Dia bisa cerita panjang, tentang bagaimana Sekumpang, kawasan yang pertama dibuka, itu dibuat Pelabuhan, lalu jalan-jalan besar dua jalur dirancang, pohon-pohon peneduh ditata, deru loader dan buldoser, semua terekam dalam ingatannya.
”Orang-orang sini yang sekarang kaya-kaya itu, toke-toke semua itu, saya tahu mereka dari sejak mereka miskin. Mereka datang ke sini pertama kali pasti ketemu saya dulu,” kata Pak Roni.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (6)
Kalau berbincang panjang dengannya, datanglah ke rumahnya yang teduh, dengan halaman luas di kawasan Pantai Pinggir. Ada pohon sukun besar yang sepertinya selalu berbuah. Tiap kali saya berkunjung ke sana, dia menyuguhiku sukun goreng, kudapan favoritnya.
Saya menulis banyak tulisan bersambung tentang sejarah kota ini dengan mewawancarai Pak Roni. Saya juga meminjam foto-foto dari album pribadinya untuk di-repro. Dia selalu menyebut beberapa nama untuk diwawancarai terkait satu dan lain hal. Orang yang menurutnya lebih tahu, karena terlibat lebih banyak.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi