Tentang Inayah
KEMPALAN: ADA waktu beberapa jam untuk berkunjung ke pesantren Alhidayah di Watuaji. Saya bisa berangkat sebelum duhur dan nanti sebelum asar kembali ke kantor. Ustad Samsu menelepon memintaku datang. Beberapa anak panti Abulyatama yang ditampung di sana akan dikhitan. Ada acara peresmian koperasi pesantren juga. Bantuan dari lembaga filantropi dari negara seberang.
Ustad Samsu juga mau mempertemukan saya dengan seorang guru baru. Sudah lama dia ceritakan, sejak gadis asal Sulawesi itu bergabung di Alhidayah. Saya tak terlalu bersemangat, bukan tak menghargai Ustad Samsu. Urusan persiapan Dinamika Kota benar-benar menyita energiku.
”Paling tidak kau temui dulu, Dur. Sainganmu banyak. Banyak guru-guru muda di sini. Soal kamu mau atau nanti berjodoh atau tidak itu urusan belakangan,” kata Ustad Samsu.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (10)
Ada tenda besar di depan bangunan toko pesantren. Kursi-kursi tamu di bagian belakang sebagian diramaikan anak-anak santri. Pejabat kecamatan dan wali kota sudah tiba.
Ada perwakilan dari lembaga filantropi yang akan memberi sambutan dan secara simbolis menyerahkan bantuan berkelanjutan. Mereka mengelola dana dari umat muslim di negeri seberang tersebut. Ustad Samsu berpidato. Disusul pejabat Kantor Kemenag Provinsi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi