Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 08:25 WIB
Surabaya
--°C

Mewaspadai Penumpang Gelap Aksi Mahasiswa 11 April 2022

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Nampaknya kemarahan rakyat yang direpresentasikan oleh kalangan mahasiswa dan kaum terpelajar lainnya dari kalangan buruh, intelektual, seniman, LSM, dan kelompok masyarakat sipil pro demokrasi tak bisa dibendung lagi.

Aksi pendahuluan di beberapa daerah sudah dilakukan. Bogor, Makassar, Surabaya dan beberapa daerah lain. Tuntutan aksi yang disuarakan adalah melawan ketidak konsistenan pemerintah terhadap janji-janji yang pernah diucapkan serta ambisi keserakahan kekuasaan yang sedang digencarkan melalui pengunduran pemilu dan perpanjangan masa jabatan.

Tuntutan gerakan mahasiswa itu antara lain, menolak perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu, menolak Jokowi tiga periode, menolak mega proyek pembangunan ibu kota baru IKN, turunkan harga BBM dan bahan makanan pokok, menolak kenaikan PPN dan meminta penyelesaian konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

BACA JUGA: Dari Yogya Menuju Indonesia

Sebagai aktivis yang pernah terlibat di banyak aksi aksi memprotes kebijakan tahun 90-an, nampaknya disetiap aksi akan selalu banyak penumpang gelap yang akan menunggangi.

Aksi mahasiswa yang berujung pada reformasi 98 dan menurunkan rezim Soeharto dan orde baru, nampaknya juga tak luput dari penyusupan para penumpang gelap. Sehingga meski rezim berganti, tapi semangat mempertahankan gaya orde Baru tetap saja ada. Mengapa? Pasca Reformasi dan pergantian rezim, kekuasaan tetap diisi oleh mereka yang pernah terlibat di orba dan berada di sekeliling orba.

24 tahun sudah berlalu, rezim berganti, tapi mereka yang berada di sekeliling orba dan anak turun orang orang yang mewarisi orba tetap saja berada dilingkaran istana dan kekuasaan. Lebih miris lagi tidak hanya mewarisi semangat orba tapi juga mewarisi semangat komunis gaya baru.

BACA JUGA: Membumikan Visi Gotong Royong Menuju Surabaya Maju, Humanisme dan Berkelanjutan

Rezim Jokowi yang sejatinya lahir dari rahim Reformasi nampaknya tak lepas dari itu. Jokowi tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh orang -orang sekelilingnya, bahkan rezim Jokowi tak hanya mewarisi gaya orba tapi juga Komunis gaya baru yang membenci agama dan sadis terhadap Ummat Islam dan ulama.

Rezim Jokowi telah jauh dari semangat Reformasi yang diusung gerakan Reformasi 98 yang dipelopori mahasiswa.

KKN merajalela, keadilan ternistakan, bahkan perselingkuhan penguasa dan oligarki tak malu dipertontonkan, pongah terhadap kekuasan dan rakus terhadap jabatan.

Penundaan pemilu dan pemunduran masa jabatan Jokowi adalah bukti orang – orang di sekitar Jokowi adalah orang – orang yang membawa semangat orde baru dan komunis gaya baru. Mereka merampok Reformasi. Mereka tampil seolah olah taat konstitusi padahal konstitusi diupayakan diubah menurut kemauan mereka.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.