Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 06:11 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (21)

”Ya, betul. Dan saya melihat ada sosok ayah dalam dirimu, Mas. Ayah yang dulu wartawan,” kata Inayah.

”Oke, nanti kalau ketemu beliau akan saya lihat apa betul penglihatanmu. Atau kamu salah lihat karena mata hatimu rabun oleh sesuatu…”

”Sesuatu itu apa?”

”Nggak tahu. Kamu yang ngerasain…”

”Mas Abdur sok tahu ya. Kok bisa tahu apa yang kurasakan? Apa karena Mas Abdur juga sedang rabun oleh sesuatu itu?”

”Mungkin…” Lalu kami tertawa.

Anak-anak yatim itu kelelahan berenang. Mereka sibuk bermain pasir dan ada yang berbaring dan tertidur setelah menghabiskan bekal makanan. Inayah memasaknya sendiri.

Kalau dalam film-film itu, setelah percakapan seperti kami tadi, biasanya akan dilanjutkan dengan adegan kejar-kejaran dan siram-siraman air laut. Saya tersenyum membayangkan hal itu.

BACA JUGA  Sukses Rebut Juara Umum Arung Jeram Piala Wali Kota 2026: Dominasi yang Membuka Jalan Menuju Porprov X 2027

”Jalan, yuk…” kataku.

”Yuk,” kata Inayah, dia bergegas berdiri. Lalu berseru kepada Rodi, ”jaga adik-adikmu ya…”

Setelah jauh dari anak-anak, Inayah berlari, ”kejar aku, Mas…” Dia berlari ke arah laut. Aku mengejarnya. Dalam jarak yang cukup dekat dia dengan dua tangan menyemburkan air laut ke arahku! Sambil tertawa lepas. Kalau ini pengambilan gambar untuk adegan film, saya tak ingin mendengar sutradaranya lekas-lekas berteriak cut! Ini bukan akting. Inayah sedang memerankan dirinya sendiri dengan sangat baik. Dia makin memenuhi dan meneduhkan hatiku. (Hasan Aspahani-Bersambung)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.