Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 8 Apr 2022 07:21 WIB ·

Anies Simbol Gerakan Perubahan


					Anies Baswedan Perbesar

Anies Baswedan

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Kamis, 7 April 2022 bertepatan dengan 5 Ramadhan 1443 H, Anies dijadwal sebagai khatib pada sholat taraweh di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta.

Nampaknya kedatangan Anies di Masjid Kampus UGM ini seperti pulang ke rumah sendiri. Betapa tidak, Kampus yang pernah membesarkan dia dan sudah lama dia tinggalkan, kini memanggilnya kembali untuk sekedar berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana membangun kota yang berbasis lingkungan yang berkelanjutan dalam perspektif Islam.

Yang menarik adalah kedatangan Anies di Kampus ini disambut dengan sambutan yang luar biasa. Hampir setiap jamaah merangsek ingin mendekat dan bersalaman.

Lebih menarik lagi kedatangan Anies selain disambut dengan jabat tangan, para jamaah juga melakukan koor serentak dengan memanggil Anies Presiden.

BACA JUGA: Anies Memerdekakan Indonesia Kembali

Dalam beberapa tayangan video yang beredar di masyarakat melalui media sosial, Anies kewalahan menyambut antusiasme jamaah dan sambil senyum sebagai suatu kebiasaannya, dia ladeni semua keinginan warga.

Teriakan Pak Anies Presiden, Pak Anies Presiden menggema dan mewarnai suasana paska pelaksanaan sholat tarawih.

Suasana yang terjadi malam itu di Masjid Kampus UGM seolah menjadi resonansi dari suara-suara yang tersebar di masyarakat.

Masyarakat mulai merasa jengah dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh pemerintah yang tidak peka dengan kehidupan dan kesulitan masyarakat.

BACA JUGA: Luhut Musuh Demokrasi

Pemerintah lebih sibuk dengan urusannya sendiri sementara rakyat dibiarkan dalam kesulitannya. Kelangkaan minyak goreng sebagai contoh, justru tidak ditindak mafia penimbun minyak goreng, pemerintah malah mengeluarkan BLT minyak goreng. Mafia minyak goreng bersuka ria, perbuatannya menyengsarakan malah diganjar dengan keuntungan berlimpah. Janji mendag akan menangkap mafia minyak goreng, tapi kepolisian mengatakan tidak cukup bukti.

Setelah minyak goreng langka, kabar tak sedap lagi didengar rakyat. Pemerintah begitu teganya menaikkan harga BBM jenis pertamax yang berimbas pada kenaikan harga-harga lain. Tidak ada upaya bagaimana membantu menangani kesulitan masyarakat. Sepertinya terjadi pembiaran.

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Surabaya Milik Kita, Ayo Kita Bantu Walikota

18 Mei 2022 - 21:54 WIB

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Arus Dukungan untuk Anies Cermin Kebangkitan Indonesia

18 Mei 2022 - 11:54 WIB

Anies Semakin Melejit

17 Mei 2022 - 08:41 WIB

Anies dan Titik Nol Indonesia

16 Mei 2022 - 14:11 WIB

Anies Hanya Kalah Kalau Gak Nyapres?

16 Mei 2022 - 12:35 WIB

Trending di kempalanalisis