Lone Wolf Todong Istana Tanggung Jawab Pendidik

waktu baca 5 menit
Foto: headtopics.com

Penodong Istana Negara, Siti Elina (24) ingin melukai diri sendiri saat disidik. Maka, penyidik akan minta bantuan psikolog.

***

KEMPALAN: KONDISI itu diungkap Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar kepada pers, Jumat, 28 Oktober 2022. Dikatakan:

“Ada gelagat aneh. Pertama, dia cenderung diam. Tapi kalau diam saja, tidak berbeda dengan banyak tersangka lain. Tapi dia cenderung ingin melukai diri sendiri.”

Maka, penyidik akan minta bantuan psikolog, memeriksa Elina.

Sebelum polisi mengungkap itu, publik sudah menduga begitu. Gelagat Elina saat ditangkap, Selasa, 25 Oktober 2022 pukul 07.00 tanda Elina kurang sehat mental. Masak, cara serang Istana Negara, begitu?

Dia bawa pistol. Pun, pistolnya tanpa peluru. Berarti bukan ancaman keamanan. Lebih gila dibanding Zakiah Aini, penerobos Mabes Polri, Rabu, 31 Maret 2021 sore. Pistol airsoft gun. Tidak mematikan.

BACA JUGA: Mengapa Apartemen di Jakarta Jadi Ajang Pembunuhan?

Beda antara Elina dengan Zakiah, pada jarak. Antara titik mereka berdiri dengan petugas keamanan.

Zakiah sudah berada di dalam area Mabes Polri. Di depan gedung, tempat Kapolri berkantor. Terpantau kamera HP polisi yang berkantor di gedung lantai tiga, Zakiah mengarahkan pistol ke depan, mencari-cari sasaran. Gelagatnya jelas, penyerang.

Dari jarak jauh, polisi tidak bisa memastikan, pistol Zakiah jenis apa. Polisi tak mau spekulasi. Maka, dari jarak sekitar 100 meter, sniper menembak dia. Persis kena jantung. Tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *