Alhasil, Masya Allah… antre. Berjubel. Aduan demi aduan, mengalir datang. Semua dilayani Gubernur Ahok. Asli. Nyata. Dialog dengan warga face to face. Dasar, Ahok gila kerja. Ia juga rela melakukan itu. Rakyat pun senang.
Itu model pertama di Indonesia. Baru. Sekaligus pahit bagi pegawai negeri. Tahu sendiri, pegawai negeri. Ngantor, sok sibuk. Pulang cepet, mikirnya naik jabatan, gaji besar.
Ahok jadi kelimpungan, menangani begitu banyak aduan. Aneka ragam. Langsung ke Ahok. Berhadapan hidung. Stafnya ogah bantu. Ahok jadi pusing sendiri.
BACA JUGA: Penonton Kecewa di KDRT Kejora
Kamis, 17 Desember 2015 terjadi tragedi. Ahok dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh ibu muda, nama Yusri Isnaeni (waktu itu usia 32).
Kronologi: Gubernur Ahok menerbitkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) buat seluruh warga DKI. Khusus yang miskin-miskin. Di KJP, setiap bulan ditransfer oleh Bank DKI, Rp 330.000. Rutin otomatis tiap tanggal satu. Dananya dari APBD DKI.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi