Berita Ngeri-Ngeri Sedap juga muncul dari peretas internasional Bjorka yang bakal membongkar semua data Pak Joko dan surat-surat pentingnya kepada intelijen negara. Bjorkan benar-benar ngeri-ngeri sedap. Dia membocorkan data-data para elite politik negeri, baik data yang serius maupun data yang ngeri-ngeri sedap.
Salah satu data ngeri sedap yang dibocorkan adalah Luhut Binsar Panjaitan ternyata belum suntik vaksin booster. Rupanya Opung Luhut ini memakai ilmu yang sama dengan Pak Domu. Pakai jurus tipu-tipu supaya anak-anak menurut. Opung Luhut yang tiap hari teriak boosters ternyata lupa belum booster. Kalau saja bagian ini masuk di skenario film Ngeri-Ngeri Sedap pasti lucu sekali.
Banyak yang Ngeri-Ngeri Sedap menanti kelanjutan demo besar-besar mahasiswa dan aktivis demokrasi lain. Rupanya, hanya ada satu kata untuk merespons kenaikan harga BBM; tolak dan lawan. Para mahasiswa berdemo sampai malam di Patung Kuda, titik paling dekat dengan Istana.
BACA JUGA: Elizabeth
Pak Joko selalu bilang kangen didemo. Sekarang Pak Joko sudah didemo hampir seminggu, tapi Pak Joko belum menemui anak-anaknya yang berdemo. Rupanya Pak Joko memakai gaya Pak Domu juga untuk membuat muslihat supaya bisa mengumpulkan anak-anaknya.
Pak Domu berpura-pura ribut dengan Mak Domu supaya anak-anak bisa pulang. Dengan begitu kangen kepada anak-anak bisa terobati. Pak Joko juga pura-pura bikin ribut–dengan menaikkan harga BBM–supaya bisa mengumpulkan anak-anak yang demonya selalu dia kangeni. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi