Menu

Mode Gelap

kempalanews · 11 Nov 2021 21:18 WIB ·

Vonis Edhy Prabowo Jadi 9 Tahun, Mahfud MD Bilang Begini….


					Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (sindonews) Perbesar

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (sindonews)

JAKARTA-KEMPALAN: Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo ditambah hukuman menjadi 9 tahun oleh Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta di tingkat banding.

“Menyatakan terdakwa Edhy Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dalam dakwaan alternatif pertama,” demikian bunyi amar putusan yang dikutip dari situs Direktori Putusan Mahkamah Agung (MA), Kamis (11/11/2021).

Tak hanya pidana penjara, Edhy juga diwajibkan untuk membayar denda Rp 400 juta yang bisa dengan diganti pidana kurungan selama 6 bulan. Majelis hakim tingkat banding juga menetapkan pidana pengganti senilai Rp 9,68 miliar. Selain itu, majelis hakim juga tetap menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama yang mencabut hak-hak politik Edhy selama 3 tahun kedepan.

Mendengar tambahan vonis Edhy, Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) memberi pendapat.

Melalui akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, dirinya mencuit dengan melampirkan sebuah link berita. “Ini berita baik,” tulis Mahfud, mengutip dari akun Twitter resminya, Kamis (11/11/2021).

Dirinya berharap bahwa dengan adanya vonis tersebut, dapat menyadarkan tentang bahaya dari korupsi.

“Mudah-mudahan kesadaran tentang bahayanya korupsi terhadap sendi kedaulatan negara menjadi kesadaran kolektif di Mahkamah Agung,” terang Mahfud.

Seperti diketahui, putusan nomor 30/PID.TPK/2021/PT DKI itu dibacakan pada 1 November 2021 oleh Haryono selaku hakim ketua, dan bersama dengan dua hakim anggota, yaitu Reny Halida dan Branthon Saragih.

Edhy Prabowo dinilai terbukti telah menerima suap terkait pengurusan izin budi daya lobster dan ekspor benih benur lobster (BBL). Edhy juga disebut terbukti menerima suap Rp 25,7 miliar dari para eksportir BBL. Di pengadilan tingkat pertama, Edhy divonis 5 tahun penjara. (kompas/Akbar Danis)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tutup Muswil PPNI Jatim, Khofifah Sampaikan Terimakasih ke Perawat yang Melayani Pasien Covid-19

28 November 2021 - 16:03 WIB

Kronologi Perwira Polisi yang Dikeroyok saat Demonstrasi Pemuda Pancasila

28 November 2021 - 15:06 WIB

Kecelakaan Maut Truk Tronton vs Mobil Elf di Kediri, 4 Santri Meninggal Dunia

28 November 2021 - 15:02 WIB

9 Kiai Sepuh NU Minta Muktamar NU ke 34 Ditunda hingga 2022

28 November 2021 - 14:59 WIB

Jatim Terima Dua Penghargaan BKN Award 2021 Peringkat Pertama, Ini Formula Rahasianya

28 November 2021 - 07:02 WIB

Perdana, UHW Perbanas Wisuda 339 Mahasiswa

27 November 2021 - 17:23 WIB

Trending di kempalanews