Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 13 September 2022: Petir Politik
Pryadi Satriana
Menurut saya – komentator Disway yg sesekali atau bbrp kali ‘sok jadi pengamat’ – itu adalah “balasan” atas didepaknya Suharso oleh ‘pengakuan kilat dari Menkumham’, bukan oleh Mardiono. Mardiono hanyalah “sepatu”. Menkumham hanyalah “kaki”. Yg “menggerakkan kaki” itu Anda sudah tahu. Suharso didepak bukan krn “amplop kiai”. Itu sekadar alasan. Yg kebetulan “bisa diterima”. Pas. Bisa dipakai “nendang.” “Sepatu” & “kaki” jg sudah ada. Yg “ditendang” Suharso. Yg “sakit” bukan hanya Suharso. Pernyataan dari MK itu bukan suatu kebetulan. Pasti ada konteksnya. Bukan kebetulan juga muncul ndhak lama setelah Suharso didepak. Paling tidak, Suharso – yg menurut saya ‘ndhak prelu kuciwa perkoncoannya gak direwes ambek Menkumham’ – masih bisa menebar senyum khasnya. Paling tidak, Suharso diingatkan ini: “A friend in need is a friend indeed” (Teman yg ada saat dibutuhkan, itulah teman sejati). Ini dulu ya, komen berikut liat2 perkembangan. Saya kasih ‘bocoran’ dikit: onok “konco-kancane Pryadi” bilang, “Onok wacana Prabowo-Jokowi .” Saya timpali,”Ndhak, ‘skenario’-nya tetep Prabowo-Puan, ini untuk membuka ‘wacana’ dihadapkan dengan Airlangga-Jokowi? Bagaimana menurut Anda? Salam. Rahayu.
alasroban
Kayak nya pernah viral. Pak bupati sudah menjabat 2 periode. Untuk melanggengkan kekuasaan periode selanjutnya yg bersaing menhadi calon bupati istri pertama vs istri ke dua. Jadi siapapun yg terpilih pak bupati tetaplah pak bupati.
Jo Neka
Gundala PUTRA petir..komik jaman pak Dahlan masih jadi wartawan muda nan energik.Apakah Gundala akan datang di 2024.Komentator CHDI yang harus memulai perubahan

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi