Senin, 11 Mei 2026, pukul : 06:27 WIB
Surabaya
--°C

Bjorka Shinta

Er Gham

Istilah-istilah anak muda: “Terus, gue harus bilang wow gitu”. “Sutralah”. “Emang gue pikirin”. “Sosor terus”.

Abi Kusno

Alhamdulillah bisa masuk kolom komentar lagi. Edisi kemarin mbulet. Login lewat akun Anda! Beberapa dilakukan. Hasilnya sama. Abah mulai mencari arang kayu asam. Jika sudah nyala, panas merata. Memanggang apa saja. Padahal belum ada jadwal bakar sate, ayam, atau jadah. Sumber asal arang juga belum jelas. Darimana bisa dibeli????

Mirza Mirwan

Tahun 2010, ketika Bambang DH maju sebagai calon wakil walikota itu, di Jawa Tengah juga ada kepala daerah dua periode yang maju sebagai calon wakil bupati. Begug Purnomosidi, namanya, Bupati Wonogiri. Seperti halnya Bambang DH, Begug Purnomosidi juga kader PDI-P. Dan seperti halnya Bambang DH. Begug juga mengaku bahwa ia maju sebagai cawabup “atas perintah partai.” Benar tidaknya, entahlah. Yang membedakan Bambang DH dan Begug ialah Cawalkot Surabaya, Rismaharini, bukan kader PDI-P, sedang Cabup Wonogiri juga kader PDIP (anggota DPR RI), Sumaryoto. Bedanya lagi, Bambang DH berhasil menjadi wakil walikota, sedangkan Begug kalah dari pasangan Danar Rahmanto-Yuli Handoko. Ironis, memang. Tiga parpol yang mengusung pasangan Danar Yuli sebenarnya hanya punya 8 kursi di DPRD Wonogiri : PAN (4 kursi), Gerindra (2 kursi), dan PPP (2 kursi) — hanya 16% dari total kursi DPRD. Sementara pasangan Sumaryoto-Begug diusung PDI-P (19 kursi) dan PKS (6 kursi), 50% dari total kursi DPRD. Pelajaran yang bisa dipetik: pasangan yang diusung partai besar belum tentu bisa memenangi pilkada. Dan itu bisa juga terjadi pada pilpres.

Er Gham

Gunung gunung itu masih menjulang. Tinggi menembus awan. Sayang jika ditinggalkan. Ayo keruk lebih dalam.

Kliwon

Kalau sampai Prabowo nyapres dengan menggandeng Jokowi sebagai wapres, mungkin dari sekarang pun usai sudah pemilunya. Dan kita bisa kembali fokus bekerja ngga terseret pertengkaran para maniak politik. Yang mbecak makin semangat nggenjot. Yang nyangkul tetap khusuk ke sawah. Yang nyopet bisa tenang & khidmat menjalankan aksinya. Yang buzzer bisa lebih fokus mempertajam nyinyirannya. Dan yang piara tuyul tetap telaten mengasuh tuyulnya yang stunting itu. Maka dunia dan alam semesta pun akan berjalan seperti biasa dan sebagaimana kodratnya.

yea aina

Bola panas konstitusi, turun dari atas ke bawah. Kiranya sedang berlangsung, rakyat dihujani bola panas, bertubi-tubi. Pasca bola panas pengalihan subsidi BBM, terbaru: bola panas konstitusi rasa 3 periode, anda sudah tahu. Bawahan yang baik, bukanlah bawahan yang melemparkan bola panas ke atas(an)nya, rowahul Abah Dis. Atasan yang baik, bukanlah atasan yang selalu menghujani bawahan dengan bola panas bertubi-tubi. Patut diduga yang bilang ini pasti gak kebagian bansos, BLT ataupun BSU. Kasihan kwkwkw…..

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.