KYIV-KEMPALAN: Berdasarkan klaim dari Ketua Intelijen Ukraina, disebutkan bahwa Rusia memiliki rencana untuk membuat Ukraina menjadi dua—selayaknya Korea.
Ketua Intelijen Ukraina yaitu Jenderal Kyrylo Budanov mengatakan pada Minggu (27/3) bahwa presiden Rusia yaitu Putin berencana “Melakukan pecah belah antara wilayah yang sudah diduduki dan yang belum berhasil diduduki”.
“Hal tersebut merupakan sebuah upaya untuk membuat Korea Utara dan Korea Selatan—namun di Ukraina. Ia (Putin) tidak memiliki posisi untuk mengambil alih semua daerah di Ukraina” ucap Budanov.
Operasi Militer Rusia di Ukraina telah berjalan selama 4 minggu, kemudian hingga saat ini, Rusia masih belum mampu untuk mengambil alih semua wilayah di Ukraina karena adanya resistensi dari warga Ukraina.
Rusia juga sudah memberi sinyal bahwa pihaknya hanya akan berfokus untuk membebaskan kembali wilayah Donbas di Ukraina Timur.
“Pihak penyerang (Rusia) berusaha untuk menyatukan semua daerah yang berhasil didudukinya untuk membentuk satu kesatuan wilayah—yang akan menantang Ukraina” ucap Budanov.
“Pada saat ini kami dapat melihat adanya upaya Rusia untuk membuat pemerintah ‘Paralel’ di wilayah yang sudah diduduki. Rusia juga mendesak warga Ukraina untuk tidak menggunakan mata uang Ukraina” ucap tambahnya.
Budanov juga menjelaskan bahwa Rusia berupaya untuk membuat sebuah koridor darat dari Rusia ke Krimea, namun rencana tersebut gagal karena Rusia belum berhasil mengambil alih Mariupol.
Mariupol hingga saat ini masih menjadi tempat pertempuran yang intens setelah walikota Mariupol sebelumnya menolak ultimatum Rusia untuk segera menyerah.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi