Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 16:57 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur DKI dan Sejuta Hari

Kasus Isnaeni cuma contoh ekstrem. Ekstrem negatif. Dari ribuan aduan masyarakat yang dilayani Ahok. Sukses. Menggembirakan rakyat. “Wong cilik melu gemuyu,” kata Presiden Pertama RI, Soekarno.

Ribuan aduan warga di zaman Ahok. Bukan plintiran. Memang nyata. Sehari bisa 10 – 20 aduan. Sampai Ahok dihukum dua tahun penjara, penistaan agama, Selasa, 9 Mei 2017.

Mungkin, ada jutaan uneg-uneg publik Jakarta. Menunggu giliran mengadu. Katakanlah, sejuta problematika warga DKI Jakarta. Sehari, seorang mengadu. Butuh sejuta hari.

BACA JUGA: Oala… KPK Sudah Mlipir Tertangkis Hukum Adat

Konsekuensi buat pemimpin (yang ikhlas melayani warga) berat. Butuh pemimpin tenaga kuda. Otot kawat, tulang besi. Jujur sejujur balita. Cerdas sederdas ‘the man of millennium’, Albert Einstein. Mentalnya selembut susu (susu sapi, ya…). Gak gampang marah, kayak Ahok.

Kupikir: Anies Baswedan benar. Menutup aduan publik. Tak perlu ada aduan publik. Berat, Cing. Lha, janji rumah DP nol, ternyata angsuran per bulan Rp 9,2 juta.

Jelang akhir jabatan Anies, Kamis, 6 Oktober 2022, Jakarta banjir, parah. Dikutip dari Detikcom, Jumat, 7 Oktober 2022, judul: “Titik Banjir di Jakarta Jadi 90 RT, Tinggi Air Ada yang Capai 2 Meter”.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.