Kamis, 10 Desember 2015 Isnaeni mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta. Niatnya mau tanya, kenapa begitu? Kenapa harus dipotong Rp 30.000?
Kebetulan di DPRD sedang rapat dengan Gubernur DKI. Isnaeni menunggu sampai rapat selesai. Begitu rapat usai, dia melihat Ahok. Langsung, Isnaeni mendatangi Ahok. Yang saat itu dikerubuti wartawan, tanya in-itu.
BACA JUGA: Ijazah Palsu Jokowi dalam Teori Pental Equilibrium
Isnaeni mendesak wartawan, langsung protes ke Ahok. Dia ceritakan kronologi. Protes Isnaeni: “Mengapa KJP sulit? Mengapa saya kena potongan Rp 30.000?”
Ahok, terlalu stress. Menanggapi emosi: “Kan, KJP sudah lama berjalan (waktu itu, setahun lebih). Dilarang mencairkan, Ibu… Berarti, tokonya maling. Ibu juga maling.”
Sejenak sepi. Lalu, Isnaeni menangis keras. Malu dilihat banyak wartawan. Direkam kamera, diberitakan media massa. Anak Isnaeni yang masih SD, kata Isnaeni, diledeki teman-teman sekolah, bahwa punya ibu maling.
Isnaeni melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya. Menggugat pula perdata Rp 100 miliar. Tapi, laporan Isnaeni tak pernah diproses. Macet. Barangkali, polisinya mumet juga.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi