”Kenapa Kapolresta semarah itu ya, Bang?” tanya Nurikmal.
Saya suka dan menyenangkan bekerja dengan wartawan seperti Nurikmal, karena kemampuan analisisnya yang tajam. Ia kritis dan idealis. Ia satu-satunya wartawan kami yang benar-benar kuliah di jurusan jurnalistik. Kalau saya nanti memilih wakil atau pengganti saya tak akan ragu merekomendasikannya. Ia dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tampak mendasar, membuat rapat-rapat kami menghasilkan rancangan berita yang berbeda, menarik, dan penting.
”Apa ada hal lain, yang lebih besar yang ia lindungi?” tanyaku.
”Atau soal mobil bodong itu terkait juga dengan judi dan pembunuhan Putri?” Nurimal menanggapiku dengan pertanyaan.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (11)
”Bagaimana kaitannya?” tanyaku.
Saya sudah menugaskan Ferdy untuk melacak informasi dari Bang Ameng soal Putri yang pernah dia lihat di kasino. ”Ada info, Ferdy?”
”Ini tugas agak berat, Bang. Kasinonya saja remang-remang. Susah kita masuk. Sekarang mau wawancara siapa juga susah. Semua tutup mulut,” kata Ferdy.
”Tapi kasino itu masih beroperasi?”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi