Partai – partai politik yang lahir semasa orde reformasi seperti PAN, PKB dan PSI yang seharusnya mewarisi semangat Reformasi, kini tak lebih hanya menjadi penyanggah kekuasaan yang dikendalikan oleh oligarki dan dikelilingi oleh orde baru dan Komunis gaya baru. Mereka menjilat demi mendapatkan pembagian kue kekuasaan.
Di setiap menjelang ajal kekuasaan, ibarat kapal yang akan karam, akan selalu ada orang – orang yang lari dan menyelamatkan diri dengan dandanan seolah bersama kelompok pendobrak untuk perubahan. Mereka inilah yang biasanya akan menjadi penumpang gelap sebuah gerakan perubahan.
BACA JUGA: Anies Simbol Gerakan Perubahan
Reformasi 98 mengajarkan itu semua, di saat orde baru akan tumbang, banyak pembantu presiden saat itu seolah reformis, tapi nyatanya tak lebih mereka hanya ingin menyelamatkan diri agar tidak ikut tenggelam.
Hal yang sama akan sangat mungkin terjadi di rezim Jokowi, Jokowi pasti akan mengalami nasib yang sama seperti Soeharto, Jokowi akan ditinggalkan oleh mereka yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dari kekuasaan Jokowi.
Kerja mereka selama ini menjerumuskan Jokowi untuk keserakahan mereka, tak segan mereka mendorong Jokowi untuk melabrak konstitusi dengan cara – cara jahat merampok demokrasi.
Orang – orang seperti ini akan tampil sebagai pembela perubahan ketika rezim Jokowi mengalami ketidakpastian dan kehilangan kepercayaan.
BACA JUGA: Anies Memerdekakan Indonesia Kembali
Nampaknya saat ini mulai terlihat orang – orang yang selama menikmati kekuasaan mulai berubah wajah, tampil seolah bagian dari perubahan.
Mereka tampil dengan wajah seolah mengajak mahasiswa untuk berdialog, mereka serukan tidak boleh ada kekerasan dalam mengawal gerakan mahasiswa yang akan berlangsung 11 April 2022, bahkan para veteran orde baru dan komunis gaya baru akan tampil menjadi bagian dari gerakan perubahan yang sedang dilakukan oleh mahasiswa.
Tetap waspada dan fokus pada tujuan aksi perubahan. Yang lebih penting adalah menyiapkan sistim paska perubahan terjadi, jangan pernah serahkan pada mereka. Jangan ulang kelengahan gerakan Reformasi 98, paska perubahan dirampok oleh mereka yang berubah wajah, padahal merekalah sesungguhnya yang menjadi biang kekacauan negara. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi