SURABAYA-KEMPALAN: Laga Persebaya melawan Arema di pekan ke-28 Liga 1 resmi ditunda. Manajer Persebaya minta PSSI dan PT LIB bertanggungjawab.
Laga Persebaya Surabaya vs Arema FC yang rencananya akan digelar pada Minggu (5/3) pukul 15.00 WIB telah resmi ditunda.
Penundaan tersebut telah diputuskan oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi Liga 1. Pihak PT LIB berkata bahwa akan menjadwalkan ulang laga Persebaya Surabaya vs Arema FC.
“Penentuan tanggal pertandingan berikutnya, akan kami informasikan kemudian.” kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus.
PT LIB mengatakan bahwa ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan laga antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC harus ditunda.
Pertama adalah karena Dinas Pemuda dan Olahraga Gresik sebagai pemilik stadion tidak mengizinkan pemakaian Gelora Joko Samudro sebagai venue untuk menggelar laga Persebaya vs Arema FC.
Menanggapi penolakan itu, pihak manajemen Persebaya kemudian mencoba mengupayakan penyelenggaraan laga di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pihak Bajul Ijo kemudian berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PSSI perihal pemindahan venue, namun hingga Selasa (28/2), kedua pihak belum menjawab permintaan Persebaya.
Menanggapi penundaan ini, Manajer Persebaya Surabaya Yahya Alkatiri berharap PSSI dan PT LIB bisa ikut membantu serta memberikan solusi terkait kelanjutan laga Persebaya vs Arema.
Hal itu dikarenakan pihak Persebaya Surabaya sebenarnya telah membuka komunikasi dengan PSSI dan PT LIB sejak jauh-jauh hari terakhir pelaksanaan laga melawan Arema.
Tetapi dua otoritas sepak bola di Indonesia itu tidak memberikan respon yang diharapkan. Oleh karena itu, pihak manajemen klub berharap PSSI dan PT LIB akan membantu pelaksanaan pertandingan Persebaya vs Arema FC sebagai bentuk kompensasi.
“Yang kami harapkan PSSI dan LIB berani mengambil tanggung jawab. Kenapa saya bilang seperti itu karena surat kami tertanggal 23 Februari ke PSSI dan tertanggal 25 Februari ke LIB sampai hari ini belum ada tanggapan.” ujar Yahya.
“Karena kan kalau ngomong professional, surat itu dibalas dengan surat bukan dengan perkataan lisan atau apapun. Jadi, jika kita mengambil suatu keputusan itu ada bukti.” tambahnya.
“Jadi kalau terjadi insiden atau apapun maka bukti-bukti itulah yang akan kami bawa ke ranah hukum.” kata Manajer Persebaya Surabaya itu.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi