MOSKOW-KEMPALAN: Operasi Militer Rusia di Ukraina telah memasuki minggu ke-10, dan sudah terjadi banyak hal dalam seminggu belakang. Pada berita ini kemudian akan dirangkum kejadian penting yang terjadi.
27 April
Rusia mengambil alih kota kecil di Ukraina Timur untuk semakin melemahkan posisi Ukraina.
Media Ukraina mengatakan bahwa serangan tersebut dipimpin oleh Jenderal Valery Gerasimov yang merupakan legenda perang Rusia dengan pemikiran militernya yang cerdik hingga menginfluensi politik luar negeri Rusia.
28 April
Rusia masih terus melakukan serangan darat di Ukraina Timur—namun gagal untuk maju secara signifikan.
Selain itu, intel dari Ukraina mengatakan bahwa di kawasan Kharkiv, warga Ukraina dipaksa untuk membeli barang-barang dari Rusia.
Hal tersebut dilakukan untuk mengambil alih ekonomi setempat.
Kemudian juga dilaporkan bahwa petani Ukraina diancam untuk tetap terus menerus bekerja meskipun bahaya mengancam.
Di Kyiv, Rusia meluncurkan serangan misil ketika Sekretaris Jenderal PBB yaitu Guterres sedang mengunjungi ibukota Ukraina tersebut.
29 April
Intel Ukraina mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah berhasil mengambil alih kembali kota Ruska Lozova—sebuah kawasan strategis di kawasan dekat Kharkiv.
Jenderal Ukraina juga mengatakan bahwa Rusia sedang bersiap kembali untuk menyerang Mariupol serta mengambil alih kembali Donetsk dan Luhansk.
30 April
Dalam waktu 72 jam, pasukan militer Rusia berhasil mengambil alih beberapa kawasan di sekitar Kharkiv yaitu desa Verkhnya, Rohanka, Ruska Lozova, Slobidske dan Prelesne.
Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia yaitu Sergey Lavrov meminta AS dan NATO untuk setop memberikan senjata kepada Ukraina.
1 Mei
Penasihat Presiden Ukraina mengatakan bahwa serangan roket di Izium berhasil membunuh Jenderal Mayor Rusia yaitu Andrei Simonov.
Kemudian juga di Odesa, pasukan Rusia menyerang landasan pacu bandara—yang kemudian diperkirakan akan dilakukan serangan ke kota tersebut.
Di sisi lain, Jerman pada akhirnya menyetujui untuk melakukan larangan impor minyak dari Rusia.
2 Mei
Menteri Luar Negeri Hungaria mengatakan bahwa negaranya tidak akan setuju terkait larangan minyak dari Rusia karena Hungaria bergantung 65% minyak Rusia dan 85% gas Rusia.
Hungaria menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang menyetujui pembayaran minyak dan gas Rusia dengan menggunakan Rubel serta satu dari dua negara selain Slovakia yang menolak larangan impor minyak dan gas Rusia.
3 Mei
Rusia melakukan serangan misil di Ukraina Timur dan membunuh 21 warga sipil serta 27 luka-luka.
Serangan tersebut kemudian menjadi serangan terparah selama satu bulan terakhir.
Di sisi lain, Perdana Menteri Italia menyindir Uni Eropa dengan sebutan “Federalisme Pragamatis”—merujuk kepada tindakan Hungaria dan Slovakia yang secara terang-terangan menolak larangan impor minyak dan gas Rusia.
(Muhamad Nurilham, diambil dari beberapa sumber)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi