Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 06:12 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (21)

”Eh, salah ya? Boleh tanya kabar dia, kan?”

”Boleh. Dia kayaknya baik-baik saja tuh…”

”Kok kayaknya?”

”Ya, karena dia tak pernah mengabari apa-apa lagi, setelah malam itu…”

Sejenak kembali kami saling diam.

”Mas, bulan depan, ayah sama ibu mau datang ke sini. Mas mau ketemu nggak?”

”Oh, tentu mau. Nanti pastinya kapan beritahu aja ya,” kataku.

Inayah lalu bercerita tentang ayahnya yang pernah menjadi wartawan dan kemudian menjadi dosen di Pekanbaru. Inayah anak sulung. Dia yang paling ingat, masa-masa ayahnya masih bekerja sebagai wartawan.

”Bangga sekali dia menjadi wartawan. Tapi tekanan-tekanan yang dia terima karena pemberitaan medianya membuat dia menyerah. Menjadi dosen bukan pekerjaannya idamannya. Meski dia sangat suka mengajar, seperti ibuku yang juga guru,” kata Inayah.

BACA JUGA  Gelar Juara Dunia di Praha, Putra Tri Ramadhani Tegaskan Dominasi Panjat Tebing Jatim untuk Indonesia

”Jadi, bakat mengajarmu itu karena ibumu juga guru dan ayahmu dosen,” kataku.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.