubungan antara pelaku dengan kelompok teroris yang sebenarnya, cenderung informal. Ideologi diajarkan secara informal. Dari seorang guru terhadap beberapa orang. Kebanyakan door to door. Bukan formal seperti latihan militer kelompok ISIS.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.