Beda dengan Elina, belum masuk area Istana Negara. Dia jalan kaki dari arah Harmoni, menyeberang jalan ke selatan. Lewat trotoar Medan Merdeka Utara. Mendekati pintu masuk Istana yang dijaga anggota Paspampres. Lalu Elina berhenti. Berdiri menghadap ke jalan raya. Membelakangi area Istana.
Seorang anggota Paspampres sudah mengamati Elina sejak menyeberang dari Harmoni. Bercadar hitam, jilbab hijau, kini celingukan. Maka, Paspampres secepatnya mendekati Elina. Penasaran.
Begitu antar mereka sudah sangat dekat, Elina mengeluarkan pistol dari tas. Menodong. Itu pistol milik paman Elina, pensiunan TNI. Jenis FN.
BACA JUGA: PDI-P Ajukan Puan atau Ganjar, Tunggu Mother Instinct
Paspampres pasti tahu, itu bukan pistol mainan. Jarak mereka sangat dekat.
Tapi, sebagai pasukan terlatih, petugas itu bergerak cepat menghindari moncong pistol. Bersamaan, merebut pistol. Langsung diperiksa: Tanpa peluru. Pastinya, petugas tercengang.
Elina selamat. Tidak jadi korban seperti Zakiah. Paspampres menyerahkan Elina ke petugas Polantas. Lalu digiring ke Polda Metro Jaya serta barang bukti.
Dari hasil penyidikan sementara, Elina punya guru ngaji, Jamaluddin. Mengajari Elina tentang Negara Islam Indonesia (NII). Suami Elina, Bahrul Ulum, bendahara NII Jakarta Utara.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi