Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 11:56 WIB
Surabaya
--°C

Anies Memerdekakan Indonesia Kembali

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Teka teki apakah Anies akan maju dalam pilpres 2024 nampaknya perlahan mulai terjawab.

Dalam video yang diunggah Anies dan viral, Anies menjelaskan mengapa dia harus maju. Terlihat sekali kelas Anies sebagai seorang negarawan dan pemimpin yang selalu memikirkan bangsanya kedepan.

“Kenapa saya pilih maju, karena saya ingin nuansa Indonesia itu persatuan”.

“Persatuan itu apa? Persatuan itu beda pendapat boleh, beda pilihan boleh, tapi silaturahmi jalan terus, kerja bersama sebagai anak bangsa harus jalan terus, bahwa ditempat ini harus ada kerjasama yang baik, komunikasi yang baik, nuansa persatuannya dibangun, maka ide bisa bersebarangan, tapi kerja bersama bisa jalan terus, itu yang harus kita bangun lagi di Republik kita”.

BACA JUGA: Luhut Musuh Demokrasi

Terasa sekali ketulusan Anies mengapa dia harus maju dalam perhelatan bangsa. Tidak terlihat ambisi pribadi, tak terlihat kepentingan pribadi, kepentingan bangsa, negara dan rakyat yang terasa sekali dalam untaian kata kata yang keluar dari mulut Anies.

Sebagai seorang keturunan pejuang dan Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan, kakek Anies terlibat dalam dunia pergerakan dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Sehingga keadaan Indonesia yang saat ini menjadi kegundahan Anies dan merasa terpanggil untuk memerdekakan Indonesia kembali.

Dalam sejarah kemerdekaan kita memahami bahwa proklamasi pertama yang dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945 adalah proklamasi yang menegaskan Indonesia adalah negara yang merdeka, tidak boleh ada lagi penjajah dan bangsa lain yang mengakui bahwa Indonesia adalah jajahannya.

BACA JUGA: Jokowi Menggoreng Minyak Goreng

Namun Belanda sebagai wajah penjajah tak bisa menerima itu semua, maka dicarikan cara memecah belah Indonesia dengan balutan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

Namun Belanda sebagai wajah penjajah tak bisa menerima itu semua, maka dicarikan cara memcah belah Indonesia dengan balutan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS), 3 April 1950 melalui mosi integral Natsir, upaya Belanda untuk memecah belah NKRI gagal. Bung Karno dan Bung Hatta menyebut apa yang dilakukan oleh Natsir sebagai proklamasi kedua.

Pasca Reformasi 22 tahun sudah. Namun apa yang menjadi cita-cita bangsa berupa Persatuan, keadilan, kesejahteraan, dan kedamaian telah dinodai oleh rezim yang dikendalikan oleh oligarki. Keadilan lenyap, hanya tajam ke lawan tumpul ke kawan. Ummat Islam dijadikan mainan, dan pada akhirnya merusak ketentraman kehidupan beragama. Ancaman disintegrasi terjadi di mana-mana, karena keadilan hampir tidak ada. Persatuan hanyalah jargon tanpa makna, karena yang merusak adalah pemerintah sendiri.

Bangsa terancam dalam perpecahan, adu domba antar suku, agama dan ras di pelihara bahkan dibina.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.